Pilkada Flotim 2017, Mencari Pemimpin yang Mampu Bawa Perubahan
![]() |
| Foto Ilustrasi : Tanaman Kelapa di Adonara Flotim (Foto : FBC) |
Oleh : Y. Hegon Kelen Kedati
Tersisa kurang lebih dua bulan lagi, beberapa kabupaten di
Indonesia mengadakan Pemilihan Umum Kepala Daerah atau Pilkada termasuk
Kabupaten Flores Timur. Jika dibandingkan dengan kabupaten atau daerah lain,
calon bupati dan wakil bupati yang akan bertarung di Kabupaten Flores Timur
terbilang cukup banyak. Tidak tanggung-tanggung, ada 6 pasang calon bupati dan
wakil bupati yang bertarung memperebutkan posisi orang nomor satu di Flores
Timur.
![]() |
| Y. Hegon Kelen Kedati |
Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Flores Timur, pada 5
Oktober 2016 lalu menetapkan 6 paket pasang calon bupati dan calon wakil bupati
beserta nomor urutnya. 6 paket tersebut antara lain: 1. Paket Ande-Paul
(Andreas Ratu Kedang dan Paulus Kopong Paron) 2. Paket Lurus (Lukman Riberu dan
Marianus Arakian Bulin) 3(.) Paket Doa Ema (Yoseph Laga Doni Herin dan Marius
Payong Pati) 4. Paket Antero (Antonius
Doni Dihen dan Theodorus Marten Wungubelen) 5. (PaketRumah Kita) Yosep Useng
Ama dan Mel Ola Fernandez Leway 6. Paket Bereun (Antonius Hubertus Gege Hadjon
dan Agustinus Payong Boli)
Tentunya 6 paket calon bupati dan calon bupati ini telah
menyiapakan program-program andalan dalam rangka membangun Kabupaten Flores
Timur ke arah yang lebih baik, sejahtera
dan sehat. Ide kemajuan dan harapan untuk Flores Timur yang lebih baik
ditawarkan oleh setiap paket calon bupati dan wakil bupati.
Sejauh yang saya
baca dan cerna serta mencoba untuk sedikit memprediksi peluang kondisi maksimal
dari tercapainya program dari pasang paket yang bertarung pada Pilkada Flotim,
hampir semuanya menawarkan program yang boleh di bilang “standard” saja.
Dikatakan standard saja karena ide-ide dan program yang ditawarkan tidak
revolusioner dan tidak menciptakan dampak yang signifikan bagi kemajuan Flores
Timur ke depan. Ide-ide dan program tersebut tidak jauh beda dengan
program-program yang Bupati-bupati Flores Timur sebelumnya dan cendrung
menciptakan kondisi yang sama saja seperti bupati-bupati Flores Timur
sebelumnya bagi Flores Timur di masa mendatang.
Untuk membangun masyarakat dapat maju dan berkembang,
dibutuhkan 3 komponen utama antara lain: pertama adalah pemeritahan yang kuat
secara politik dan mampu membangun sistem birokrasi yang bersih. Kedua adalah
masyarakat yang sipil kuat dan solid untuk mengontrol kinerja pemerintah.
Ketiga adalah dunia-usaha.
Usaha pembangunan dilakukan melalui koordinasi atau
sinergi (keselarasan kerja) antara ketiga komponen tersebut. Bahkan masyarakat
sipil dan dunia-usaha akan lebih berperan nyata dalam perubahan
masyarakat.Dengan demikian, mari kita pakai 2 indikator yaitu masyarakat sipil
dan dunia-usaha dapat dijadikan indikator untuk
menakar program paket calon bupati dan wakil bupati Flores Timur. Paket
mana yang lebih mampu dan lebih meyakinkan untuk membangun Flores Timur ke arah
yang lebih baik?
Bukan menjadi rahasia lagi kalo banyak dari lulusan sarjana
satu yang pulang ke Flores Timur menginginkan untuk menjadi Pegawai Negeri
Sipil (PNS) karena masa depan menjadi PNS lebih menjanjikan mendapatkan
kesejahteraan hidup dan mendapat status sosial yang cukup dipandang. Kondisi
ini juga yang membuat banyak orang muda yang bersedia menjadi tenaga honor agar
cepat bisa mendapat posisi sebagai PNS.
Pemikiran ini sah-sah saja. Namun, yang
menjadi masalah adalah bagaimana dengan nasib para sarjana yang kembali Flores
Timur yang tidak mendapat kesempatan untuk menjadi PNS? Yang dihitung baru
sarjana, bagaimana dengan orang muda yang tingkat pendidikannya hanya SMA atau
SMP, atau bahkan SD? Bukankah dengan demikian banyak tenaga produktif yang
“tidak terbuang” dengan percuma?
