Jembatan Pancasila dan Prospek Pembangunan di Flotim
Oleh : Kopong Hilarius
"WAH! ITU berarti mente bapak saya sudah sampai di
Eropa, ya!" Itulah reaksi saya ketika mendengar Dimas, seorang staff
perusahan Javara - Indigenous food production mengatakan bahwa mereka membeli
mente dari Adonara dan Flores kemudian diproses dan dieksport ke Eropa. (Dimas
ke Melbourne sebagai salah seorang delegasi Indonesia yang sedang menghadiri
Konferesi Pemuda Indonesia-Australia di Melbourne yang diselenggarakan oleh
Conference of Australia and indonesian Youth (CAUSINDY)) .
Dalam pembicaraan singkat itu saya memperoleh informasi
bahwa Dimas sering ke Flores dan Adonara untuk melakukan koordinasi pengadaan
pangan lokal yang ditugaskan oleh perusahannya (perusahan pengelolaan makanan
lokal yang berpusat di Jakarta). Perusahan ini telah mendirikan industri
pembuatan keripik kelapa di Maumere dan membeli komoditi pertanian lain seperti
mente dll di Flores dan Adonara.
Menurut Dimas, mente dari Flores, Adonara dan
Solor ini dikelola dan dieksport ke Eropa. Dalam waktu dekat perusahan ini akan
membuka tokonya di Melbourne untuk menjual makanan lokal yang diambil dari
seluruh daerah di Indonesia termasuk dari Flotim.
![]() |
| Kopong Hilarius |
"Bagaimana kalau membuka industri pengelolaan makanan
di Larantuka atau Adonara ?" Tanya saya kepada Dimas.
"Hal itu sangat
mungkin pada masa yang akan datang namun saat ini belum bisa karena
ketersediaan listrik di sana belum memadai" jawabnya.
Jawaban Dimas ini
mengingatkan saya pada rencana pembangunan Jembatan Pancasila atau Jembatan
Palmerah yang menjadi penyangga turbin pembangkit tenaga listrik arus bawah
laut, yang menurut berita di berbagai media massa diperkirakan turbin ini
menghasilkan kapasitas listrik yang sangat besar. Jika rencana pembangunan
turbin ini dapat dilaksanakan maka masalah keterbatasan arus listrik di Flores
Timur dapat teratasi.
Listrik adalah salah satu faktor utama dalam pembangunan
suatu daerah. Ketersedian listrik yang memadai akan membuka banyak peluang
usaha di berbagai bidang, baik usaha kecil maupun usaha menengah ke atas.
Selain itu listrik juga dapat memungkinkan pengadaan alat-alat medis yang lebih
lengkap untuk pelayanan kesehatan di Flotim.
Dengan listrik pula akan
memungkinkan sekolah-sekolah di Flotim dapat menggunakan teknologi moderen
seperti komputer dan peralatan elektronik laboratorium dalam proses belajar
mengajar. Dan masih banyak lagi manfaat listrik terhadap pembangunan di Flores
Timur jika turbin ini dapat dibangun.
Selain itu kehadiran turbin ini memberi
banyak keuntungan lain, baik langsung maupun tidak orang seperti mengurangi
pencemaran udara dan menjadi sumber pendapat asli daerah Flotim jika arus
listrik dari turbin ini digunakan juga oleh masyarakat di kabupaten lain.
Merujuk dari keuntungan-keuntungan turbin pembangkit tenaga
listrik di atas, kita sepantasnya mendukung upaya yang telah dan sedang
dilakukan oleh pemerintah daerah selama ini. Tentu dalam suatu usaha itu selalu
ada hambatan dan tantangannya. Hal ini bisa saja mempengaruhi jadwal
pelaksanaannya bahkan dapat pula membatalkan rencana proyek tersebut; itulah
konsekuensi dari sebuah usaha yang harus kita hadapi. Kita tidak boleh tidak
membuat suatu usaha karena takut gagal.
Memang patut kita sadari bahwa yang duduk di pucuk
pemerintah daerah dewasa ini adalah politikus hasil pemilu sehingga
tak dapat dielakan bahwa mereka itu sering menjadikan proyek-proyek
pembangunan sebagai modalnya dalam berpolitik. Jadi mereka pantas dikritik
karena kritik dalam dunia politik memang sangat dibutuhkan agar aktor-aktor
politikus lebih mawas diri dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya.
Namun dalam hal rencana pembangunan jembatan Palmerah hendaknya kritik itu tidak
bersifat penolakan atas proyek ini karena proyek ini akan memperbaiki taraf
hidup masyarakat Flores Timur jika hasil study kelayakan dinyatakan layak.
Dari
proyek ini kita berharap suatu saat nanti Flotim memiliki industri pengelolaan
hasil buminya dan industri pengelolaan hasil lautnya di tanah Lamaholot
sehingga kita tidak lagi merantau ke tanah Malaysia tetapi merantau ke Boro,
Tanjung Bunga, Lohayong atau ke Wai Wuring. SEMOGA!
Melbourne, 22102017


Tidak ada komentar