Magnis Suseno dan Sudarminta Rayakan Ulang Tahun dengan Peluncuran Buku
![]() |
| Prof. Dr. J. Sudarminta dan Frof. Dr. Frans Magnis Suseno |
JURNALTIMUR.COM,- Rohaniwan
dan Intelektual Frans Magnis-Suseno dan J. Sudarminta merayakan ulang tahun
secara bersama di Kampus STF Driyarkara Jakarta, Sabtu, (29/10/2016). Bersamaan
dengan pesta ulang tahun ini, diluncurkan dua buku yang ditulis oleh mantan murid dan para
sahabat.
Dua buku itu
masing-masing berjudul “Frans
Magnis-Suseno, Sosok dan Pemikirannya: 80 Tahun Prof. Dr. Frans Magnis-Suseno”
dan buku “Dengan Nalar dan Nurani, Tuhan, Manusia dan Kebenaran : 65 Tahun
Prof. J. Sudarminta”. Editor kedua buku, pengajar Filsafat STF Driyarkara F.Budi Hardiman.
Acara pesta ulang tahun dihadiri para dosen dan mahasiswa
STF Driyarkara, para tamu dan undangan yang merupakan sahabat dan murid kedua
yubilaris ini. Tampak hadir Komaruddin Hidayat, Aloysius Agus Nugroho, Ulil Abshar Abdala, Ery Seda, Budi Munawar Rahman. Hadir juga para biarawan dan biarawati.
Dalam kesempatan ini, Ahli Filsafat
Budaya Toety Heraty didaulat membahas buku
tentang Magnis Suseso, sementara Wartawan Kompas St. Sularto membahas buku tentang J.
Sudarminta.
Frans Magnis Suseno sosok filsuf dan intelektual yang
telah menulis karya-karya nya yang dibaca luas, dikutip dan ikut merintis
pemikiran dalam masyarakat Indonesia.
“Melampaui tema-tema akademik filsafat,
pemikirannya menjangkau problem-problem yang paling urgen untuk ditelah di
negara ini, seperti ancaman komunisme, krisis kebangsaan, konflik etnis,
radikalisme agama, penggusuran dan berbagai masalah kemanusian lain. Pendekatan
pokoknya adalah etika,” tulis F. Budi Hardiman
dalam kata pengantar buku Frans Magnis-Suseno, Sosok dan Pemikirannya.
Sementara, J.
Sudarminta, tulis F. Budi Hardiman dalam buku “Dengan Nalar dan Nurani, Tuhan,
Manusia dan Kebenaran”, merupakan sosok yang mencurahkan perhatian pada penelitian
dan pengajaran yang cukup langkah di negeri ini yakni epistemologi tanpa
mengabaikan bidang yang lebih popular yakni etika.
“Bagi Sudarminta, filsafat bukan hanya memuaskan rasa
ingin tahu, tapi juga mengarahkan tindakan yang tepat,” tulis Budi Hardiman. Sudarminta dikenal sebagai Sosok yang rendah hati ini, tekun, sabar dan berpikir cermat.
Intelektual Komaruddin Hidayat dalam testimoni buku untuk
Frans Magnis Suseno berpendapat bahwa Romo Magnis adalah intelektual yang
selalu menjaga persahabatan lintas agama. Kelebihan Romo Magnis kata Komaruddin, adalah kritik sosial yang empiris dan argumentatif sehingga lawan bicara pun harus punya argumen bila menolaknya.
“Romo Magnis yang awalnya saya kenal sebagai dosen dan
rohaniwan, belakangan yang menonjol adalah seorang pejuang moral dan pembela
HAM. Figur-figur rohaniwan – intelektual semacam Romo Magnis diharapkan
semakin banyak jumlahnya di Indonesia agar pendapatnya menjadi rujukan ketika
masyarakat bawah seringkali dan mudah terkena provokasi konflik bernuansa
agama.
Dikatakannya, bagi Indonesia yang majemuk, kerja sama
antara umat dalam rangka pembangunan bangsa sangat strategis untuk
diperkuat sehingga agama bukan menjadi
sumber perbedaan yang mengarah pada konflik dan perpecahan melainkan memperkaya
dan memperkokoh agenda kebangsaan dalam membangun peradaban agung dan luhur.
J Sudarminta, SJ, kelahiran Boro,
Yogyakarta, 12 April 1951 adalah Guru Besar ilmu filsafat di STF
Driyarkara Jakarta. Ditabiskan imam Katolik 29 Desember 1979. Meraih gelar Doktor
(PhD) di bidang filosofi dari Fordham University, New York, pada tahun 1989.
Saat ini Romo Sudarminta menjabat
sebagai Direktur Pasca Sarjana dan Ketua Program Doktor Ilmu Filsafat (S3) di
STF Driyarkara. Ia adalah Guru Besar dalam bidang Ilmu Filsafat dan mengajar di
bidang Epistemologi. Sejumlah Buku dan Artikel sudah dihasilkannya.

Tidak ada komentar