SMA Keberbakatan Olahraga Hadir di Lewoleba
SMA Keberbakatan Olahraga akan dibuka di Lewoleba, Ibu kota Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga saat ini baru 14 provinsi yang memilikinya termasuk NTT. . Sementara itu SMA Keberbakatan Olahraga Swasta merupakan terobosan pertama di Indonesia dan dilaksanakan di Lewoleba Lembata.
JURNALTIMUR.COM,- Dengan Surat Izin Operasional dari Dinas
Pendidikan Provinsi NTT No 421/5004/Pend/2-17 maka tahun ajaran 2017/2018, SMA
Keberbakatan Olahraga San Bernardino akan dibuka di Ibu kota Lembata. Izin
operasional diserahkan langsung oleh Kadis Pendidikan NTT, Drs Sinun Petrus
Manuk, di hadapan 100 tokoh sesepuh Lembata pada Kamis pagi, 8 Juni 2017.
Selanjutnya SMA
Keberbakatan Olahraga Swasta pertama di Indonesia mengikuti gaung yang
dicanangkan Jokowi untuk meningkatkan prestasi Olahraga di Indonesia. Target pemerintahan
Jokowi akan mendirikan Sekolah Keberbakatan Olahraga Negeri di tiap provinsi.
Hingga saat ini baru 14 provinsi yang memilikinya termasuk NTT. Sementara itu
SMA Keberbakatan Olahraga Swasta merupakan terobosan pertama di Indonesia dan
dilaksanakan di Lewoleba Lembata.
Dalam sambutannya, Manuk menegaskan bahwa Sekolah
Keberbakatan olahraga hanya bisa sukses atas kerjasama apik antara pemerintah
dan swasta. “Inilah model kerjasama yang sangat penting. Masyarakat memiliki
inisiatif sebagaimana ditunjukkan oleh Yayasan Koker Niko Beeker, tetapi selalu
dalam koordinasi dengan pemerintah untuk menyukseskan prestasi anal-anak
bangsa’.
Selain itu Manuk mengingatkan agar melalui olahraga dapat
ditanamkan nilai-nilai sportif. “Menjadi olahragawan bukan saja tahu menendang
bola, tetapi terutama memiliki akhlak mulia. Menjadi atlit adalah pertama-tama
sikap dan bukan hanya fisik”, lanjutnya.
Saat diwawancarai, Ketua Yayasan KOKER NIKO BEEKER, Robert
Bala, M.A., Dipl, mengatakan bahwa
sosialisasi telah dilaksanakan ke semua SMP di seluruh Lembata. Telah terdata
300 siswa yang ingin menempun pendidikan di Sekoah Keberbaktan ini namun
Yayasan hanya akan menerima 150 siswa terbaik.
Fokus Atletik
Sebagai sebuah ciri khas, SMA Keberbakatan Olahraga Lembata akan fokus pada Atletik, demikian tutur
pembina dan pdndiriYayasan, Wilem Lodjor. Wilem yang sekaligus pemiliki Lembata
King Boxing Jakarta menuturkan bahwa atletik adalah ibu semua cabang olahraga.
Dari atletik akan dikembangkan sesuai minat dan bakat siswa entah ke renang,
tinju, bola kaki, volley, basket, dan jenis permainan lainnya.
Optimisme yang sama diungkapkan Damianus Dai Koban, M.Pd.
Wakil Yayasan tersebut mengungkapkan bahwa orang Lembata sangat menonjol dalam
bidang atletik. Kita terbiasa jalan kaki, berburu, yang bila dikembangkan dapat
lahir atlit. Kita berharap Lembata bisa jadi ‘Etiopianya’ Asia, rahim darinya
lahir pelari nasional maupun internasional.
Paulus Doni Ruing yang juga pembina Yayasan pada gilirannya
menambahkan bahwa untuk menambah antusiasme dalam bidang atletik, dalam waktu
dekat akan dilaksanakan Lomba lari 10 K dari Hadakewa ke Lewoleba. Perlombaan
ini akan sekaligus menghadirkan pelari internasional Eduardus Nabunome untuk
sekalgius merancang upaya memecahkan 16 rekor tak terkalahankan dari Eduardus.
Nabunome sendiri sejak awal sudah bekerjasama dengan Yayasan KOKER NIKO BEEKER
untuk memberikan wadah yang kuat bagi pengembangan olahraga di Lembata.
Aneka event lain akan terus dikembangkan. Sebelum SMA
Keberbakatan Olahraga didirikan, Yayasan KOKER NIKO BEEKER telah secara
kontinyu menghadirkan olahragawan nasional maupun internasional seperti Elyas
Picall, Chris John, dan tidak lama lagi Eduardus Nabunome. Semuanya merupakan
sebuah pembelajaran langsung agar anak-anak muda termotivasi untuk dapat
mengembangkan diri secara sehat dalam bidang olahraga dan bukan ke hal-hal
negatif, demikian Niko Hukulima Lejab .
Kolaborasi Lewotana – Lewopana.
Proses pendirian SMA Keberbakatan Olahraga, demikian
Kristina Tere Pukay, merupakan sebuah proses panjang. Diawali dengan perayaan
Emas martir P. Henricus Conrardus Beeker pada tahun 2006, disusul perayaan emas
Imamat P. Nicholas Strawn SVD 2012, serta perayaan Emas SMP Lerek 2015, putera
dan puteri asal Atadei menyadari bahwa niat dan dasar yang telah ditanamkan
pendahulu harus dikembangkan.
Dengan kekuatan nilai adat (Koker) dan nilai persatuan (P.
Niko) serta gebrakan kewirausahaan dari Pater Beeker, maka inisiatif itu segera
disambut semua putera-puteri Lembata di tana rantau unguk mewujudkan sebuah
Yayasan pada tanggal 31 Oktober 2016 dengan Akte Notaris 01 tanggal 03 November
2016 dan KepMenJumHam RI no AHU 0045938 AH 01 Tahun 2016.
Yaysan yang berpusat di Jakarta dan telah memiliki cabang di
Lewoleba mendasarkan 5 Nilai sebagai acuan yakni: Kejujuran, Komitmen,
Kepedulian, Kontribusi, dan Kolaborasi. Dengan tekad itu, Yayasan Koker
berkomitmen menghadirkan pendidikan berkualitas dalam bidang olahraga. Hal
senada ditekankan Niko Hukulima Lejab sekretaris Jenderal Yayasan. Bagi
Hukulima, dengan banyak ide gemilang dapat dilakukan sejauh nilai-nilai dasar
ini dapat dihidupi dan dikembangkan tidak saja di Yayasan tetapi harus juga
menyata dalam kehidupan bermasyarakat di Lembata.
Untuk target ke depan. Ketua Cabang Koker Lembata, Yosef C
Pati Lajar menyakinkan bahwa SMA Keberbakatan Olahraga akan menjadi sebuah
kombinasi yang baik antara putera puteri di lewopana dan putera dan puteri
Lewotana. Model kerjasama dan kolaborasi ini akan menjadi sebuah role model
untuk pengembangan pendidikan di Lembata.
Sementara itu Marsel Lidun Tolok, Kepala SMA Keberbakatan
Olahraga San Bernardino menambahkan bahwa pendidikan akhlak dan moral akan
sangat diprioritaskan di sekolah ini. Menjadi atlti tidak saja pintar olahraga,
bisa bermain bola, bisa berlari tetapi terutama adalah akhlak. Seorang atlit
adalah orang yang sangat menonjol dalam bidang moral dan menjadi contoh dalam
sebuah hidupan remaja yang sehat. (*Any)

Tidak ada komentar