Pemda Flotim Mengawas dan Membina Pelaku Usaha Melalui Sidak
JURNALTIMUR.COM-Inspeksi mendadak alias sidak, kini menjadi tradisi baru dalam
pemerintahan Anton Hadjon dan Agustinus Boli di Kabupaten Flores Timur. Kebiasaan
itu terlihat lagi saat Wakil Bupati daFlores Timur Agustinus Payong
Boli, SH Selasa 12 (09/17) melakukan Sidak dengan mendatangi
sejumlah pengusaha pemilik toko di Kelurahan Postoh, Kecamatan
Larantuka. Flotim, NTT.
![]() |
| Wakil Bupati Agus Boli Payong SH ketika berkomunikasi dengan pemilik toko Harapan Baru |
Kehadiran Wabup
dimaksud menindaklanjuti penemuan sidak pada Sabtu, 19 (08/17)
terhadap muatan container kapal Tol Laut yang isinya tidak sesuai dengan Daftar
Bongkar Muat sehingga dianggap salah satu penyebab mahalnya harga barang
sembako dan bangunan di Flores Timur dibandingkan kota
lain sedaratan Flores. Hal tersebut dikatakan Agus Boli selaku Wakil Bupati
kepada Jurnal Timur di kawasan pertokoan Larantuka.
“Sejak pertama
kali saya sidak Tol Laut, temukan muatan container tol laut tidak sesuai dengan
Daftar Bongkar Muat adalah salah satu penyebab mahalnya harga barang di Flotim
padahal sudah setahun lebih kapal itu masuk ke sini,” ungkap Agus Boli.
Menurut orang
nomor dua Flores Timur ini, sebelum melakukan sidak, dirinya sempat melakukan
Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Kacab. Pelni Purbo Sunarso, Kepala KUPP Laut
Simon Baon, Kadis Deprindag Fransiskus Ciku Diaz dan Asisten
II Petrus Pemang Liku.
Rapat tersebut
menyepakati akan memerintahkan para pengusaha atau pemilik sejumlah toko:
Tanjung Sari, Harapan Baru, Gaya Baru dan HK di Larantuka
yang selama ini mengorder barang baik sembako maupun bahan bangunan dengan
menggunakan jasa Tol Laut wajib menurunkan harga barang yang dijual minimal
20%-30%.
“Kita telah
sepakati dengan Dinas Teknis serta pihak-pihak terkait dalam waktu dekat segera
memanggil para pengusaha atau pemilik toko Tanjung Sari, Harapan Baru,
Gaya Baru dan HK yang selama ini ambil barang baik sembako dan bahan bangunan
lainnya pakai jasa Tol Laut harus menurunkan harga jual antara 20%-30%,’ jelas
wakil bupati yang terbilang muda ini.
Masih menurut
Politisi Gerindra ini, bahwa pemerintah Flores Timur Bupati Anton
Hadjon selaku Wakil Bupati berterimakasih kepada pelaku usaha karena memahami
komunikasi kebijakan yang dilakukan melalui sidak ini.
![]() |
| Pelabuhan Larantuka dilihat dari laut (foto : Ist) |
“Saya senang
bahwa hari ini saya bisa bertemu dan berbicara secara langsung dengan mereka
(pelaku usaha) mengenai penurunan harga barang, itu bisa diterima
dan mereka sepakat akan menurunkan harga barang sesuai permintaan saya 20%-30%,”
ujar Wakil Bupati.
Kepada
jurnaltimur.com, Agus Boli mengatakan upaya ini bertujuan memberi pengawasan
dan pembinaan kepada pelaku usaha.
Dan bagai
berdayung sambut, pelaku usaha pun memahamil sidak sebagai bagian dari Toll Laut
yang dicanangkan Presiden Joko Widodo. “Yah, saya pahamlah maksud dari Tol Laut
sebagai disparitas harga barang. Saya tidak keberatan kalau diminta Pemda
menurunkan harga barang seperti dimaksud,” ucap Yudhi, seorang pemilik toko di
Larantuka.
Selain Yudhi,
tiga toko lainnya Tanjung Sari, Harapan
Baru dan Gaya Baru juga menyanggpai akan menurukan harga
barang yang dijual sesuai perimintaah Wakil Bupati.
Vinsensius Lasar
47 th, warga Kelurahan Pohon Sirih, salah satu pelaku Ekonomi Mikro kepada
Jurnal Timur, mengapresiasi sekian gebrakan yang selama ini dilakukan (sidak)
Bupati Antonius Gege Hadjon, ST dan Agustinus Payog Boli, SH. “Luar biasa apa yang dilakukan pemerintah
sekarang ini tapi, kalau bisa sesegera mungkin ditindaklanjuti sehingga
masayarakat bisa menikmati hasilnya,” tutur Vinsen. (MR)


Tidak ada komentar