“Strategi Jitu” Paket Harmoni, untuk Menangkan Pilgub NTT 2018
![]() |
| Konferensi pers yang dilakukan paket Harmoni, Benny K. Harman dan Benny A. Litelnoni,di Hotel Maya Kota Kupang Sabtu, (06/01/2018) |
Oleh : Benjamin Tukan
Konferensi pers yang dilakukan paket Harmoni, Benny K. Harman
dan Benny A. Litelnoni,di Hotel Maya Kota Kupang Sabtu, (06/01/2018), boleh
dibilang sangat mendadak atau di luar pikiran kebayakan orang. Atau
barangkali yang namanya konferensi pers itu hal yang biasa dan tidak seheboh
deklarasi dukungan sehingga sebelum kegiatan tidak menjadi perhatian. Tapi hasilnya kita bisa lihat
bahwa peserta konferensi itu cukup banyak, liputannya pun masif bahkan di media sosial facebook dan group WA misalnya,
mendapat perhatian khusus.
Perhatian media tertuju
pada alasan dilakukan konferensi pers yakni mau mengatakan bahwa paket
Harmoni sudah resmi mendapatkan SK dari Partai
Demokrat, PKS dan PKPI. Katanya untuk menjawab keraguan itu maka koalisi
menganggap penting membuat konferensi pers. Dan sudah jelas koalisi
telah memenuhi syarat-syarat dukungan partai dan siap mendaftarkan di
KPU.
![]() |
| Benjamin Tukan |
Ada lima point penting yang dinyatakan Benny K. Harman saat didaulat untuk memberikan pernyataan dalam konferensi pers itu. Kelima poin itu adalah (1) Pengakuan akan jejak rekam kandidat, (2) mengandalkan kedekatan dengan rakyat, (3) Memiliki konsep dan program yang jelas untuk NTT, (4) Pembangunan yang berkesinambungan dan (5) Kebhinekaan masyarakat NTT.
Akankah lima poin ini menjadi strategi jitu Paket Harmoni memenangkan Pilgub 2018? Saya coba menguraikan satu persatu dibawah ini.
Akankah lima poin ini menjadi strategi jitu Paket Harmoni memenangkan Pilgub 2018? Saya coba menguraikan satu persatu dibawah ini.
Pertama, pengakuan akan jejak rekam dan pengalaman. Benny K.
Harman mengawali pembicaraan dalam konferensi pers itu dengan menyampaikan alasan
mengapa mereka harus maju dalam pilgub NTT. Alasan yang diungkapkan adalah jejak rekam dan pengalaman.
Rupanya Benny K. Harman sangat
mengandalkan jejak rekam dan pengalaman. Ia yakin bahwa sebagai tokoh nasional
yang 15 tahun menjadi anggota DPR berhadapan dengan kompleksnya persoalan dan begitu luasnya jaringan
menjadi modal awal dia menyatakan kesediaan akan memimpin provinsi seribu pulau ini.
Pengalaman yang ia sebut ada pada dirinya kemudian juga ada pada Benny A. Litelnoni yang saat ini masih menjabat wakil gubernur NTT. Dalam kesempatan itu, Benny K. Harman juga menyebutkan bahwa pilihan kepada Benny A. Litelnoni sebagai wakil gubernur adalah
pilihan berdasarkan jejak rekam.
Kedua, mengandalkan
kedekatan dengan rakyat. Jika menyimak apa yang dikatakan Benny K. Harman
dalam konferensi pers itu terlihat dia sangat meyakini bahwa dirinya dan Benny A. Litelnoni sangat dekat dengan rakyat. "Kami juga punya kemauan, kami siap. Kami siap hidup
bersama rakyat NTT mengatasi kemiskinan," kata Benny K. Harman. Dalam kesempatan itu Benny K. Harman menyatakan juga bahwa dia selalu melihat persoalan dari bawah.
Tidak diragukan pernyataan semacam ini. Kedekatan yang diungkapkan Benny K. Harman bukan saja menggabarkan bahwa pasangan ini punya hati dengan hidup
keseharian masyarakat NTT tetapi juga dalam banyak hal mereka sering turun ke
masyarakat.
