Waterpauw, Walesi dan Ramadhan
![]() |
Paulus Waterpauw berkesempatan Berbuka Puasa bersama dengan
para santri dan kaum muslim di Pondok Pesantren (Ponpes) Istiqomah, Walesi,
Kabupaten Jayawijaya, Sabtu (17/6)
|
Oleh: Peter Tukan
Mantan Kapolda Papua, Kaka Besar Paulus Waterpauw -anak asli
Papua dari Suku Komoro di Mimika Jauh yang lahir 25 Oktober 1963 pada Sabtu
(17/6) berkesempatan Berbuka Puasa bersama dengan para santri dan kaum muslim
di Pondok Pesantren (Ponpes) Istiqomah, Walesi, Kabupaten Jayawijaya.
![]() |
| Paulus Waterpauw |
Mengawali perbincangannya dengan para santri dan warga
muslim setempat, Paulus Waterpauw yang disapa "Kaka Besar PW"
menyampaikan permohonan maaf karena kesibukannya selama ini di bidang penegakan
Hukum dan HAM membuat dia baru datang ke Ponpes ini untuk bersilaturahmi
khususnya pada Bulan Suci Ramadhan yang penuh rakhmat dan berkah ini.
"Saya mohon maaf karena banyak pekerjaan menangani
konflik di tengah masyarakat sehingga baru pada bulan suci Ramadhan ini datang
bersilaturahmi dengan para santri dan saudara-saudaraku umat muslim di sini. Saya berharap ke depan kita
bisa bertemu seperti ini lagi," kata Kaka Besar PW.
Membalas ungkapan hati Kaka Besar ini, pengelola Masjid,
Haji Adnan Yelipele mengaucapkan terimakasih atas kunjungan silaturahmi ini.
"Terimakasih atas kehadiran Bapak Paulus di
tengah-tengah kami. Kami berdoa bagi Pak Paulus dan keluarga serta seluruh
perjalanan hidupnya semoga Allah SAW meridhoi seluruh niat baik dan
pengabdiannya bagi banyak orang,"
katanya.
Bagi Kaka Besar PW, silaturahmi yang berlangsung di masjid Al Aqsa Marasugun, Walesi ini adalah
bagian integral dari perwujudan makna Hablum Minanaas yaitu menjalin dan
memperkokoh hubungan antara sesama manusia ciptaan Sang Khalik langit dan bumi
dan mempertegas relasi kerohanian manusia dengan Sang Khalik Pecipta - Allah
SWT- Tuhan Yang Maha Esa.
Umat Islam sangat memaknai Firman Allah dalam Al-Qur'an
Surat Al-Hujrat ayat 13 yang memandang manusia itu sama, martabatnya tidak
berbeda. Perbedaan bahasa, warna kulit dan ras serta kaya atau miskin tidak
boleh dijadikan penghalang untuk saling membangun relasi - Hablum Minannas yakni hubungan antara
sesama manusia.
Kedatangan Kaka Besar PW ke tengah saudara-saudaranya umat
muslim di Walesi juga ingin menegaskan kembali apa yang kita kenal sebagai
"Piagam Madinah" yang antara lain menyatakan bahwa kaum Yahudi,
Nasrani hidup damai bersama-sama kaum muslim, masing-masing pihak bebas memeluk
dan menjalankan agamanya masing-masing.
Kaum muslim dan kaum Yahudi serta Nasrani wajib
tolong-menolong, wajib saling menasihati, menjadi pelindung dan berbaik hati
dengan sesama.
Piagam Madinah membuktikan betapa indahnya komitmen yang
dibuat Nabi Muhammad SAW dengan para pemuka agama zaman itu bahwa begitu
harmonisnya solidaritas yang dibangun dan begitu pula indahnya toleransi umat
beragama yang ditumbuhkan oleh pendahulu kita tempo dulu dan yang kini
disegarkan kembali oleh Kaka Besar Paulus Waterpauw.
Kaka Besar PW selaku salah seorang pemeluk Kristen yang
setia di Kabupaten Jayawijaya - wilayah Pegunungan Tengah Papua juga mengingatkan kita semua akan khususnya sesama
umat Kristiani akan kedatangan para misionaris - pekabar Injil perdana dari
Christian And Missionary Alliance (CAMA) di lembah Balim pada 20 April 1954 di
Minimo, pinggiran kota Wamena sekarang yang menjadi titik tolak bagi umat
Kristen setempat untuk mengenang jam-jam pertama Kabar Gembira Yesus Kristus
ditanam, disemai dan dimekarkan di tanah Pegunungan Tengah Papua.
Kita bersyukur bersama Kaka Besar PW dan kaum muslim di
Walesi bahwa hari ini, dua agama besar
di Dunia yakni Kristen dan Islam hidup berdampingan penuh harmoni di tanah
Papua - Surga kecil jatuh ke bumi.
Dalam dunia moderen yang ditandai kemajuan pesat dalam aneka
bidang komunikasi, tiada agama ataupun kepercayaan yang inklusif atau tertutup
untuk suatu pulau, wilayah ataupun benua. "No island is a religion".
Dalam pidatonya di hadapan ribuan kaum muda muslim di
Cssablanca, Maroko, 19 Agustus 1985 Paus Yohanes Paulus II menegaskan "
Saya yakin bahwa kita harus mrnerima dengan gembira nilai-nilai keagamaan yang
kita miliki secara bersama dan bersyukur kepada Allah. Kita semua percaya akan
Allah. Orang Kristen dan Muslim hendaknya bergandengan tangan membangun dunia
yang dalamnya Allah mendapat tempat utama, menolong dan menyelamatkan manusia.
Kesetiaan kita pada Allah Yang Esa yang kita imani mengandaikan bahwa kita tahu bagaimana berhadapan dengan Allah
dalam iman dan memberikan kesaksian akan Allah dalam kata dan perbuatan di
dalam dunia yang dari hari ke hari semakin sekular dan ateistik," katanya.
Untuk hal ini, Kaka Besar Paulus Waterpauw sudah
melaksanakannya dimana Ponpes Istiqomah Walesi dan masjid Al Aqsa Marasugun Walesi menjadi saksi
bisu dalam perjalanan sejarah menenun benang-benang indah kerukunan antarumat
beragama di Tanah Papua.
Tanah Papua - engkaulah ibuku. Di sini aku dilahirkan dan
dari sini aku keluar sebagai pejuang
kerukunan antarumat beragama serta ke sini pula aku kembali sebagai pengayom
dan abdi bagi segala kaum.
Tanah Papua - engkaulah Jerusalem baru tempat perjumpaan
semua umat beragama yang percaya akan Allah Yang Esa. Tanah Papua - Sionku yang
baru - Harapanku!


Tidak ada komentar