Potensi Garam Suku Moni Mulai Dikembangkan
JURNALTIMUR.COM,- Ketergantungan masyarakat Kabupaten Intan
Jaya terhadap garam lokal mengharuskan para pihak untuk segera mengembangkan
sumber daya manusia dan potensi lokal yang ada. Sumber daya alam terutama garam yang dimaksud
adalah sumber garam yang terdapat di Kabupaten Intan Jaya-Papua yang selama ini
telah dikonsumsi oleh masyarakat Moni.
“Saya punya kerinduan
untuk majukan pengolahan garam asli Suku Moni, mengingat banyaknya
ketergantungan masyarakat terhadap garam lokal dan juga perlunya pengembangan
sumber daya alam dan sumber daya manusia di Papua,”kata Maximus Tipagau usai melakukan kegiatan pembinaan dan pelatihan
Garam Moni’ yang berlangsung di Gedung Pariwisata Kabupaten Intan Jaya. Sugapa-Kabupaten
Intan Jaya, 30 November 2016.
![]() |
| Plt. Bupati Intan Jaya menerima plakat dari Panitia Pelatihan Garam. |
Kegiatan pembinaan dan pelatihan Garam Moni’ yang
berlangsung selama dua hari 29-30 November 2016 ini melibatkan Staf Khusus
Presiden, Tim Kementerian Perindusterian bersama Pakar Garam Indonesia dan
Yayasan Somatua dan diikuti 40 perserta.
Plt Bupati Intan Jaya FX Motte membuka secara resmi kegiatan ini.
Dalam sambutannya FX Motte mengatakan, sangat mengapresiasi
kegiatan ini dan akan mendorong keberlanjutan program Kementerian Perindustrian
bersama Staf Khusus Presiden Lenis Kogoya
dan Yayasan Somatua agar dapat jadi peluang perbaikan perekonomian dan
perwujudan pertumbuhan pengetahuan dan kemampuan teknik masyarakat Kabupaten
Intan Jaya untuk mengolah garam gunung.
Maximus Tipagau, menyatakan bahwa program ini kedeannya akan
dilakukan dengan persiapan yang lebih matang dan akan melibatkan banyak lagi
pihak untuk menciptakan ekonomi mandiri lewat produk masyarakat.
Pelatihan tersebut berlangsung dari pukul 09.00 WIT hingga
12.00 WIT, yang selanjutnya dilakukan pelatihan pengolahan garam pada pukul
13.00 WIT. Air sungai garam selanjutnya diuji dengan melakukan praktek sekaligus
melatih masyarakat untuk mengolah garam.
![]() |
| Garam suku Moni |
Jika menggunakan cara lama maka untuk mendapat garam
dibutukan paling tidak 1 hari. Sungai garam seperti Homeo dan Wandai serta 9
sungai lainnya punya proses bagus dalam pengolan garam.
Plt Bupati Intan Jaya, Kepala Dinas Perindusterian
Kabupaten, Kepala Dinas Pariwisata, Ketua LMA Kabupaten Intan Jaya serta Ketua
DPRD Intan Jaya yang turut serta menyaksikan proses pengolahan garam mengakui
sangat bangga dan senang jika nantinya program ini dapat diadakan secara
periodik serta melibatkan masyarakat yang lebih banyak khususnya bagi
masyarakat yang berada di daerah sungai-sungai garam. (Ben)


Tidak ada komentar