BreakingNews

Aparat Desa Harus Jeli Melihat Keunggulan Desa

Roadshow Pembangunan dan Pemberdayaan Desa, di Medan, Sumatera Utara, Jumat (16/12/2016). 
JURNALTIMUR.COM,-  Setiap desa memiliki keunikan masing-masing. Oleh karena itu, pemerintah dan aparat desa harus jeli melihat dan memetakan business model yang akan digunakan dalam membangun desa untuk mengoptimalisasikan keunggulan dan keunikan suatu desa.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo,  mengatakan hal itu saat menggelar Roadshow Pembangunan dan Pemberdayaan Desa, di Medan, Sumatera Utara, Jumat (16/12/2016).

Menurut Mendes PDTT, desa yang sukses adalah desa yang fokus pada satu komoditas tertentu. Hasil komoditas tersebut juga harus memiliki skala produksi yang besar.

“Jika skala produksinya cukup, biaya produksi murah, maka investor dapat terpancing untuk masuk mengembangkan sarana pascapanen. Kita ingin agar harga produk tidak jatuh,” ujar Menteri Eko Putro Sandjojo.

Mendes PDTT Eko Sandjojo juga menekankan pentingnya bagi desa membangun embung air dan juga membesarkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa). Keduanya diyakini akan menjadi daya ungkit ekonomi masyarakat desa dan mendorong kemandirian desa.

Selaras dengan hal itu, Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi, mengatakan, Dana Desa di wilayahnya diarahkan untuk empat hal. Pertama, mendorong pertumbuhan ekonomi di desa. Kedua, didorong untuk membangun sarana dan prasaran dasar. Ketiga, pembangunan dilaksanakan secara swakelola oleh warga desa setempat. Empat, pengelolaan keuangan yang handal.

“Perlu ada peningkatan kapasitas dan etos kerja secara terus menerus. Selain bagi aparat desa, juga untuk tenaga pendamping profesional. Sinergi pelaku pembangunan di desa sangat penting. Semua unsur terkait harus mampu memperkuat koordinasi, sinkronisasi, dan harmonisasi,” ujar Tengku Erry.

Roadshow di Medan, Sumatera Utara ini, merupakan rangkaian kedua setelah di Bandung, Jawa Barat. Selanjutnya, roadshow akan berlangsung di sejumlah provinsi lain, diantaranya Sulawesi Selatan dan Jawa Tengah.

Empat Kegunaan Besar Dana Desa 2017

Sebelumnya di Bandung, Rabu (14/12/2016),  Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT), Ahmad Erani Yustika, mengatakan Dana Desa (DD) pada tahun 2017 mendatang dapat digunakan untuk empat peruntukan besar dantaranya pembangunan infrastruktur, pelayanan sosial, pengembangan ekonomi dan pemberdayaan.

“Tahun 2017, bagi desa yang masih tertinggal, untuk bidang infrastruktur silakan dilanjutkan. Kedua, pelayanan sosial dasar, seperti akses air bersih, sanitasi, listrik, dan PAUD. Ketiga, pengembangan ekonomi untuk membuat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Keempat, pemberdayaan dan pelatihan,” ungkap Erani.

Dalam kegiatan Roadshow Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa itu, Erani, menjelaskan untuk pelayanan sosial dasar dan kemudahan akses  pada 2017 mendatang aparat desa diperbolehkan untuk membeli ambulans desa. Sedangkan untuk pengembangan ekonomi lokal, program kolaborasi BUMDes dan Koperasi dinilai dapat mendorong pergerakan ekonomi desa.

Pencairan DD tahap pertama tahun 2017 direncanakan akan disalurkan pada bulan Maret. Nilainya meningkat menjadi Rp 60 trilyun. Peningkatan juga akan dilakukan di tahun 2018, yakni menjadi Rp 120 trilyun sehingga tiap desa akan mendapat sekitar Rp 1,5 milyar.


“Kami terus mengimbau perangkat desa untuk disiplin membuat laporan realisasi penggunaan Dana Desa. Harus sesuai jadwal,” tegasnya. (*) 

Tidak ada komentar