BreakingNews

Pilkada Intan Jaya, "Harus Siap Kalah dan Jangan Peralatkan Masyarakat untuk Perang"

Kampanye Damai Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Intan Jaya, di Sugapa, Kamis 24 Nov 2016 (foto : Yoakim)

JURNALTIMUR.COM,- Sekretaris Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Intan Jaya Wolterus Belau mewakili Kepala suku kabupaten Intan Jaya mengatakan semua pasangan yang ikut dalam pemilihan bupati dan wakil bupati Intan  Jaya adalah anak adat dan putra terbaik kabupaten Intan Jaya sehingga harus bisa menerima kekalahan dan jangan korbankan pendukung untuk membela jabatan. 

Wolterus Belau menyampaikan hal itu dalam sambutan pada acara Kampanye Damai Pilkada Intan Jaya yang berlangsung di Sugapa, Intan Jaya- Papua, Kamis,  24 November 2016. 

 “Kalau di Nabire dan daerah lain ada pasangan calon dari luar daerah, kalau  bupati nya anak adat maka wakilnya dari daerah lain dan sebaliknya,  di sini murni yang maju sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati adalah anak adat, putra terbaik dan  berasal dari Intan Jaya ini,” katanya.

Dia mengatakan setiap calon harus siap menerima kemenangan dan kekalahan. Dalam perjuangan ini, kata dia, pasti para calon akan menghabiskan dana, tenaga dan pikiran sampai habis-habisan, namun bila  kalah jangan mengorbankan rakyat.

Menurutnya, pasangan yang berkompetisi jangan  peralat masyarakat adat untuk perang karena pesta ini bukan pesta pemilihan kepala adat tetapi ini pemilihan bupati dan wakil bupati sesuai amanat Negara Republik Indonesia serta acara demokrasi. 

"Kami tekankan agar menjaga kedamaian serta bersaing secara sehat tanpa merugikan pihak manapun. Bila terjadi kekacauan maka kami dari adat mengharapkan agar pihak keamanan membawa aktornya ke rana hukum bukan hukum adat," katanya. 

Dia menegaskan pasangan yang  kalah jangan menganggu fasilitas umum, seperti kantor-kantor pemerintah, keamanan, bandara, kantor distrik dan fasilitas umum lainnya. Masyarakat adat sangat melarang keras hal-hal semacam ini. 

“Yang menang hanya satu pasangan sehingga yang lain harus bisa menerima kekalahan dan menyampaikan kepada seluruh pendukung dan semua simpatisan  kalian agar tidak terjadi kekacauan dan peperangan antar pendukung. Jangan membuat masyarakat pendukung kalian menjadi korban demi kepentingan pejabat katanya,”tegasnya.

Dia juga mengharapkan setiap pasangan dan pendukung pasangan tidak membawa-bawa asal suku karena semua pasangan merupakan anak  asli Intan Jaya. " Jangan bermusuhan tetapi mari kita sukseskan pesta demokrasi ini dengan damai dan tenang,"harapanya. 


Kepada pasangan yang akan menang, dia berpesan agar dapat merangkul  lawan poltik untuk  membangun daerah Intan Jaya. Sementara yang kalah, katanya,  jangan menciptakan masalah di daerah ini serta menjadi provokator tetapi mengakui kemenangan dan kekalahan. (Ben)

Tidak ada komentar