Dalam kapasitasnya sebagai anggota DPR dia terlibat dalam begitu banyak
persoalan masyarakat dan dengan caranya sendiri membangun jaringan-jaringan
untuk secara serius memperhatikan NTT sebagai konsekuensi sebagai wakil rakyat NTT.
Ketiga, punya konsep membangun NTT. Dalam kesempatan itu Benny K. Harman menyebut bahwa paket Harmoni memiliki konsep. “Saya punya konsep menyelesaikan masalah yang selama ini masih menjadi problem
utama provinsi ini, ” kata Benny K. Harman.
Jika membaca media
lokal, Pos Kupang, Flores Pos, Timex, dan beberapa media online, Benny K. Harman
selalu menyodorkan gagasan-gagasan tentang bagaimana NTT bisa keluar dari
kemiskinan. Menariknya, kemunculan gagasan-gagasannya di media lokal sangat terkait dengan kesempatan kunjungannya ke beberapa wilayah di NTT. Gagasan yang diungkapkan pun sangat konrkit dan menyentuh persoalan. Program yang sungguh aplikatif.
Keempat, pembangunan NTT yang berkesinambungan. Dalam kesempatan itu Benny K. Harman mengatakan Benny A. Litelnoni adalah wakil gubernur
patahana. "Hal yang baik dari pemerintahan sebelumnya akan dilanjutkan, dikawal,
yang belum berhasil akan diupayakan agar berhasil. Ada kesinambungan tapi kami juga
menghendaki ada perubahan. Perubahan itu pun karena adanya dinamika," kata Benny K.Harman.
Pernyataan Benny K. Harman di atas memang jarang dilakukan oleh calon-calon pemimpin. Hanya mereka-mereka yang memiliki jiwa besar yang sanggup memberi tempat pada jejak para pendahulu. Calon-calon pemimpin yang biasa-biasa saja hanya mempersalahan masa lalu, agar orang hanya
mengingat dirinya sendiri. Padahal pemimpin mana pun tentu menghendaki apa yang dirintisnya dan dianggap baik harusnya dilanjutkan.Mengakui ada kebaikan di masa lalu juga bukan pekerjaan yang rumit.
Pernyataan ini membawa konsekuensi politik yang luar biasa,
karena walau secara koalisi partai, Gubernur Frans Lebu Raya berbeda dukungan, namun kejelasan akan adanya kesinambungan program dan gagasan yang baik dar Frans Lebu Raya justru ada pada paket Harmoni.
Kelima, kebihinekaan masyarakat NTT. Benny K. Harman mengungkapkan bahwa koalisi
partai Demokrat, PKS dan PKPI menamakan koalisi kebhinekaan sementara paket
pasangan ini diberi nama Harmoni. Benny K. Harman juga menyebutkan masyarakat NTT sebagai masyarakat multi
etnik.
Keberagaaman NTT menjadi modal yang sangat dijunjung paket
ini. Ini juga modal yang penting, manakalah berangkat dari kondisi obyektif
masyarakat NTT. Tidak sekedar membawa optimism bahwa paket sangat menjunjung
tinggi kebhinekaan, pernyataan semacam ini juga sekaligus menepis anggapan bahwa pilkada NTT akan rawan
konflik.
Beberapa soal yang dinyatakan Benny K. Harman
dalam konferensi pers itu, hemat saya adalah modal dan strategi jitu paket Harmoni
dalam memenangkan Pilgub nantinya. Tinggal dicari strategi-strategi yang lebih mendekakan rakyat berdasarkan modal sosial-politik yang dipunyai.
Di luar itu, paket ini telah memulai menunjukkan keberanian yang bukan dalam level perang atau pun melawan, keberanian yang tidak sekedar main gertak-gertakan, melainkan keberanian untuk mendengar nurani kepemimpinan pada sesuatu yang berhubungan dengan hati rakyat untuk kemudian menjalankannya tanpa kompromi.
Di luar itu, paket ini telah memulai menunjukkan keberanian yang bukan dalam level perang atau pun melawan, keberanian yang tidak sekedar main gertak-gertakan, melainkan keberanian untuk mendengar nurani kepemimpinan pada sesuatu yang berhubungan dengan hati rakyat untuk kemudian menjalankannya tanpa kompromi.
Benjamin Tukan, Periset Media


Tidak ada komentar