Menaker Ingin Daerah Siapkan Tenaga Kerja Kompeten dan Berdaya Saing
JURNALTIMUR.COM,- Menteri Ketenagakerjaan M.Hanif Dhakiri
melakukan kunjungan kerja ke kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, selama dua
hari. Dalam kunjungan kerja tersebut, Menaker melakukan pertemuan dengan
perwakilan serikat pekerja dan serikat buruh, pelaku usaha, pemerintah daerah,
dinas sosial dan tenaga kerja, dan pihak kepolisian.
Dalam
pertemuan, Menaker mengatakan penyiapan tenaga kerja yang memiliki kompetensi
dan daya saing tinggi di daerah-daerah harus dipercepat. Hal itu dilakukan guna
menjawab era persaingan global dan perkembangan dunia usaha di daerah tersebut.
![]() |
| Menaker Hanif Dhakiri |
“Indonesia
tidak boleh hanya menjadi penonton, Indonesia harus menjadi pemenang. Era
persaingan tidak bisa ditolak dan sudah di depan mata. Karena itulah daya saing
tenaga kerja perlu diperkuat,”ujarnya dalam pertemuan di rumah Bupati Morowali,
Minggu malam (4/12/2016)
Menurutnya,
pertumbuhan ekonomi suatu daerah harus memiliki korelasi positif dengan
partisipasi angkatan kerja. Maka untuk meningkatkan partisipasi tersebut
kompetensi tenaga kerja menjadi penting.
Berdasarkan
data BPS, angkatan kerja lulusan SD/SMP sebesar 60,24% dari angkatan kerja yang
bekerja sebanyak 118,41 juta. Sementara yang lulusan SMA/SMK dan perguruan
tinggi secara berturut-turut adalah 27,52% dan 12,24%. Oleh sebab itu, ia
melanjutkan, pemerintah saat ini semakin gencar mendorong pendidikan dan
pelatihan vokasi. Dengan pelatihan vokasi diharapkan kebutuhan tenaga kerja
terampil sebanyak 113 juta sebagai syarat Indonesia menjadi negara dengan
ekonomi terbesar ke-7 dapat terwujud.
Guna
mempercepat peningkatan kompetensi tersebut, peran dunia usaha dibutuhkan
terutama untuk pelatihan kerja. Pemerintah daerah melalui Balai Latihan Kerja
yang ada di daerah dapat mendorong kerjasama dengan dunia usaha soal investasi
SDM lokal.
“Kalau
pelatihan kerja tidak digenjot, maka Indonesia bisa kalah. Karena itu, pemda
akan lebih baik jika bekerjasama dengan dunia usaha untuk membantu program
percepatan peningkatan kompetensi di BLK agar warga mendapatkan pelatihan yang
sesuai dengan kebutuhan industri.”ujarnya.
Bupati
Morowali Anwar Hafid mengatakan pihaknya saat ini ingin membangun Balai Latihan
Kerja yang siap mencetak tenaga kerja berdaya saing tinggi. Targetnya yaitu
1000 tenaga kerja tiap tahun.
”BLK dibangun
dengan sebutan kampus rakyat dengan target tenaga kerja yang dicetak hingga
1000 yang siap pakai. Tenaga kerja yang tercetak merupakan tenaga kerja
professional dan memiliki daya saing.”ungkapnya.
Tindak TKA
Ilegal
Dalam
kesempatan yang sama, Menaker juga kembali menegaskan sikap pemerintah dalam
menangani tenaga kerja asing ilegal. Menurutnya, pemerintah memiliki sikap
tegas dalam menindak TKA yang terbukti melanggar aturan ketenagakerjaan di
Indonesia. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Morowali mencatat saat ini
terdapat sebanyak 1.573 TKA.
“Orang asing
yang masuk dan bekerja di Indonesia wajib memiliki ijin dan mentaati aturan.
Kalau tidak taat kita akan tindak tegas dan usir pulang. Posisi pemerintah
clear, pelanggaran aturan tidak kita toleransi,”katanya.
Menaker
berharap pertumbuhan industri di Morowali bisa bermanfaat untuk warga lokal.
Karenanya penggunaan TKA harus benar-benar mematuhi peraturan yang ada.
Ia
melanjutkan, dunia usaha sudah diberikan kemudahan dalam melakukan usaha
sebagai bentuk dukungan pemerintah. Sehingga, pelaku usaha sudah semestinya
mematuhi peraturan yang berlaku.
"Pemerintah
tidak memiliki kepentingan untuk TKA ilegal. Kalau ilegal, tidak taat aturan,
saya tindak!"tegasnya. (*)

Tidak ada komentar