BreakingNews

Wakili NTT, Tiga Putra Lamaholot Hadiri Munas Agupena

( Munas) Asosiasi Guru Penulis Indonesia (Agupena)2016 di Jati Uwung Kota Tangerang Propinsi Banten (Foto : Ist)

JURNALTIMUR.COM,- Tiga putra Lamaholot –kabupaten Flores Timur dan Lembata mewakili Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengikuti Musyawarah Nasional( Munas) Asosiasi Guru Penulis Indonesia (Agupena)2016 di Jati Uwung Kota Tangerang Propinsi Banten. Kegiatan yang berpusat di Hotel Istana Nelayan Kota Tanggerang sejak  Jumat- hingga Minggu ( 28-30/10/2016).

Ketiga putra Lamaholot ini diantaranya, Thomas Akaraya Sogen, Ketua Agupena Wilayah NTT asal Solor, Maksimus Masan Kian, Ketua Agupena Cabang Flores Timur(Flotim)asal Adonara dan Antonius Da Silva, Wakil Ketua Agupena Cabang Lembata asal Lembata.

Agupena yang bergerak di bidang pendidikan khususnya dalam pendampingan guru dan siswa dalam menulis, tahun ini menggelar Munas dengan melibatkan sedikitnya 80 orang, peserta berasal dari pengurus wilayah dan cabang se- Indonesia.

Kegiatan bertujuan memilih ketua umum Agupena Pusat, menetapkan Anggaran Dasar (AD), Anggaran Rumah Tangga (ART) Agupena, memusyawahkan permasalahan internal Agupena, dan merumuskan berbagai rekomendasi demi kemajuan dunia pendidikan di Indonesia.

Bentuk kegiatan lain dalam rangkaian Munas diantaranya peluncuran buku karya agupena, yang merupakan kumpulan 20 guru penulis se - Indonesia, dua diantaranya dari NTT, Thomas Akaraya Sogen dan Maksimus Masan Kian.

Diskusi terbuka juga dihadiri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Gubernur Banten, Walikota Tanggerang dan Wali Kota Tanggerang Selatan, dengan tema utama terkait pengalihan pengelolaan pendidikan menengah atas dari pemerintah kota/ kabupaten kepada pemerintah propinsi.

Untuk diketahui, Munas pertama ini kembali memilihNaijan Lengkong M.Pd menjadi Ketua Umum Agupena Periode 2016-2021. Naijan Lengkong pernah menjadi Wartawan Freelance di beberapa surat kabar.Perjalanan Jurnalistiknya meliputi Malaysia,Singapura, Thailand, India, Abu Dhabi, dan Arab Saudi.

Thomas Akaraya Sogen, Antonius Da Silva dan Maksimus Masan Kian 
Putra kelahiran Tanggerang 28 Agustus 1969 ini sejak 1997 hingga sekarang ia menjadi penulis scenario film dan sinetron.Hingga sekarang kurang lebih 1000 episode dan sekitar 30 judul serial sinetron dan puluhan film Televisi/FTF yang tayang di sejumlah TV Nasional baik yang dikerjakan secara individu, maupun nasional.

Forum Munas Agupena menjadi ajang berbagi pengalaman dan bertukar ide untuk penataan organisasi ke arah yang lebih baik. Sebagai organisasi yang mandiri, berdiri di atas kaki sendiri, kesulitan secara finansial sangat dirasakan, sekian program unggul bahkan pending akibat ketiadaan anggaran yang mendukung. Selain itu, semangat berorganisasi yang masih lemah, menjadi faktor tambahan dapat menganggu eksistensi organisasi.

Agupena semakin kuat, manakala Agupena tingkat wilayah dan cabang kuat. Sebaliknya, Agupena di tingkat wilayah dan cabang kuat, jika Agupena di tingkat pusat kuat. Bukti bahwa Agupena Wilayah dan Cabang terus mendukung Agupena Pusat adalah kehadiran yang representatif dari seluruh pengurus wilayah dan cabang se- Indonesia walau dengan segala keterbatasan.

Antusias dan tekad terbangun. Agupena akan terus bergerak dalam karya, dan bukan sekedar berkata - kata. Dalam keterbatas dan kesulitan apapun, semangat harus terus berkobar demi karya untuk kepetingan banyak orang. (Ben)

Tidak ada komentar