BreakingNews

BUKU : Diskursus Politik Lokal

Judul : Diskursus Politik Lokal
Penulis : Max Regus
Penerbit : Sunspirit
Cetakan Pertama, 2015
ISBN : 978-979-18706-7-2


Desentraliasasi adalah praktek politik yang sarat ambisi. Di Indonesia, desentralisasi datang dengan kisahnya sendiri. Diantara pencapaian konstruktif dalam garis filosofis praktek politik ini, terdapat juga jurang kerusakan yang amat telanjang. Ini terjadi akibat pendekatan dan kultur kekuasaan lokal yang korup.

Di tataran akademik, keseluruhan kontsruksi  desentralisasi (di Indonesia) telah menjadi bahan kajian menarik dan penting dalam lapangan studi pembangunan. Dari kajian yang cukup banyak ini, satu posisi konklusif dapat menjadi titik awal yang penting bahwa desentralisasi tidak hanya sebatas diskusi tentang kompetisi politik lokal dan seberapa banyak keuntungan ekonomis yang bisa diperoleh para elite politik lokal dari arena ini.

Ketika anda (pembaca-red) menemukan banyak teori, konsep dan terminus yang hilir mudik dalam buku ini, hal itu tidak bermaksud untuk menjadikan karya ini kelihatan lebih mentereng, melainkan terutama menunjukan keluasaan dan kekayaaan wacana desentralisasi. Dengan itu hendak dikatakan bahwa desentralisasi adalah sebuah ruang bermain, berpartisipasi dan bernegosiasi dari semua aktor demokrasi di level lokal.

Sebagaimana ditulis dalam kata pengantar penulis dalam buku ini, aktor-aktor demokrasi lokal tidak melulu dari kelas pelaku politik dan birokrasi pemerintahan. Atau, secara konkret dapat dikatakan bahwa desentralisasi dan demokrasi lokal tidak bergerak berdasarkan interese elite-elite lokal, tetapi juga terutama bergerak dalam kendali dan orientasi kepentingan dan partisipasi masyarakat setempat.

Buku ini secara sistematis berusaha -meskipun belum menyentuh dan membedah semua aspek pentig desentralisasi dan kontur politik lokal.- menyodorkan tinjauan komprehensif atas asumsi-asumsi yang berada di balik salah satu langkah politik paling penting pasce reformasi di Indonesia. Dengan harapan, rancang bangun politik lokal , yang didukung semua elemen kunci di ranah setempat, dapat dimunculkan sebagai langkah alternatif menjadikan kemakmuran sosial sebagai pengalaman konkret publik.

Dari segi tema, buku tidak hanya membahas desentralisasi sebagai portofolio politik pasca -orde baru dengan seluruh dinamikanya yang menciptakan ruang artikulasi yang luas bagi masyarakat lokal, tetapi juga mengangkat tema-tema kunci seperti partisipasi, inklusi sosial dan politik, konsolidasi kekuatan lokal untuk perubahan, alternatif pembangunan, kepemimpinan demokratis, dan berbagai prinsip dan strategi perwujudan emanisipasi sosial.

Tidak ada komentar