Pilkada 2017, Jangan Terkecoh dengan Slogan Politik
Oleh : Kopong Hilarius
Dunia dikejutkan oleh kemenangan Mr Donald Trump dalam
Pilpres Amerika. Ada banyak hal yang menjadi alasan mengapa rakyat
Amerika memilih Mr.Trump menjadi Presiden mereka, namun salah hal yang menjadi
faktor pendorong adalah "Slogan-slogan" kampanye tim Trump.
Slogan
kampanye Tim Trum diramu acara apik dengan mengeksploitasi berbagai isu seperti
isu ras, isu agama, isu nasionalis, dll. Salah satu isu yang cukup dominan
adalah isu nasionalis di mana sebagain orang Amerika merasa takut akan
hilangnya identitas mereka sebagai bangsa adidaya dunia.
![]() |
| Kopong Hilarius |
Maka ketikkan slogan
Mr. Trump "We Will make Ameriaca Great Again" ( Kita akan membuat
Amerika Hebat lagi),sebagian orang Amerika menyambut dengan antusias. Walau pun
slogan ini tanpa disertai bagaimana cara untuk membuat Amerika hebat lagi
tetapi sebagian rakyat tersentuh hatinya sehingga memilih Mr.Trump dalam
Pilpres Ameriaka.
Kekuatan slogan sangat dasyat karena daya pengaruhnya tanpa
kita sadari karena itu kita harus hati-hati dalam menyikapi slogan-slogan
politik selama masa kaum panye. Caranya dengan melontarkan beberapa pertanyaan
berikut,
Pertama, kita harus jeli dalam memahami isi slogan itu? Tindakan apa yang
harus dilakukan untuk mewujudkan isi slogan itu? (Dalam hal ini program kerja
yang merupakan upaya untuk mencapai apa yang disampaikan dalam slogan itu); Dan
hasilnya seperti apa kalau ada program untuk mewujudkan slogan itu, apa
manfaatnya bagi masyarakat.
Kita boleh tergiur dengan slogan-slogan politik para
kandidat Kada, namun yang terpenting adalah bagaimana menerjemahkan slogan -
slogan itu dalam program pembangunan. Jadi sebagai rakyat
pemilih, kita tentu pantas dan seharusnya bertanya kepada para kandidat tentang
program yang bagaimana yang merupakan pegejawatahan dari slogan-slogan politik
mereka.
Jika ada kandidat yang tidak bisa menjelaskan bagaimana mencapai apa
yang ada dalam slogannya secara baik maka kandidat tersebut baru mampu
mengucapkan kata-kata pemanis bibir saja. Ini berarti si kandidat tersebut
kurang mempersiapkan diri untuk menjadi bupati dan atau wakil bupati periode
berikut.
Kandidat Bupati dan Wakil Bupati yang belum terlalu siap
sebaiknya diberi kesempatan untuk mempersiapkan diri lebih matang lagi supaya
bisa menjadi kandidat yang lebih siap lagi pada Pilkada 2022 nanti.
Kita memang
sepantasnya harus memilih kandidat yang benar-benar siap - dia/mereka yang
memiliki segudang bekal pengetahuan dan keterampilan bagi wilayahnya yang
sama-sama kita cintai ini. Dan kesiapan mereka didapat selain dari rekam jejaknya
mereka, juga dari program kerja yang ditawarkannya.
Pilihlah pemimpin yang memiliki integritas tinggi dan yang
mempunyai mimpi besar untuk kemajuan. Pemimpin itu harus mampu
menggerakan masyarakat untuk menjadikan mimpinya itu menjadi mimpi bersama
supaya kita sama bekerja bahu membahu untuk mewujudkan mimpi bersama itu dalam
kehidupan nyata demi kemajuan masyarakat.
Hal ini hanya akan terjawab apabila
pemimpin mempunyai program kerja yang jelas, bukan sekedar slogan saja.
Melbourne, 12112016


Tidak ada komentar