BreakingNews

Produk Desmigratif Dipamerkan Pada Festival Seni Budaya 2017



JURNALTIMUR.COM. Hasil produk desa binaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Ende di Desa Migran Produktif (Desmigratif) Uzuramba Barat, Kecamatan Ende dan Desa Ranggatalo, Kecamatan Lio Timur turut ambil bagian dalam pameran Festival Seni Budaya yang berlangsung pada Senin (30/10) di Taman Bung Karno, Ende, NTT.


Kedua desa yang merupakan desa tujuan program Desa Migran Produktif (Desmigratif) ini ternyata memiliki produksi pertanian kemiri dan kakao yang luar biasa dimana hasil tani kedua desa tersebut telah diolah dalam bentuk kemasan yang siap pakai.


Stand Disnaketras yang dipakai untuk  menjual minyak kemiri dan cokelat produk  unggulan Desmigratif (foto jurnaltimur/simon  welan)
“Masuknya program Desmigraf memberi warna baru dalam mengolah hasil tani yang selama ini langsung dijual kepada para pengusaha yang ada di kota,” kata Kepala Desa Ranggatalo, Irminus Denis di lokasi pameran.


Ditambahkan Kades Denis, pihaknya sangat berapresaiasi kepada Dinas Naketrans yang telah menyiapkan ruang untuk menyertakan desa binaannya untuk turut berpartisipasi dalam pameran Festival Seni Budaya di Kota Ende sehingga produk minyak kemiri dan cokelat hasil industri rumah masyarkatnya perlahan mulai dikenal.


“Kiranya melalui momentum ini, masyarakat Ende mulai mengenal dan mengetahui produk minyak kemiri asli dan cokelat buah tangan masyarakat di desa kami,” sambungnya.


Demikian halnya dengan Kepala Desa Uzuramba Barat, Robertus Kesu yang juga turut hadir di stand Disnakertrans menjaga produk asli desanya menuturkan kalau keterlibatan kelompok Desmigratif Uzuramba Barat merupakan sebuah kehormatan baginya karena momentum seperti ini dapat memberikan motivasi bagi masyarakatnya dalam mengolah hasil pertanian kemiri dan kakao.


“Saya yakin, kehadiran kami di tempat ini merupakan awal yang baik untuk mempromosikan produk unggulan kami dan memotivasi masyarakat agar lebih giat dalam bekerja terutama dalam mengolah kakao menjadi cokelat  dan kemiri menjadi minyak kemiri,” tuturnya.


Sementara itu Kepala Dinas Tenagakerja dan Transmigrasi  Kabupaten  Ende, Subhan Wanda, melalui Kabid Pelatihan  dan Penempatan  Tenaga Kerja  Yosefa  P. Dewi dalam kesempatan itu menyatakan kedua  desa ini merupakan desa percontohan program Desmigratif Kementerian Ketenagakerjaan RI sehingga Dinas Naketrans Kabupaten Ende akan selalu mendorong kedua desa ini untuk tetap melaksanakan program ini sesuai yang diharapkan bersama.


“Kami akan tetap mendorong kedua desa ini untuk tetap menjalankan program ini sesuai mekanisme yang ada sehingga apa yang menjadi harapan bersama dapat terwujud,” kata Yosefa.


 Dijelaskan Yosefa, program Desmigratif yang menitikberatkan pada empat pilar utama yakni membentuk pusat layanan migrasi, menumbuhkembangkan usaha produktif TKI dan keluarganya, memfasilitasi pembentukan Rumah Belajar Desmigratif, serta memfasilitasi pembentukan dan pengembangan koperasi atau Lembaga Keuangan yang secara perlahan akan mengurangi minat para pencari kerja ke luar negeri, terlebih saat pemerintah mencanangkan moratorium pengiriman TKI ke luar negeri.


Turut terlibat dalam pameran ini kelompok tenun ikat Ndona dan kelompok pembuat Kripik London Kelurahan Lokoboko yang juga merupakan kelompok binaan Disnakertrans Ende. (welano)

Tidak ada komentar