MEA Jadi Peluang bagi Perempuan di Sektor Ekonomi Kreatif
![]() |
| Pengguntingan pita pembukaan pameran dan seminar Dharma Wanita Persatuan, Selasa 4 Oktober 2016. (Foto: jurnaltimur) |
JURNALTIMUR.COM,- Pelaku usaha perempuan memiliki potensi
untuk menggerakan ekonomi rakyat dalam Masyarakat ekonomi Asean (MEA). Hal ini
mengingat sebagian pelaku usaha Indonesia, khususnya industri rumahan dan UKM
adalah kaum perempuan.
Ketua Umum Dharma Wanita
Persatuan (DWP) Wien Ritola Tasmaya mengatakan, perekonomian dalam Masyarakat
Ekonomi Asean (MEA) merupakan peluang bagi perempuan dalam meningkatkan ekonomi
kreatif dalam persaingan global.
"Organisasi Dharma
Wanita Persatuan akan memperkuat peran serta perempuan dalam pembangunan bangsa
dan berperan aktif membantu pemerintah dalam pelaksanaan program kemasyarakatan
di lapangan," ujar Wien Ritola, saat memberikan sambutan pembukaan acara
Seminar Nasional 2016, bertema "DWP Mendukung Sukses MEA" di
Auditorium Manggala Wanabakti, Jalan Jenderal Gatot Soebroto, Senayan, Jakarta
Pusat, Selasa (4/10/2016). Selasa (4/10/2016).
Masyarakat ekonomi ASEAN
(MEA) 2015 yang disepakati pimpinan Asean dalam pertemuan Bali 2003 menyepakati
untuk menciptakan relasi dan persaingan tanpa batas dengan konsekuensi
terciptanya pasar tunggal dan bebas yang berarti bebasnya aliran barang, jasa,
modal, investasi, dan tenaga kerja antar kawasan Asean.
Menurut Wien Ritola, Dharma
Wanita Persatuan sebagai istri pegawai aparatur sipil negara (ASN), yang dalam
sejarahnya turut berkiprah dalam pembangunan bangsa, bertekad mengembangkan
organisasi menjadi organisasi yang modern dan profesional untuk memperkuat
peran serta perempuan dalam pembangunan bangsa.
"DPW berperan aktif
dalam membantu pemerintah dalam pelaksanaan kebijakan dan program di
lapangan," ujar Wien Ritola
Rencana strategis DWP yang
dihasilkan oleh MUNAS III DWP tahun 2014, yang mengacu kepada RPJMN 2015-2019
dari pemerintah tujuannya DWP menjadi Center
of Excellence yang merupakan pusat pelatihan dan pelayanan anggota DWP
dalam meningkatkan kapasitas sebagai perempuan yang berhasil membina keluarga
dan terkiprah secara aktif dalam peran publik.
Seminar Nasional 2016 ini
dihadiri 1.700 peserta dari pengurus DPW seluruh Indonesia baik tingkat
pusat, provinsi maupun kabupaten/kota. Rangkaian acara seminar berlangsung
selama dua hari, yakni 4-5 Oktober 2016.
Pada kesempatan seminar ini
dilakukan penyerahan film dokumenter organisasi DWP dengan judul Jejak Langkah
kepada Arsip Nasional, sebagai salah satu cara perlindungan dokumen negara,
agar masyarakat dapat mengakses informasi seputar DWP dengan mudah.
Selain seminar juga diadakan pameran usaha ekonomi kreatif dari
kelompok perempuan.
Melalui seminar ini diharapkan
adanya peningkatan pemahaman perempuan terutama istri ASN tentang meleburnya
Indonesia dalam MEA sekaligus adanya pemahaman untuk mengubah hambatan menjadi
peluang. (Ben)


Tidak ada komentar