Belum lagi, permasalahan mengenai pegawai
honor yang mana gaji pegawai honor begitu banyak menyerap APBD Flotim yang mana
sebagaian besar APBD Flotim masih berharap dari pusat dan kinerja PNS yang
tidak maksimal karena tumpang tindahnya kerja PNS dan tenaga honor di instansi
tertentu. Bila diringkas dampak masalah ini berimbas pada efisiensi APBD,
kinerja PNS, dan masalah pengaguran.
Dari keenam pasangan calon yang maju pada PILKADA Flores
Timur 2017, menurut saya hanya Paket Bereun yang mampu menangkap permasalahan
ini dan membaca potensi tenaga kerja produktif untuk pembangunan Flotim ke
depan. Program “selamatkan orang muda” memiliki visi yang revolusioner untuk
perubahan Flores Timur ke arah yang lebih baik. Dengan program ini, dalam sekali
dayung paket bereun dapat membangun masyarakat sipil yang kuat dan menciptakan
dunia-usaha dengan menjadikan orang muda menjadi motor penggerak perubahan itu.
Sekedar pengingat,Flores Timur memiliki lahan pertanian yang cukup memadai,
siapa yang menggarap kalau tidak ada orang muda yang mau menggarap. Laut yang
cukup kaya, siapa yang mau “menggarap” kalo bukan orang muda. Kita berharap
Flores Timur menjadi daerah wisata, siapa promotornya kalau bukan orang muda.
Belum lagi di bidang-bidang lain yang mana orang muda Flotim dapat
mengaktualisasikan kreativitas dan daya ciptanya dan hal-hal lainnya di Flores
Timur yang potensial untuk dikelola.
Daya perubahan yang ada dalam semangat orang muda diberikan
tempat oleh paket Bereun. Dalam hal ini juga, dimensi pembangunan dan perubahan
yang memperhatikan manusia sebagai objek sekaligus subjek pembangunan terberi
perhatian dan terwadahi dalam program “Selamatkan Orang Muda”.
Program
“selamatkan orang muda” bila kita katakan dengan sederhana adalah program
meng-kaderisasi orang muda untuk [menjadi-hapus]menjadi pemimpin, menjadi
“enterpreuner”.Sejauh ini pun usaha Anton Hadjon untuk mengumpulkan semangat
orang muda dapat dilihat dalam kelompok Bereun.
Kata Bereun yang dipakai AGH
memiliki kekuatan yang luar bisa. Di balik kata Bereun itu sendiri tersirat
semangat persaudaraan, gotong royong, toleransi, dan persatuan. Kekuatan orang
muda dan masyarakat sipil terbaca dan terintegrasi dengan kemampuan AGH memberi
nama bagi paketnya.
Berbeda dengan paket lain yang menggunakan singkatan dari
nama pasang calon bupati dan calon wakil bupati sebagai nama paketnya. Bereun
menjadi awal yang baik bagi AGH untuk membangun gerakan perubahan bagi Flotim
ke depan.
Meski demikian ada beberapa pertimbangan yang harus
dipikirkan paket Bereun agar program “selamatkan orang muda” dapat maksimal
dijalankan. Pertimbangan pertama adalah mengenai mental masyakarat dan orang
muda yang lebih berorientasi untuk mengejar PNS. Belum banyak orang muda yang
secara serius terjun ke dunia usaha. Oleh karena itu perlu dibangun mental
berwirausaha bagi orang muda.
Kedua, apabila program “selamatkan orang muda”
lebih difokuskan sebagai usaha kaderisasi pemimpin atau enterpreuner, perlu
dikondisikan sebuah kelompok atau lembaga yang tidak hanya mengatur pelatihan
pemberdayaan tapi perlu diperhatikan mengenai pemaksimaalan arus modal dengan
manajemen yang rapi dan tertata dengan baik.
Ketiga adalah berkaitan dengan
pasar. AGH harus bisa menbuka pasar atau menciptakan pasar baru bagi dunia
usaha. Oleh karena itu, perlu tenaga-tenaga penggerak yang paham mengenai
ekonomi mikro maupun ekonomi makro.
Apabila masyarakat ingin melihat perubahan yang digerakan
oleh orang muda, program paket Bereun, “Selamatkan Orang Muda” dapat menjadi
rujukan bagi masyarakat untuk memilih paket calon yang dapat diharapkan membawa
perubahan untuk masyarakat Flotim ke depan berorientasi pada penguatan
masyarakat sipil dan pemberdayaan dunia usaha yang ada di Flores Timur.
Y. Hegon Kelen Kedati, Aktivis tinggal di Jakarta. Pernah belajar di STF Driyarkara Jakarta


Tidak ada komentar