BreakingNews

Hak Pilih Kaum Difabel, KPU Lembata Sedang Rancang Strategi Khusus

JURNALTIMUR.COM,- Dalam rangka memenuhi hak pilih kaum difabel dalam Pemilihan Umum Bupati dan Wakil Bupati Lembata tahun 2017, KPU Kabupaten Lembata berencana untuk merancang strategi khusus untuk mempermudah warga berkebutuhan khusus untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) guna menyalurkan hak pilihnya.

Hal ini dijelaskan anggota komisioner KPU Lembata Yusuf Maswari, Jumat (6/1/2016) kala di jumpai di Kantor KPU Lembata. Penjelasan Yusuf ini, guna menjawab himbauan Aliansi Keadilan dan Kebenaran Anti Kekerasan (Aldiras).

Yusuf Miswari, Anggota Komisioner KPU Lembata
Sebagaimana berita yang dirilis media ini Rabu (4/1/2016) lalu, Aldiras melalui Koordinator Devisi Hukum dan HAM, Emanuel Belida Wahon menyarankan KPU untuk merancang strategi khusus agar kaum disabilitas dapat menggunakan hak pilih secara bebas.

Terhadap hak pilih kaum difabel dalam Pemilukada Lembata sebagaimana yang disarankan Aldiras, Komisioner KPU Lembata yang membindangi Devisi Hukum Yusuf Miswari menegaskan, KPU Lembata berupaya maksimal untuk mengakomodir seluruh kepentingan warga pemilih, termasuk hak memilih kaum berkebutuhan khusus. Menurutnya, hak politik warga penyandang disabilitas penting untuk dilindungi dan dihormati.

“Benar bahwa penyelenggara tidak boleh diskriminatif, tetapi bagi kaum disabilitas perlu ada perlakuan khusus. Dan KPU Lembata sedang merancang strategi  khusus untuk mempermudah kaum disabilitas datang ke TPS dan menyalurkan hak pilihnya di hari pencoblosan,” jelas Yusuf.

Dia mengatakan, strategi yang sudah disiapkan antara lain, mengadakan braille template untuk warga penyandang tuna netra. Selain itu, KPU juga akan menyarankan kepada Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) agar membangun TPS di tempat yang mudah dijangkau oleh warga berkebutuhan khusus.


Ditambahkan pula, KPU Lembata dalam rangka persiapan menuju Pemilukada berencana untuk melakukan sosialisasi kepada beberapa kelompok warga, diantaranya kelompok disabilitas, kelompok pemilih pemula dan kelompok marginal. Sosialisasi kata Yusuf, dimaksudkan untuk membangun kesadaran warga akan pentingnya menyalurkan hak pilih. (YM)

Tidak ada komentar