BreakingNews

Pilkada Flotim 2017, Ahmad Johan : "Bereun adalah persahabatan tanpa pamrih"

Ketua umum Barisan Muda PAN  Ahmad Johan saat berorasi di Lapangan Lebao Larantuka 27 Januari 2017)

JURNALTIMUR.COM,- Bereun itu adalah persahabatan tanpa pamrih. Kalau anda ingin perubahan Flores Timur,  maka jangan pernah pamrih untuk mengabdi.  Pilkada bukan memilih penguasa, bukan sekadar memilih seorang pemimpin tapi memilih pelayan masyarakat.


Politisi Partai Amanat Nasional Ahmad Johan mengatakan hal itu saat tampil berorasi dalam Rapat Terbuka Koalisi Bereun, di Lapangan Lebao-Larantuka Flores Timur, Jumat 27 Januari 2017. Ahmad Johan menjelaskan banyak hal diantaranya arti seorang pemimpin bagi masyarakat,  karakter masyarakat yang plural, arti sebuatn bereun untuk koalisi yang mengusung calon bupati dan wakil bupati Anton Hadjon-Agus Boli, juga alasan pilihan kepada pasangan yang diusung Bereun.


“Kita jangan terjebak dalam demokrasi prosedural yakni hanya dari aturan ke aturan yang lain. Kita ingin di Pilkada Flores Timur ini  yang kita bangun adalah demokrasi substansial, yaitu kita ingin mendidik masyarakat, memberikan pendidikan politik agar paham bahwa politik sangat penting demi kelangsungan Flores Timur ke depan,” kata Ahmad Johan yang jadi pusat perhatian sore itu.


Menurut Ketua umum Barisan Muda PAN ini, politik tidak asal beda, bukan asal ramai dan bukan asal ada.  Pilkada katanya, harus mencerdaskan  dan memberi manfaat lima tahun  bagi Flores Timur.


 “Di Pilkada ini saya tidak ingin melihat orang Flores Timur asal ada. Asal berbeda, asal ramai,” tegasnya


Dikatakannya,  Paket Berun memiliki wawasan kebangsaan dan bersedia menjadi pelayan masyarakat, mau merangkul seluruh masyarakat dan tidak membedakan golongan, suku, agama dan ras.


“Jangan pilih colon pemimpin yang mulai dengan kebohongan. Kalau sudah mulai bohong , maka saya yakin lima tahun dia akan membentuk kebohongan demi kebohongan.

Dia melanjutkan orasinya dengan menyatakan bahwa Flotim bukan tempat pengabdian terakhir, Flotim bukan tempat untuk coba-coba dan Flotim bukan untuk main-main. Flotim katanya, untuk semua masyarakat Flores Timur.

Putra Lamakera Solor-Flores Timur ini dengan tegas mengatakan bahwa  Flores Timur bukan miskin tapi punya segala-galanya. Yang tidak punya kemarin-kemarin, katanya  adalah keinginan baik para pemimpin untuk membangun Flores Timur.

Dia memberi apresiasi dan pujian kepada pasangan Anton Hadjon dan Agus Boli yang rela meninggalkan kursi DPRD Flores Timur untuk menjadi pelayan bagi masyarakat.

“Mereka tidak mau lagi ada orang Flores Timur yang menangis kelaparan dan merintih susah bayar sekolah anaknya. Mereka tidak mau lagi ada orangtua yang menangis karena anaknya tidak bisa diantar ke rumah sakit,” katanya.

Diakhir orasinya ia mengingatkan bahwa masyarakat Flores Timur jangan mau dikotak-kotakan antara Flotim daratan, Adonara dan Solor. 

“ Kita satu keturunan . Kita satu rumpun lamaholot. Jangan pernah mau dipecah bela hanya karena politik. Mereka yang melakukan itu adalah mereka yang tidak percaya diri dan tidak mengerti bagaimaina karakter Flores Timur,” katanya.


Untuk diketahui, Pilkada serentak yang juga diikuti Pilkada Kabupaten Flores Timur ini menghadirkan  enam pasang calon bupati dan wakil bupati. Enam pasang calon itu diantaranya Paket Ande-Paul (Andreas Ratu Kedang-Paulus Tokan Kopong Paron), Paket Lurus (Lukman Riberu- Marianus Arkian Bulin), Paket Doa Ema ( Yoseph Laga Doni Herin-Marius Payong Pati), Paket Antero (Antonius Doni Dihen-Theodorus Wungubelen), Paket Rumah Kita (Yoseph Useng Ama- Mel Fernandez) dan Paket Bereun (Anton Hadjon-Agus Boli).  (Ben)


Tidak ada komentar