BreakingNews

UP2KP Monev Pemanfaatan Dana KPS di Rumah Sakit



JURNALTIMUR.COM,- Unit Percepatan Pembangunan Kesehatan Papua (UP2KP) melakukan monitoring evaluasi (monev) pemanfaatan dana Kartu Papua Sehat (KPS) selama sepekan, Selasa hingga Sabtu (27-31/9) di seluruh rumah sakit daerah dan rumah sakit mitra di Kota Jayapura. Monev bertujuan untuk menginput data penggunaan dan penyerapan dana KPS selama tiga tahun berjalannya program ini.

“Kita ingin input data secara rinci tentang jumlah dana dan penyerapannya, juga klasifikasi pasien. Kita akan bandingkan hasilnya dengan Jamkespa tahun 2013 yang dijalankan dengan Pergub No 6 Tahun 2009,” ujar Direktur UP2KP Agustinus Raprap, AMKL.

Tim Monev KPS UP2KP sejak Selasa (27/9) turun ke RSUD Dok II Jayapura, RSUD Abepura, RS Jiwa Abepura dan empat rumah sakit mitra yakni RS Bhayangkara, RS Marthen Indey dan RS Angkatan Laut.

Menurut Agus, sudah tiga tahun lamanya Program KPS berjalan di seluruh rumah sakit di Papua. Oleh karena itu, ia berharap manajemen rumah sakit terutama para pengelola KPS bisa bekerjasama memberikan data kepada Tim Monev UP2KP yang turun. Data yang dihimpun akan dikaji dan dievaluasi untuk selanjutnya disampaikan kepada Gubernur Papua melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Papua.

Direktur UP2KP Agustinus Raprap, AMKL saat berdialog dengan pasien pengguna KPS di Ruang Bedah Pria I RSUD Jayapura, Selasa (27/9).
“Pantauan kita dari hari ke hari pelayanan KPS makin baik. Bahkan ada juga rumah sakit mitra yang kelebihan pasien sehingga over dari pagu anggaran yang disiapkan. Kita akan sampaikan agar ini menjadi evaluasi bagi Dinas Kesehatan Provinsi Papua selaku penanggungjawab program KPS,” tegas Agus.

Sebelumnya, kata Agus, monev pemanfaatan KPS sudah dilakukan Tim UP2KP pada awal September lalu bersamaan dengan monev dana otonomi kesehatan bidang kesehatan  (DOK BK), dan Program Gerbangmas Hasrat Papua khususnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

“Kita berharap pelayanan KPS ke depan harus lebih baik. Gubernur Papua Lukas Enembe sudah punya niat baik untuk menyelamatkan orang asli Papua. Karena itu program populis ini harus terus ditingkatkan,” kata Agus (Gusty Masan Raya)

Tidak ada komentar