Di Larantuka, Menteri Luhut Sebut "NTT Miliki Kekayaan yang Terpendam"
JURNALTIMUR.COM,- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman
Luhut Binsar Panjaitan, Selasa 31 Oktober 2017 berkunjung ke
Larantuka-Kabupaten Flores Timur (Flotim), NTT. Kunjungan ke Larantuka ini
merupakan bagian dari kunjungan selama dua hari di NTT yaitu pada Senin 30
Oktober- Selasa 31 Oktober 2017.
Selama di Larantuka, Menteri Luhut melakukan serangkaian kegiatan diantaranya
meninjau Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Larantuka, meninjau lokasi pembangunan
Jembatan Pancasila Palo Tanah Merah. menemui petani mente di perkebunan Jambu
Mete di Welo Kecamatan Lewolema dan ikut hadir dalam kegiatan pengeresmian
Taman Doa Fatima San Dominggo.
Dalam sambutan saat pengeresmian Taman Doa Fatima, Menteri Luhut mengatakan
Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki kekayaan yang terpendam di Indonesia. Menurut Menteri Luhut, selama ini terkesan kurang diperhatikan, karena manajemen pembangunan yang
dinilai tidak dilakukan secara holistik dan tidak terintegrasi.
![]() |
| Menteri Luhut saat di Larantuka hadir dan berbincang dengan para pelajar |
Menteri Luhut menjelaskan, ada 36.000 hektar luas
lahan potensi garam di Indonesia, 26. 000 hektarnya ada di NTT. Bila sumber
daya alam ini dikembangkan, kata Menteri Luhut, maka akan ada perputaran uang sebesar 30 triliun
rupiah di NTT.
Luhut pun memberikan gambaran, misalnya potensi komoditas
garam yang dinilainya dapat menjadi andalan Provinsi NTT. Lahan garam di NTT
menurut data yang dimiliki Pemerintah, dari satu hektar lahan garam bisa
menghasilkan 100 ton garam, artinya bila ada 21.000 hektare lahan garam, bisa
memproduksi hingga 21 juta ton garam, dan apabila dikalkulasi akan ada
perputaran uang puluhan triliun.
Di sektor pariwisata, Menteri Luhut mengatakan potensi kunjungan
wisatawan ke NTT bisa mencapai dua juta orang pada tahun 2019 dengan dukungan
kesiapan infrastrukur yang terus digenjot pemerintah. Jika kunjungan itu terealisasi maka NTT bisa
mendapat keuntungan hingga 2 miliar dollar atau 20 triliun rupiah.
Dalam kunjungan ini Menteri Luhut mengatakan akan membantu
pengembangan infrastruktur di Larantuka, Kabupaten Flores Timur. Menteri Luhut berharap agar Flotim bisa
mengekspor ikan dan produk unggulan ke luar negeri langsung dari Flotim.
Terkait dengan itu, Bandar Udara Gewayan Tanah
Larantuka perlu diperpanjang, Jembatan Pancasia-Palmerah harus dibangun karena
bisa mengatasi masalah listrik di Larantuka. Sementara pembangunan Dermaga
Kontainer di Wello, Larantuka, dilakukan guna mendukung program tol laut.
Menteri Luhut menyampaikan bahwa kedatangannya ke Larantuka
bukanlah sebuah kebetulan, mengingat jadwal kerja yang sangat tinggi.
"Saya berbahagia bisa hadir di NTT dan Larantuka, tidak
ada dalam hidup ini yang kebetulan. Semuanya sudah diatur Tuhan. Hari ini, saya
bisa datang ke sini itu sudah Tuhan atur," ucap Luhut yang disambut tepuk
tangan warga Larantuka.
(Ben/dari berbagai media)


Tidak ada komentar