BreakingNews

Anak Nelayan Papua Berpeluang Jadi Polisi Perairan

JURNALTIMUR.COM,- Kepala Kepolosian Daerah (Kapolda) Papua, Irjen Pol.Drs Paulus Waterpauw menghimbau keluarga nelayan di seluruh tanah Papua agar mempersiapkan anak-anak mereka secara baik untuk dipersembahkan kepada Negara Republik Indonesia dengan menjadi anggota Polri  yang pengabdi dan pengayom bangsa dan negara Republik Indonesia.


Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw
Hal itu disampaikan Kapolda Papua ketika memberikan pengarahan pada acara peresmian Mako Sat Polairud Polres Mimika, di Timika, Sabtu (1/4/2017).


"Kami membuka peluang bagi anak-anak nelayan Papua untuk dididik menjadi Polisi agar setelah menjadi polisi mereka dapat kembali bertugas menjadi polisi Polairud karena bagi mereka wilayah perairan sudah merupakan habitatnya" kata Kapolda Waterpauw.


Anak-anak nelayan yang sudah menjadi polisi itu apabila bertugas sebagai polisi Polairud akan bekerja lebih optimal karena mereka sendiri sudah berpengalaman hidup menyatu dengan dunia perairan.


Begitu pula, lanjut Irjen Pol Waterpauw, anak-anak dari keluarga tukang bangunan pun dapat kita didik untuk menjadi polisi. Ketika mereka sudah bertugas sebagai polisi maka mereka dapat ikut membangun perumahan bersama masyarakat di kampung-kampung lantaran mereka sejak kecil sudah terbiasa melihat dan  mengikuti orangtuanya bekerja sebagai tukang bangunan. Pengalaman mereka di bidang pembangunan rumah jauh lebih hebat yang dapat selalu diabdikan bagi rakyat yang mereka layani yang bermukim di kampung-kampung terpencil dan terisolir.


"Inilah yang kita sebut keberpihakan pada masyarakat asli Papua sesuai amanat UU Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua  nomor 21 Tahun 2001  yang berarti memberikan prioritas bagi anak-anak Papua Asli yang memiliki kemampuan untuk dididik menjadi anggota Polri," katanya.


Irjen Pol Paulus Waterpauw yang adalah putra asli Papua,  anak adat suku Kamoro ini mengatakan dalam rangka penerimaan calon anggota Polri di Papua, pihaknya memberikan prioritas bagi anak-anak asli Papua ras Melanesia. Apabila jumlah anak-anak asli Papua ini masih sedikit untuk masuk sekolah kepolisian barulah diberi kesempatan kepada anak-anak ras Melanesia dari provinsi terangga separti Provinsi Maluku, Maluku Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Provinsi lainnya di Indonesia.


"Proses penerimaan anak-anak Papua untuk menjadi polisi akan tetap mematuhi persyaratan yang berlaku seperti kesehatan rohani dan jasmani, psikotest; intelektualitas dan persyaratan lainnya," kata Kapolda Irjen Pol Paulus Warerpauw.


Peresmian Mako Sat Polairud Polres Mimika 
Usai meresmikan Mako Sat Polairud, Irjen Pol Waterpauw menyerahkan bantuan tali asih berupa Sembako kepada warga masyarakat setempat.


Selain itu diserahkan buku Biografi "Paulus Warerpauw Mengabdi dengan Hati" kepada para pelajar Kabupaten Mimika.


"Belajar dari riwayat dan pebgalaman  perjalanan hidup seseorang merupakan guru terbaik untuk meraih masa depan yang ceria," kata anak adat Suku Kamoro yang saa ini memikul dua bintang di atas pundaknya itu.



Pada malam harinya, Irjen Pol Paulus Waterpauw menyempatkan diri berdialog dengan paguyuban Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Mimika.(Jur005)

Tidak ada komentar