BreakingNews

Tinggal di Desa, Alami Hidup Bersama Warga

Mengalami Ritme Hidup Masyarakat Kampung Detusoko. (Foto : RMC)

JURNALTIMUR.COM,- Memilih datang ke sebuah desa, tinggal bersama masyarakat kampung, mengalami seluruh ritme hidup harian memang menarik namun kegiatan itu masih jarang dilakukan apalagi menjadi prioritas pilihan berwisata.

Tapi untuk seorang warga negara Malaysia, Amy Tan namanya, awal tahun ini memilih datang di Detusoko-Ende Flores, tinggal bersama warga di sana merupakan pilihan sadar dari berbagai pilihan yang ada. Ia datang ke Detusoko, dua hari, dua malam menginap di rumah warga.

Nando Watu, Koordinator RMC (Remaja Mandiri Community), mengatakan apa yang disuguhkan selama Amy Tan tinggal di Detusoko adalah aktivitas hidup harian warga. “Tidak lebih dari itu, tapi sudah cukup untuk Amy Tan menemukan apa yang sedang dicarinya,” kata Nando.  

Nando kemudian bercerita, selama Ami Tan di Detusoko, ia menyaksikan kehidupan kami setiap hari dari bangun tidur hingga malam kembali tidur.

“Setiap hari kami dan warga bangun pagi, mama-mama pergi ke kebun yang tak jauh dari rumah untuk memberikan makan ternak. Siang petik kakao dan juga tak lupa tangkap ikan di kolam,” ceritra Nando.
Sebagian waktu bersama masyarakat di Kampung adalah mengunjungi kebun warga (Foto : RMC)

 Nando menuturkan, dalam hal makanan, disediakan menu ala kadarnya sebagaimana yang disediakan setiap hari pada waktu-waktu makan.

“setiap hari kami makan.  kami menyajikan makanan yang total organik, nasi hitam, nasi merah, nasi putih, ikan dari kebun, sayur dari kebun, tak lupa juga dengan ubi, juga kelapa muda. Pada sore hari mama buat kolak sorgum dicampur beras ketan,” kata Nando

Bagi Nando, trip sekitar Detusoko menjadi kegiatan sore alias jalan-jalan, juga mengunjungi air panas, kampung adat. “Di sela sela perjalanan kami berceritra tentang filosofi hidup orang Lio, seperti gotong royong (dhawe Jughu), sistem pertanian Tradisonal (sisi luku, mula, keti, todo, tepi, dhu, pedhe, Ka), dan lain sebagainya,” ujarnya

Selama Ami Tan di Detusoko, ia menyempatkan waktu mengunjungi Danau tiga warna Kelimutu. Bersama beberapa warga, sekitar jam 4 pagi, dengan kendaran roda dua, Tan Ami dibonecengi menyusuri hutan-hutan seputar jalan menuju Kelimutu dan mengalami dari dekat sisa-sisa kabut yang berlari meninggalkan bumi.
 
Bersama warga menanam padi (Foto : RMC)
Menurut Nando, Eko wisata yang banyak dibicarakan saat ini, tidak lain menyuguhkan keuunikan dan kebiasaan hidup harian warga bagi setiap tamu yang datang.

“Toh hidup harian mereka yang tinggal di kota cukup padat dengan aktivitas harian. Orang kan butuh suasana di desa pas bangun pagi alaramnya adalah suara ayam, mengenal sore hari ketika cangrik  bersuara, malam hari duduk di luar rumah berpayungkan bintang di langit,” jelas Nando


"Ayo berkunjung ke Desa" (ND/Ben)

Tidak ada komentar