Menteri Pariwisata Luncurkan “Tour de Flores 2017”
![]() |
| Peluncuran Tour de Flores 2017 oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya (Foto: Ben/Jurnal Timur) |
JURNALTIMUR.COM,- Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya
secara resmi meluncurkan event pariwisata berskala internasional "Tour de
Flores 2017" di Balairung Soesilo Soedarman, Kantor Kementerian
Pariwisata, Jakarta, Rabu (5/7).
Event balap sepeda internasional ini akan
berlangsung di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 14-19 Juli 2017. Opening
Ceremony diadakan Kamis malam, 13 Juli 2017 di Larantuka, Flores Timur.
Tour de Flores (TdF) 2017 untuk kedua kalinya diadakan
setelah tahun lalu sukses menjadi trending topik di media sosial dan
pemberitaan sport tourism. TdF mengangkat Flores ke pentas dunia. Menurut Menteri Arief Yahya, ada banyak peningkatan penyelenggaran
Tour de Flores tahun ini. Terutama di sisi nilai publikasi melalui media, baik
media massa maupun media sosial.
"Di
media value, ada lomba selfie," kata Arief dalam sambutan sebelum membuka
secara resmi Tour de Flores.
Arif menyebutkan Tour de Flores merupakan event yang
memiliki nilai publikasi media atau media value yang cukup tinggi. Salah satu
media value dari acara ini, kata Arief, menjadi trending topic walaupun belum
digelar.
Karena itu, Kementerian Pariwisata mendukung penuh sisi
nilai media ini. Jika media valuenya tinggi maka sponsor akan tertarik. Karena
itu, dia mengatakan 50 persen total pendanaan seharusnya dihabiskan untuk
promosi.
Arief mengatakan dampak langsung dari penyengggaraan balap
sepeda internasional ini kepada rakyat memang sedikit sulit dijelaskan. Namun,
publikasi yang besar terhadap acara ini akan bermanfaat bagi pariwisata manfaat
acara ini untuk Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya Flores.
Chairman Tour de Flores (TdF) Primus Dorimulu mengatakan,
tujuan penyelenggaraan TdF adalah mempromosikan dan mengangkat pariwisata
Flores.
"Jadi tidak sekadar lomba balap sepeda. Event ini
diharapkan dapat mempromosikan pariwisata Flores, mendorong terbentuknya Flores
Tourism Authority (FTA) untuk mewujudkan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata
prioritas, dan mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di Flores,"
kata Primus.
TdF 2017 digelar selama enam hari, menempuh rute sepanjang
721,6 km yang terbagi dalam enam etape. Etape pertama, Larantuka-Maumere dengan
jarak tempuh 138,5 km; etape kedua, Maumere-Ende (141,3 km); etape ketiga,
Ende-Mbay (111 km); etape keempat, Mbay-Borong (151 km); etape kelima yang
merupakan etape terpendek, yakni Borong-Ruteng (58 km); serta etape keenam atau
etape terakhir, Ruteng-Labuan Bajo (121,5 km).
Ajang balap sepeda di bawah pengawasan Union Cycliste
Internationale (UCI) ini akan diikuti 20 tim, terdiri atas 16 tim luar negeri
dan empat tim dalam negeri. Semua atlet yang tergabung dalam 20 tim itu adalah
peseda bertaraf internasional. Peserta dari luar negeri, antara lain berasal
dari Inggris, Uni Eropa, Afrika, Jepang, Korsel, RRT, Australia, Thailand, dan
Malaysia. Sekitar 50 persen tim yang tahun lalu mengikuti TdF, kini bertarung
lagi.
"Tidak hanya menyedot kunjungan wisatawan mancanegara
(wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus), event ini juga mampu menggerakkan
ekonomi daerah dan mendorong perbaikan infrastruktur," kata Kepala Dinas
Pariwisata NTT, Marius Jelamu.
Chairman Tour de Flores Primus Dorimulu mengatakan, tujuan penyelenggaraan
Tour de Flores adalah mempromosikan dan mengangkat pariwisata Flores.
"Jadi tidak sekedar lomba balap sepeda. Event ini diharapkan dapat
mempromosikan pariwisata Flores, mendorong terbentuknya Flores Tourism
Authority (FTA) untuk mewujudkan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata
prioritas, dan mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di Flores,"
kata Primus.
![]() |
| Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Chairman Tour de Flores (TdF) Primus Dorimulu memberikan keterangan pers usai acara peluncuran TDF 2017. (Foto : Ben / Jurnal Timur) |
Labuan Bajo sudah ditetapkan pemerintah pada akhir 2015
sebagai satu dari 10 destinasi prioritas di Indonesia selain Bali. Labuan Bajo
terletak di bagian barat Flores, satu dari tiga pulau besar di NTT. Sejak era
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, NTT ditetapkan sebagai provinsi pariwisata,
selain sentra ternak sapi. Presiden Jokowi membuat penajaman agar pariwisata
mengalami akselerasi.
Pilihan jatuh ke Labuan Bajo karena daerah ini adalah pintu
gerbang menuju Komodo National Park, Taman Wisata Nasional Komodo. Di kawasan
yang terdiri atas 150 pulau ini terdapat biawak komodo (Varanus komodoensis),
binatang purba yang masih hidup. Pulau Komodo sudah cukup dikenal di dunia
sebagai salah satu dari tujuh keajaiban warisan alam yang ada di dunia. Komodo
menjadi daya pikat wisatawan, baik wisatawan mancanegara (wisman) maupun
wisatawan Nusantara (wisnus).
Labuan Bajo menjadi gateway menuju daratan Flores dan
ratusan pulau yang ada di utara dan timur Flores. Pulau ini kaya akan wisata
alam dan budaya. Ada danau tiga warna Kelimutu di Ende, Danau Taratai Raksasa
di Pota, Manggarai Timur, tempat bermain ikan paus di Flores Timur, taman laut di
Riung, Ngada, taman laut di Teluk Maumere, perkampungan tradisional Bena di
Ngada, dan masih banyak lagi. Setiap kabupaten di Flores juga memiliki tenun
ikat khas.
Dengan TdF, dunia diajak untuk melihat Flores secara
keseluruhan. Flores yang kaya akan objek wisata alam dan budaya. Labuan Bajo
bukan hanya gateway menuju Komodo Natonal Park untuk wisata laut, tetapi juga
ke Flores mainluoand, ke wilayah daratan dan perairan Flores lainnya.
TdF adalah sport tourism, event olahraga yang dimaksudkan
untuk mempromosikan potensi wisata Flores. Banyak cara untuk promosi wisata,
antara lain menyampaikan informasi lewat media konvensional dan media sosial,
roadshow untuk menjelaskan potensi wisata, menyebarkan brosur, dan banyak lagi.
Tetapi, salah satu cara terbaik adalah menggelar event yang menarik minat
publik. Event musik dan olahraga terbukti efektif. Itu sebabnya, music tourism
dan sport tourism dimanfaatkan berbagai negara sebagai ajang promosi wisata.(*)
Editor : Benjamin Tukan



Tidak ada komentar