BreakingNews

Kementerian Tenaga Kerja RI Lakukan Monitoring Desmigratif di Ende



 
Pertemuan tim monitoring Kementerian Tenaga Kerja RI dengan kelompok Desmigratif di Uzuramba Barat (Foto : Jurnaltimur/ welano)
JURNALTIMUR.COM. Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia hari ini Kamis (19/10/2017) melakukan monitoring terhadap beberapa program pemberdayaan yang saat ini sedang dikerjakan oleh kelompok masyarakat yang ada di Desa Migran Produktif Uzuramba Barat, Kecamatan Ende dan Ranggatalo, Kecamatan Lio Timur.


Setelah kemarin Rabu (18/10/2017) melakukan monitoring kegiatan pemberdayaan kelompok masyarakat yang ada di Desmigratif Ranggatalo hari ini tim monitoring yang terdiri dari Sunardi dan Adit melakukan  monitoring terhadap kelompok usaha kripik binaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Ende di Kelurahan Lokoboko, Ndona. 


Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Ende  Yosefa P. Dewi,  dalam kegiatan ini mengatakan monitoring yang dilakukan  tim Kementerian Tenaga Kerja RI ini guna melihat secara langsung perkembangan kegiatan kelompok masyarakat Desmigratif yang ada di Kabupaten Ende.


Pihaknya menambahkan dengan adanya monitoring   tim kementerian RI ini dapat memberikan motivasi kepada masyarakat untuk tetap bersemangat dalam mengembangkan keterampilan yang telah diperoleh dalam pelatihan terdahulu yang diberikan oleh Disnakertrans Ende.


"Kami berharap dengan adanya kunjungan tim monitoring Kementerian Tenaga Kerja RI dapat memotivasi mereka dalam meningkatkan kreativitas produksi mereka" kata Yosefa Dewi.


Menurut Sunardi S.Kom, ketua tim monitoring Terapan Teknologi Tepat Guna dan Pemberdayaan Tenaga Kerja Mandiri  Kementerian Tenaga Kerja RI mengatakan pentingya melakukan monitoring kegiatan Desmigratif untuk mengetahui sejauh mana perkembangan kegiatan pemberdayaan bagi masyarakat di desa Desmigratif sehingga dalam kelanjutan program ini bisa di tingkatkan lagi, serta bisa mengetahui keunggulan dan kelemahan program ini sehingga dapat dievaluasi secara baik untuk penyempurnaannya di waktu mendatang.


"Kami ingin melihat secara dekat pertumbuhan dan perkembangan program ini di masyarakat agar dapat dilakukan evaluai untuk penyempurnaannya" katanya.


Sementara itu Kepala Desa Uzuramba Barat, Robert Kesu  dalam kesempatan itu mengatakan jika desanya merupakan penghasil komoditi yang luar biasa namun masih kesulitan dalam pemasaran hasil produk tersebut.


"Terus terang kondisi alam disini memiliki hasil komoditi yang luar biasa namun kami masih kesulitan dalam pemasaran sehingga hasil komoditi kami masih dikuasai  para tengkulak" tuturnya. (welano).

Tidak ada komentar