BreakingNews

Etape pertama Tour de Flores Dimulai

Tour de Flores (Foto : FB Cinta Flotim)

JURNALTIMUR,COM,- Etape pertama Tour de Flores (TdF) 2017 dari Larantuka - Kabupaten Flores Timur menuju Maumere - Kabupaten Sikka resmi dimulai hari ini, Jumat (14/7/2017). Start berlangsung pukul 08.00 Wita di depan Kapel Santo Antonius Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). 


Ratusan masyarakat hadir menyaksikan pelepasan peserta Tour de Flores internasional yang sudah mendapatkan lisensi 2.2 dari Federasi Balap Sepeda Internasional (Union Cycliste Internationale/UCI) ini. 


Sebelum memulai balap sepeda, pembalap menjalani rute seremonial mengelilingi Kota Larantuka dengan jarak 10,8 km. Tercatat sebanyak 83 pembalap dari 17 tim yang mengikuti etape pertama TdF 2017.


Tour de Flores (Tdf) 2017  digelar 14-19 Juli 2017 dengan menempuh rute 760,8 km yang terbagi dalam enam etape. Etape pertama, Larantuka-Maumere dengan jarak tempuh (136,3 km) ditambah rute seremonial 10,8 km, etape kedua Maumere-Ende (142,8 km) rute seremonial 7,7 km.


Etape ketiga Ende-Mbay (83 km) dengan rute seremonial 9,2 km, etape keempat Mbay-Borong (170,9 km) rute seremonial 6 km, etape kelima Borong-Ruteng (55,5 km) rute seremonial 9,4 km, dan etape keenam Ruteng-Labuan Bajo (120,2 km) rute seremonial 8,7 km.


Demi Membangun Daerah 


TdF resmi dibuka Gubernur NTT Frans Lebu Raya, Kamis (13/7) malam di Taman Kota Larantuka. Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya dalam sambutannya  menyampaikan bahwa TdF edisi pertama yang digelar pada tahun lalu berjalan dengan sukses. Hal itu terbukti dari luasnya pemberitaan media baik lokal, nasional, maupun internasional. 


Frans juga menegaskan mengenai konsep sport tourism yang menjadi napas pergelaran TdF ini.
"Ini demi membangun daerah. Kecuali kita berfoya-foya (itu baru tidak bole). TdF ini sangat penting. 5 tahun lagi, 10 tahun lagi, Flores (akan) makin gencar dikunjungi wisatawan dunia. Jadi, berpikirnya jangan untuk tahun ini," kata Frans.


Chairman TdF, Primus Dorimulu menyebut TdF merupakan event pariwisata internasional. Diakui sejumlah kritik sempat dilontarkan. “Tapi bagi saya kritik itu bagus. Dengan kritik, membuat kita makin maju dan membuat TdF jadi buah pemberitaan, pembicaraan,” kata Primus.


Dia menjelaskan, TdF tak hanya dibiayai daerah. Anggaran, lanjutnya, bersifat gotong royong. “Pemerintah Provinsi NTT alokasikan anggaran melebihi kabupaten. Kalau kabupaten Rp1 miliar, provinsi bisa empat kali lipat. Kempar juga kontribusi. Kami sebagai panitia Alsemat juga kontribusi,” ujarnya.


Event tahunan yang rutin dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur selain diikuti oleh peserta Domestik, diikuti oleh peserta dari mancanegara diantaranya tim dari Thailand, Malaysia, Australia, Iran, Jepang, Hongkong, Korea, Selatan, Laos, Filipina dan China dengan total peserta keseluruhan  berjumlah 133 Peserta (102 WNA dan 31 WNI).


Kapolda Nusa Tenggara Timur Irjen Pol. Drs. Agung Sabar Santoso S.H., M.H. selaku penanggung jawab keamanan Event Internasional Tour de Flores 2017 mengatakan pihaknya mengerahkan 2616 personil gabungan Polda NTT untuk mengamankan jalannya event tersebut.


Personil gabungan tersebut terdiri dari personil Polda NTT , Personil Polres Flotim, Polres Sikka, Polres Ende, Polres Ngada , Polres Manggarai dan Polres Manggarai Barat serta ditambah dengan dengan personil dari Dinas Perhubungan dan Sat Pol PP.


“ Personil kami akan melaksanakan pengamanan sepanjang rute Tour de Flores 2017 dari larantuka sampai dengan labuan bajo “ ungkap Jenderal berbintang dua ini. (*) 


Tidak ada komentar