BreakingNews

Ngopi Tanpa Gula, "Ngopi Pagi-Kopi Kelimutu "

Kopi Kelimutu (Foto : Nando Watu) 

JURNALTIMUR.COM,- Minum kopi tanpa gula sudah jadi kebiasaan masyarakat Manggarai. Hal ini saya alami 9 tahun yang lalu saat berkunjung ke Colol Manggarai Timur.

Di tempat yang saya kunjungi itu, warga setempat tidak pernah minum kopi dengan gula. Warga menikmati kopi seperti minum air untuk melepas dahaga. Air kopi di simpan dalam dalam cerek besar atau teko besar. Ketika air kopi  sudah habis diseduh, ampasnya yang tersisa ditambah lagi dengan air.

Dunia kopi makin saya gemari ketika berdiskusi dengan Bang Aris Suseno tiga tahun lalu di Jakarta. Ketika itu Bang Aris mengajak keliling beberapa cafe untuk merasa Citarasa Kopi. Rasa ingin tahu tentang kopi makin mengakar ketika berada di Yogja dua tahun lalu.
Saat itu diajak teman seperjalanan yang waktu itu hendak ke USA Putik Purwidyantari untuk bertandang ke Wiki Kopi. Di tempat ini kami diperbolehkan mencoba kopi  dengan 20-an citarasa. Gila baru tahu nie....

Belum lengkap kalau hanya kenal kopi di saat mau membuat kopi Tanpa mengtahui lebih dalam kopi yang berkualitas. Saya pun bergerak lebih dalam menuju kampung "Golulada" 10 Km Dari Detusoko, kampungku Tercinta, tempat Produksi kopi Kelimutu.

Kopi Kelimut yang sudah dalam kemasan (Foto Nando Watu) 

Di kampung ini, saya mulai mengerti ketika teman Herry Se pendamping Desa special kopi bercerita tentang kopi bersama Kepala Desa bangLukas Lawa, pria yang membesarkan kopi Kelimutu.
Kepala Desa yang sering berlalang buana ke berbagai daerah di Indonesia ini, pernah juga ke India untuk promosi kopi Specialty Kelimutu. Di Jakarta pernah mempromosikan kopi  di Jakarta Convetion Center, pernah ikut Kompetisi kopi Dunia di Atlanta.


Dari pengalaman yang saya peroleh, saya akhirnya mulai mencoba sendiri membuat kopi yang enak dinikmati. Dengan pemberian alat penggilingan kopi manual pemberian bang Yu Sing,  setiap pagi saya mulai mencoba kopi kelimutu dengan rasa yang berbeda.  (Nando Watu

Tidak ada komentar