Generasi Milenial dan Perkembangan e-Commerce
JURNALTIMUR.COM,- Keberadaan generasi milenial atau biasa juga disebut
generasi Y merupakan potensi besar dalam pengembangan ekonomi Indonesia.
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menilai generasi mileneal dapat
memberikan harapan terhadap perkembangan ekonomi digital.
"Ekonomi digital
menggantungkan kepada inovasi dan kecerdikan melihat pasar baru yang belum ada
sebelumnya," katanya dalam acara Generasi Milenial dan Perkembangan
e-Commerce, di Sinarmas Land Plaza Lt. 39, Jakarta, Jumat (03/11/2017).
Pada sambutannya, Menkominfo Rudiantara memberikan statement
bahwa Indonesia memiliki potensi pasar ekonomi digital terbesar. Sebagai
contoh, Tiongkok telah lama mempersiapkan ekonomi digital, sementara Indonesia
tetap terbuka terhadap platform internasional tetapi tentunya perlu memberikan
kontribusi nilai tambah bagi Indonesia.
Yang terjadi sekarang di Indonesia adalah shifting dari pola
ekonomi konsumsi ke produksi, seperti yang terlihat dalam pertumbuhan ekonomi
digital dua digit. Untuk dapat mengakomodasi perilaku dan faktor ekonomi
digital maka Kemenkominfo menjajaki kerjasama untuk melakukan remodeling
statstik nasional untuk memperhitungkan kegiatan ekonomi seperti online
marketplace dan transportasi online.
Saat ini Pemerintah Indonesia telah memberikan kemudahan
pada kebijakan – kebijakan yang diterapkan.
Untuk kebijakan di sektor ICT dilakukan pendekatan ekosistem
Device, Network dan Applications. Dari sisi device, terkait aturan TKDN dan
simplifikasi perangkat. Utamanya perubahan rugulasi ini bertujuan untuk menjaga
engagement dengan pelaku pasar sehingga aturan TKDN bisa berhasil. Serupa
halnya penyesuaian juga dilakukan di internal Kominfo dengan penyesuaian
mindset termasuk proses simplifikasi sertifikasi agar sejalan dengan kondisi
global supply chain sehingga Indonesia turut mendapatkan manfaat dari teknologi
terbaru.
Dari sisi network, Kementerian Kominfo melakukan afirmative
policy dengan mendorong operator mengimplementasikan 4G lebih awal dan
menjalankan palapa ring dengan skema PPP agar mendapat kontribusi kemampuam
teknis pihak swasta.
Dari sisi aplikasi, Indonesia sejauh ini sudah menghasilkan
3 unicorn: gojek, tokopedia, traveloka dan optimis 2019 bisa melampaui 5
unicorn. Program next indonesia unicorn untuk memperkenalkan startup indonesia
yang potensial (telah dikurasi) sehingga memperoleh akses pendanaan.
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara juga
menjelaskan bahwa generasi milenial memiliki karakteristik khusus ketika
berkaitan dengan teknologi informasi dan komunikasi. "Generasi milenial
memiliki karakteristik khusus, sehingga dianggap jadi antitesis dari generasi
sebelumnya, yaitu generasi X. Generasi milenial dalam hal penggunaan teknologi
lebih dominan, budaya lebih pop dan nilai-nilai yang jauh lebih toleran,"
katanya.
Oleh karena itu, Menkominfo mengajak semua pelaku
e-Comemerce Dan para tamu undangan yang hadir untuk melihat peluang di dunia
digital. "Banyak keajaiban yang muncul dari raksasa ekonomi digital
nasional seperti Gojek, Tokopedia, Bukalapak dan lainnya. Ini menunjukkan
anak-anak muda bisa menangkap peluang inovasi digital dengan cermat, Generasi
milenial ini berdasarkan penelitian yang dilakukan Yoris Sebastian, pendiri OMG
Consulting melihat persoalan di Indonesia sebagai sebuah tantangan. "Riset
ini turut mengungkap adanya responden yang sudah mapan di luar negeri tapi
memilih kembali ke Indonesia untuk membuat perbaikan di sini. Biasanya generasi
milenial ini memulai bisnis dengan modal kecil. "Hal ini karena mereka
hanya mampu merekrut karyawan kelas C (C-class) yang bisa bersama berbagi mimpi
dan gagasan yang sama. Selain itu generasi milenial lebih suka dibimbing bukan
diperintah," tambah Rudiantara.
