BreakingNews

Menanti Hasil Pilkada Intan Jaya, Ini Kata Legislator Papua Thomas Sondegau

JURNALTIMUR.COM,- Proses Pilkada Kabupaten Intan Jaya 2017 masih belum juga memastikan siapa yang terpilih untuk memimpin kabupaten ini lima tahun ke depan. Hari ini, Rabu (2/8/2017), Mahkamah Konstitusi (MK) kembali menggelar sidang dengan agenda mendengarkan Laporan Pemungutan Suara Ulang (PSU) dari KPU Provinsi Papua, KPU RI, Bawaslu Provinsi Papua dan Bawaslu RI.


Di sela-sela sidang MK ini, JurnalTimur  menemui Legislator Papua Thomas Sondegau untuk meminta pendapat atas proses pilkada yang sudah berlangsung dan proses persidangan di MK  yang sedang berlangsung.


Thomas Sondegau
Legislator di DPR Papua dua periode ini kepada JurnalTimur  mengatakan hingga kini proses pilkada Intan Jaya berlangsung dalam koridor yang sebenarnya. Sejak Pemungutan Suara Ulang (PSU)  yang berjalan damai, kini memasuki tahap laporan KPU Provinsi kepada MK sesuai aturan yang ditetapkan MK dalam persidangan sebelumnya.


Thomas menuturkan,  proses PSU yang berlangsung aman dan damai itu menunjukkan bahwa masyarakat Intan Jaya memiliki tingkat refleksi budaya yang sangat tinggi untuk menjaga keamanan dan perdamaian yang ada dalam masyarakat.


Kesadaran warga semacam ini, kata Thomas juga didukung dengan kesiapan aparat Polisi dan TNI yang terjun langsung menjaga keamanan selama PSU berlangsung.


 “Semua proses pemilihan maupun perhitungan hasil PSU semua berjalan lancar. Masyarakat pada intinya menerima  dan disana masyarakat tidak mau lagi mengulangi kedua kali seperti yang lalu sampai ada korban,”katanya.


Thomas mengakui, saat PSU berlangsung dirinya juga terjun langsung mengawasi sampai ke lapangan, begitupun dari pihak KPU Provinsi mewakili KPU Intan Jaya sudah membawa hasilnya ke provinsi dan MK.


“Sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan itu, baik KPU Provinsi maupun Banwas Provinsi sudah melaporkan. Karena memang benar di sana tidak ada masalah. Dan pada saat sidang tadi laporan yang disampaikan tidak ada hal yang merugikan siapa-siapa, karena hasil dari lapangan itulah yang disampaikan,” katanya. 


Ia mengharapkan agar kondisi ini tetap terpelihara hingga ada keputusan tetap hasil Pilkada Intan Jaya. Kondisi yang damai dan aman semcam ini, lanjut Thomas dapat memberikan nilai positif pada kondisi untuk membangun Intan Jaya saat ini dan kedepan.


Dia  meminta kepada para pihak khususnya masyarakat di kabupaten Intan Jaya untuk mempertahankan kondisi yang ada dan  menahan diri, sebab siapapun yang akan menjadi Bupati dan wakil Bupati tidak mungkin sekejap mengubah kabupaten Intan Jaya itu menjadi kabupaten yang maju dan menjawab seluruh persoalan masyarakat.


“ Semuanya bertahap dan setiap Bupati  akan bekerja berdasarkan dana APBD, yang mana setiap tahun sudah dialokasikan ke dalam pos-pos pembangunan. Barangkali sedikit berpengaruh adalah visi, misi dan komitmen Bupati, tapi itu juga tidak membuat semuanya berubah dalam sekejab,” jelasnya.


Dengan kesadaran semacam ini dan didorong oleh harapan yang sama untuk menjadikan Intan Jaya yang lebih baik, maka dia pun meminta kepada masyarakat Intan Jaya untuk tidak mempercayai isu-isu yang yang tidak benar, sebab nantinya yang memutuskan siapa yang menang, siapa yang kalah itu, adalah MK.         


“ Pemilihan sudah berjalan sesuai aturan yang ditetapkan MK. Hanya tinggal sekarang, menanti sidang selanjutnya. Apakah sidang selanjutnya langsung  masuk pada inti perkara yakni memutuskan siapa yang menang, siapa yang kalah, ataukah melewati  pembuktian, kita tunggu saja agenda MK,” terangnya.


“Kami juga perlu menyampaikan bahwa kedua pasangan ini adalah saudara kita dan keduanya adalah anak daerah, sehingga siapapun yang akan naik, dia akan membangun kabupaten Intan Jaya,” lanjutnya.


Pembangunan Intan Jaya

Menyinggung pembangunan Intan Jaya dalam perode selanjutnya, Thomas Sondegau  mengatakan siapa pun yang terpilih kiranya dapat belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya untuk membangun Intan Jaya yang lebih baik.


“Setelah melewati pengalaman, kedepannya Intan Jaya harus sama dengan kabupaten-kabupaten lain. Artinya Intan Jaya membangun dengan dana APBD, daerah lain juga sama membangun daerahnya dengan APBD. Sekarang tergantung pemimpin mau membawa rakyat ke arah mana, sehingga betul-betul maju, baik itu infrastuktur maupun  pembangunan SDM nya,” katanya.

 
Bandara Sugapa-Intan Jaya merupakan satu-satunya pintu masuk  barang ke Intan Jaya. (Foto : Ben) 
Dia mengakui, tidak mudah membangun Intan Jaya, karena Intan Jaya memiliki topografi yang sangat sulit dan merupakan satu-satunya kabupaten yang hanya mengandalkan transportasi pesawat. Dalam kondisi semacam ini  menurutnya, Bupati Natalis  dapat membangun Intan Jaya dan sangat diapresiasi oleh banyak pihak.


“Intan Jaya membangun daerahnya dengan mengandalkan satu-satunya transportasi adalah melalui udara. Tentu ini membutuhkan biaya yang begitu besar. Dan  perlu diakui, Natalis bisa memimpin  dan membangun daerahnya dengan kondisi seperti ini. Lain dengan daerah lain, yang mana pembangunan didukung oleh sarana transportasi darat,” katanya.


Untuk lebih mempercepat pembangunan, lanjutnya, Intan Jaya kini membutuhkan sarana akses baru melalui jalan darat. Jalan darat ini akan diusahakan dari Enarotali hingga Sugapa.


“Kita yang di Provinsi juga mendorong dana yang besar untuk menyelesaikan soal ini. Kami sekarang kejar dari APBD Provinsi agar jalan dari Enarotali  ke Sugapa bisa segera tersambung. Dalam tahun anggaran 2017, kami sudah alokasikan anggaran 60 miliar dengan rincian Sugapa-Enarotali 30 Miliar dan 30 miliar dari Enarotali-Sugapa. Kita juga sedang melobi dana APBN,”jelasnya.


“Kami dari provinsi juga berjuang membantu kabupaten Intan Jaya untuk membuka isolasi daerah. Karena hal ini yang terpenting. Dengan terbukanya isolasi maka berpengaruh pada harga-harga barang di Intan Jaya yang sekarang sangat mahal,” tambahnya.  (Ben)
•         

Tidak ada komentar