Indonesia Tak Harus Impor SDM Ahli Teknologi Digital
JURNALTIMUR.COM,- Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Komunikasi dan
Informatika (Kemenkominfo), berupaya mencetak para tenaga kerja andal di bidang
teknologi digital. Sehingga nantinya tak ada lagi tenaga kerja impor yang ahli
di teknologi digital.
Menteri Kominfo Rudiantara mengatakan, Indonesia masih
memiliki banyak sumber daya manusia (SDM) dengan kualitas keahlian menyerap
teknologi digital yang mampu berdaya saing dengan negara asing.
Menyikapi itu, Menteri Rudiantara mengatakan, Kemenkominfo
saat ini sedang membuat sebuah program pelatihan bersertifikat Digital Talent
Scholarship yang ditujukan guna pengembangan kapasitas SDM dalam kebutuhan
tenaga kerja terampil di bidang teknologi digital.
“Saat ini Kemenkominfo fokus kepada talenta. Kenapa kami
dorong talenta atau SDM? Karena jangan sampai infrastruktur bagus namun
Indonesia kekurangan SDM, itu kan timpang gitu. kita tidak mungkin rela kalau
yang mengoperasikan adalah SDM dari luar negeri,” kata Menteri Rudiantara saat
berbincang dalam tayangan Prime Talk di Metro TV, Kamis (18/10/2018), bertema
Antisipasi Indonesia Menghadapi Era Ekonomi Digital dan Revolusi Industri 4.0
Menurut Menteri Rudiantara, program Digital Talent
direncanakan dapat berlangsung setiap tahunnya. Menteri Rudiantara menjelaskan,
dari program Digital Talent dapat lahir level teknisi di beberapa teknologi
revolusi industri 4.0.
“Kita tidak boleh hanya bicara kalau Indonesia punya teknisi
yang baik, misalnya, kita harus create. Makanya kita bentuk program Digital
Talent ini. IoT (Internet of Thing), kemudian cyber security, termasuk juga
digital plannernya, itu kita coba masukin semua,” ujar Menteri Rudiantara.
Menteri Rudiantara mengungkapkan, tahun 2018 disiapkan
sebanyak 1.000 peserta untuk diberikan pelatihan antara lain artificial intelligence
(AI), big data, cyber security dan cloud computing.
Selanjutnya, ucap Menteri Rudiantara, para peserta yang
lolos akan mengikuti kelas dalam jaringan (daring) yaitu digital business.
“Tahun ini peserta yang mendaftar ada 46.886 orang, yang
menyelesaikan tes 21.000. Padahal kita mau ambil hanya 1.000 peserta,” kata
Menteri Rudiantara.
Menteri Rudiantara menyampaikan, tahun 2019 peserta program
Digital Talent akan ditambah menjadi 20.000 orang dengan tes berbeda dan
ketentuan usia tidak boleh melebihi 29 tahun sehingga bisa lebih menyasar
generasi milenial.
Digital Talent Scholarship adalah program pendidikan tanpa
gelar bersertifikat dan didukung oleh Microsoft Indonesia. Program Digital
Talent bekerja sama dengan perguruan tinggi, seperti Institut Teknologi
Bandung, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Universitas Gadjah Mada yang
nantinya akan menyediakan materi pelatihan termasuk staf pengajarnya.**
Sumber : Siaran Pers Humas Kementerian Kominfo

Tidak ada komentar