Harnus 2016 : Lembata Tegaskan Indonesia Poros Maritim Dunia
![]() |
| Expo Nusantara di Lewoleba. (Foto : Sang Adjie) |
JURNALTIMUR.COM,-
Hari Nusantara (Harnus) yang diperingati
setiap tanggal 13 Desember, tak sekedar perayaan periangatan biasa tentang
penyatuan pulau-pulau menjadi nusantara, tapi lebih dari itu sebagai deklarasi kedua
dan amat penting setelah proklamasi kemerdekaan RI 17 Agustus 1945.
Hari
Nusantara sebenarnya merupakan perwujudan dari Deklarasi Djuanda 13 Desember 1957 yang merajut
dan mempersatukan kembali wilayah dan lautannya yang luas, menyatu menjadi
kesatuan yang utuh dan berdaulat.
Melalui Keppres No.126/2001 dikukuhkan
sebagai Hari Nusantara, ditetapkan setiap tanggal 13 Desember diperingati
sebagai salah satu Hari Nasional. Penegasan kembali Indonesia sebagai Negara
Kepulauan terbesar di dunia. Perayaan pun tak lebih menegaskan hal ini
Tahun
ini 2016, Hari Nusantara diperingati di Lembata, Nusa Tenggara Timur.
Lembata sendiri merupakan kabupaten yang baru berusia 17 tahun hasil pemekaran
Kabupaten Flores Timur tahun 1999. Letak Lembata menyempil di antara kabupaten
Flores Timur dan Kabupaten Alor.
Namun tidak karena itu Lembata menjadi tidak dikenal. Alam dan budaya Lembata nan eksoktis sudah dikenal luas. Orang-orang Lembata pun telah banyak yang berprestasi dan tinggal serta menetap di berbagai negara.
Namun tidak karena itu Lembata menjadi tidak dikenal. Alam dan budaya Lembata nan eksoktis sudah dikenal luas. Orang-orang Lembata pun telah banyak yang berprestasi dan tinggal serta menetap di berbagai negara.
Dari
gedung Sapta Pesona, kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Jakarta, Senin (22/8/2016) beberapa waktu lalu, dalam acara Peluncuran
Hari Nusantara ditegaskan perayaan Hari
Nusantara 2016 terjadi di Lembata. Perayaan ini bertujuan agar Indonesia menjadi poros maritim dunia.
Tema yang diangkat
adalah "Tata Kelola Potensi Maritim
Nusantara yang Baik Menuju Poros Maritim Dunia". Sementara
subtema perayaan "Dari Lembata Nusa Tenggara Timur Membangun Potensi Maritim
Nusantara".
![]() |
Upacara pembukaan lomba dayung dan renang TNI-AL (Foto : Sang Adjie)
|
Sebagaimana tekad Presiden Jokowi yang hendak memajukan Indonesia dari aspek Maritim, perayaan ini pun sedikit banyak dimaksudkan dapat mengubah stigma Bangsa Indonesia mengenai
ruang hidup dari darat menjadi laut, menjadikan bidang kelautan dan pariwisata
sebagai arus utama pembangunan nasional, serta mempercepat pembangunan
infrastruktur daerah NTT.
Dalam
seminggu belakangan ini, Lembata khususnya di Lewoleba ibukota Kabupaten Lembata, suasana persiapan dan acara -acara yang merupakan bagian dari perayaan Hari Nusantara, begitu menyedot perhatian.
Parade kapal-kapal termasuk kapal Dewa Ruci di Pelabuhan Lembata, sontak membawa pesan kepada warga Lembata tentang kehidupan bahari nusantara. Begitu semarak, apalagi dengan disertakan berbagai kegiatan dan acara pendukung seperti Expo Nusantara, lomba dayung perahu tradisional dan lomba renang
Pembukaan
Expo Nusantara di Pelabuhan Laut Lewoleba Lembata, Jumat, 09 Desember
2016 malam diwarnai pesta kembang api. Dua ribu dua puluh tiga ledakan kembang
api menyemarakan suasana Pelabuhan Laut Lewoleba malam itu yang dipadati ribuan
masyarakat Lembata.
Penjabat
Bupati Lembata Sinun Petrus Manuk dalam ucapan selamat datangnya mengatakan,
masyarakat dan pemerintah Kabupaten Lembata sangat bangga karena pemerintah
pusat mempercayakan daerah ini sebagai tuan rumah perayaan nasional Harnus ke
16 tahun ini.
“Ini
momentum yang sangat berharga, karena itu Lembata pasti mendapatkan perhatian
besar pasca Harnus ini. Lembata merupakan bagian yang tak terpisahkan dari
NKRI, karena itu Lembata juga harus dibangun dengan baik. Lembata juga NKRI”,
kata Manuk.
![]() |
| Salah satu panorama pantai Pulau Lembata (Foto : Sang Adjie) |
Sebelumnya,
Gubernur NTT Frans Lebu Raya dalam kegiatan hari kesetiakawanan
sosial di halaman Ex Kantor Bupati Lembata. di Lewoleba , Senin 5 Desember 2016 mengajak
seluruh masyarakat Lembata menjadi tuan rumah Hari Nusantara yang ramah dan
santun sebagaimana tata krama dan adat budaya kelamaholotan.
Dalam beberapa hari ini, para tamu sudah mendatangi kota Lewoleba untuk bersama warga Lembata merayakan kesatuan nusantara, dalam perayaan hari Nusantara. Dalam hari-hari ini pula, banyak obyek wisataseperti Bukit
Doa Watomiten, Bukit Cinta, Kuma Resort Waijarang, Pantai Jontona, Fosil Paus
Biru di Desa Watodiri Jontona, budidaya kerang mutiara
di Waienga, Lebatukan dan perkampungan nelayan Lamalera yang terkenal dengan
pengangkapan ikan paus ramai dikunjugi wisatawan.
Indonesia nan luas. Dalam usia 17 tahun ini Lembata kian menjadi pesona. Ada yang selalu menunggu di Lembata yakni warga yang saban hari pergi ke kebun dan melaut. Warga yang bekerja disektor jasa dan kepemerintahan yang berjuang mewujudkan pelayanan bagi sesama.
Apa yang terjadi di Lembata hari-hari ini tidak lain adalah sebuah kebersamaan dalam jalainan nusantara yang selalu membawa pesan tetang negara kepulauan yang tak sekadar memperindah mimpi. Kita masih menunggu perayaan 13 Desember nanti. (Ben)
Apa yang terjadi di Lembata hari-hari ini tidak lain adalah sebuah kebersamaan dalam jalainan nusantara yang selalu membawa pesan tetang negara kepulauan yang tak sekadar memperindah mimpi. Kita masih menunggu perayaan 13 Desember nanti. (Ben)



Tidak ada komentar