Bila Terpilih Nong Susar Janji Perlakukan Semua PNS Sama
JURNALTIMUR.COM,- Pembenahan birokrasi di Kabupaten Sikka menjadi perhatian serius dari Drs. Paolus Nong Susar, bila dirinya terpilih menjadi bupati pada pilkada kabupaten Sikka 2018 nanti.
Paolus Ning Susar menyampaikan hal itu kepada wartawan saat memasukan berkas pendaftaran dirinya sebagai bakal calon bupati bersama bakal calon wakil bupatinya Firmina Sedo Mitang, di DPD PAN Sikka, Maumere, Sabtu (17/6/2017) sore .
Paolus Nong Susar yang kini masih menjabat wakil Bupati Sikka mengatakan perhatian pada birokrasi yang dimaksudkan adalah memperlakukan semua PNS sama,tanpa
pandang bulu.
![]() |
| Paolus Nong Susar di kantor DPD PAN Sikka |
Dikatakan Nong Susar,sebetulnya semua aparatur sipil negara
merupakan orang baik tetapi mungkin kondisi lingkungan kerja yang sudah
berpuluh-puluh tahun melayani pimpinan secara berpindah kalau internal pun
mulai dari staf hingga naik menjadi kepala dinas atau badan membuat
terbentuknya loyalitas.
“Kultur itu loyal dan setelah saya masuk saya melihat loyalitas itu ada tapi tanpa daya kritis
bahkan munafik pun bisa saja terjadi dan ketika menjadi wakil bupati saya
merasakan itu,” ungkapnya.
Sehingga ke depannya bila terpilih kata Nong Susar, dirinya
harus memperlakukan mulai dari sopir hingga kepala dinas harus sama sehingga
relasi hubungan kedekatan manusia itu yang harus dibangun dan jangan memandang
dia sopir ataukah kepala badan atau dinas.
Yang kedua kompetensi tandasnya, dimana di Sikka banyak PNS
orang pintar namun pola budaya loyalitas itu masih semu sehingga nanti kalau
terpilih jadi bupati dirinya akan melakukan pendekatan kemanusian dan
menempatkan seseorang sesuai kompetensinya sehingga masyarakat selalu merasa
puas dengan pelayanan aparat birokrasi.
“Saya mengajak seluruh PNS untuk mari berkompetisi dan kalau
saya jadi bupati maka saya akan menempatkan sesorang secara professional,”
sebutnya.
Selain itu Nong Susar katakan, bila dipercaya menjadi bupati
maka dirinya akan membagi porsi pembangunan secara merata di semua kecamatan di
kabupaten Sikka dan jangan melihat kepentingan politik.
Sebab jika ada kecamatan yang tidak memiliki wakil di DPRD
Sikka maka pembangunan di wilayah kecamatan tersebut terlupakan maka hal ini
yang tidak boleh terjadi di Sikka.
“Pemerintah dan DPRD harus mengalokasikan dan
mendistribusikan secara adil agar tidak ada goncangan atau stabilitas terjaga
sebab seluruh anggaran itu dipakai bukan untuk kepentingan politik supaya tidak
ada kecemburuan,” ungkapnya.
Contohnya di Koting beber wakil bupati Sikka, saat ini tidak
ada anggota DPRD Sikka tapi pembangunan disana tetap berjalan karena kita harus
mempertimbangan aspek ekonomi dan menjaga stabilitas karena itu merupakan salah
satu fungsi anggaran.
“Bila saya terpilih maka saya akan membagi tugas
pemerintahan di beberapa badan dan dinas kepada wakil saya sesuai kompetensi
yang dimiliki seperti dinas Kesehatan, Perempuan dan KB serta Pendidikan,”
pungkasnya. (ebd)

Tidak ada komentar