Menteri Kominfo meminta generasi milenial mempersiapkan diri
dengan perkembangan terkini. "Digitalisasi tidak boleh dipandang hanya
membuang biaya. Sebaliknya, digitalisasi dapat berdampak kepada efisiensi dan
efektivitas dalam bekerja," tuturnya menjelaskan peluang digitalisasi.
Next Icon, Ciptakan Unicorn di Indonesia
Dalam pandangan Menteri Rudiantara, kemajuan teknologi
digital di Indonesia adalah sebuah keniscayaan. Semakin berkembang pesat, untuk
menghadapi perubahan itu, sebuah perusahaan seharusnya sigap merespons
penggunaan perangkat teknologi.
Tak hanya itu, setiap perusahaan juga harus dapat mengubah
pola pikir sumberdaya manusia agar siap mengikuti arus perubahan ini. Para
pimpinan tertinggi harusnya melihat sebagai efisiensi. Digitalisasi bukan
masalah biaya computer, jadi harus meyakinkan pimpinan mengenai digitalisasi di
perusahaan, ia mengatakan bahwa yang harus dipaparkan pertama kali adalah
bagaimana upaya dalam peningkatan pendapatan. Namun ada saat yang sama, harus
pula disampaikan bahwa digitalisasi dapat menurunkan biaya.
Menteri Kominfo berpendapat teknologi dan digitalisasi
mempengaruhi perubahan. Akan tetapi, perubahan sebenarnya terletak pada pola
pikir. Kalau mindset (pola pikir) tidak berubah akan percuma, tidak membuat
perubahan. Saat ini Kementerian Kominfo mengembangkan Program NextIcon akronim
dari Next Indonesia Unicorn. Saat ini Indonesia sudah memiliki tiga unicorn. Diharapkan
tahun mendatang akan tumbuh inicorn-unicorn baru.
Menteri Rudiantara juga memberikan penekanan bahwa Indonesia
saat ini menjadi drivernya ASEAN dan core nya ASEAN. Dengan pertumbuhan ekonomi
yang tumbuh bagus serta kondisi kestabilan bagus, Indonesia adalah masa depan
investasi dunia. Selanjutnya Rudiantara menerangkan “Indonesia berkembang
sangat cepat. Kemajuan dunia eCommerce kita harus bukan dengan menentangnya,
kita harus maraihnya, merangkulnya untuk mengambil kesempatan yang lebih besar.
2 tahun lalu kami bersama Presiden Joko Widodo ke San Francisco, Indonesia
belum memiliki pelaku digital yang mencapai tahapan unicorn, namun sekarang
sudah ada setidaknya 2 unicorn dan beberapa menuju unicorn”. Ungkapnya.
Kemajuan di Indonesia tidak lepas dari dorongan pembentukan
ekosistem yang mendorong eCommerce. “Ekosistem menjadi penting, untuk mendorong
ekosistem telah diterbitkan roadmap eCommerce dengan ada 7 Isu yg harus
dihandle” jelas Rudiantara. Sebagaimana diketahui roadmap eCommerce mencakup 7
isu penting yaitu : a) SDM/Talent, b) Pendanaan, c) Logistik, d) Perlindungan
Konsumen, e) Perpajakan, f) Cyber Security, dan g) Infrastruktur Komunikasi
yang dituangkan ke dalam 31 inisiatif yang harus dilakukan untuk dapat mencapai
target USD 130 Billion nilai transaksi e-commerce by 2020. Rudiantara dalam
Video Conference nya juga berpesan bahwa Permias diharapkan dapat berpikir out
of the box, dapat kembali ke Indonesia membantu mempercepat kemajuan Indonesia,
mendapatkan networking yang kuat secara global. Pada akhir orasinya Rudiantara
berharap Paket Kebijakan Ekonomi XIV yang melahirkan peta jalan e-commerce mampu memperluas kegiatan ekonomi masyarakat
Indonesia. Dengan peta jalan tersebut, diharapkan bisa tercipta 1000
teknopreneur baru dengan valuasi bisnis sebesar 10 miliar dengan nilai
e-commerce mencapai US$ 130 miliar pada tahun 2020. Angka ini sama dengan 11%
GDP pada tahun tersebut. Acara yang digelar oleh Sinarmas Grup itu dihadiri
oleh CEO Tokopedia, William Tanujaya, Direktur Utama Sinarmas, Para Pelaku
Bisnis e-Commerce, dan rekan-rekan media.

Tidak ada komentar