Masyarakat Adat Rendu Lakukan Studi Banding Ke Waduk Jati Luhur
| Ketua FPPWL. Bernadinus Gaso saat berdiskusi dengan kaum ibu Rendu Butowe |
JURNALTIMUR.COM. Masyarakat adat Rendu Butowe, Kecamatan Aesesa Selatan, Kabupaten Nagekeo NTT, sejak hari ini
Selasa, 1 - 8 Agustus 2017 akan melakukan studi banding tentang waduk di
beberapa tempat guna melihat secara dekat dan mengetahui lebih jauh dampak
keuntungan atau kerugian dari sebuah waduk.
Dalam studi banding ini masyarakat adat Rendu mengutus 14
warganya untuk mengunjungi beberapa waduk baik yang ada di Kupang maupun di
luar NTT dalam kurun waktu satu minggu ke depan.
Ketika berada di Kupang ke -14 warga ini akan mengunjungi
lokasi waduk Kilong dan waduk
Raknamo sedangkan di luar NTT,
waduk yang akan dikunjungi adalah waduk
raksasa Jati Luhur yang berada di Purwakarta, Jawa Barat.
Menurut pimpinan rombongan, Bernadinus Gaso mengungkapkan
studi banding yang dilakukan saat ini bermaksud untuk mengetahui secara pasti
dampak keuntungan dan kerugian sebuah waduk terhadap kehidupan masyarakat
karena dalam sosialisasi yang pernah dilakukan Pemda Nagekeo beberapa waktu
silam tidak pernah menjelaskan dampak negatif
dari sebuah waduk.
“ Sebagai warga negara yang baik, masyarakat adat Rendu
tidak pernah menolak pembangunan. Yang ditolak masyarakat adat Rendu adalah
pembangunan waduk yang akan
menenggelamkan pemukiman warga dan tanah ulayat kami” katanya.
Gaso yang juga Ketua Forum Penolakan Pembangunan Waduk Lambo
(FPPWL) menambahkan meski saat ini rombongan masyarakat adat Rendu melakukan
studi banding ke beberapa waduk bukan berarti masyarakat adat Rendu Butowe
telah menerima pembangunan waduk di lokasi yang selama ini diperjuangkan tetapi
pembangunan itu dilakukan di lokasi alternatif yang telah disiapkan warga.
“Kami telah menyiapkan lokasi alternatif untuk pembangunan
waduk dan lokasi itu sangat cocok untuk pembangunan waduk” tambahnya.
Sebelum berangkat menuju Kupang melakukan studi banding di
waduk Kilong dan waduk Raknamo dan selanjutnya ke Jakarta untuk melakukan studi
banding ke waduk Jati Luhur Purwakarta, Jawa Barat rombongan masyarakat adat
ini menyambangi Sekretariat AMAN wilayah Nusa Bunga bertemu dengan Philipus
Kami, Ketua AMAN Nusa Bunga.
Dalam pertemuan itu Ketua AMAN berharap dengan melakukan
studi banding ke beberapa waduk, masyarakat adat Rendu semakin terbuka
wawasannya untuk mengetahui lebih jauh dampak positif dan negatif sebuah
pembangunan waduk.
“Saya harap dengan adanya studi banding ini wawasan kita
tentang waduk dan dampaknya semakin bagus”tuturnya.
Philipus yang juga anggota DPRD Ende ini mengingatkan kepada
rombongan masyarakat adat untuk tetap menjaga komitmen yang telah dibangun
bersama selama ini.
“Jalan baik – baik dan tetap solid untuk menjaga komitmen
yang selama ini kita bagun bersama” pesannya.(welano)

Tidak ada komentar