Hadapi MEA, Pelaku Industri Perlu Penguatan Branding Produk
JURNALTIMUR.COM,- Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menekankan
pentingnya penguatan branding produk
industri dalam negeri, terutama di tengah pertarungan implementasi pasar bebas
seperti Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
“Dalam
menghadapi MEA saat ini, kami juga mendorong pelaku industri untuk menguatkan branding produknya. Hal ini menjadi
penting guna meningkatkan daya saing,” kata Menperin pada Peluncuran dan
Talkshow Buku Inisiatif Keluarga Alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Univeritas Gadjah Mada (KAFEGAMA) dengan judul "Menumbuhkan Ekonomi
Kerakyatan, Memenangkan Masyarakat Ekonomi ASEAN" di Jakarta, Jumat
(7/10/2016).
Menurutnya,
apabila sebuah produk sudah di-branding
dengan baik, maka akan memiliki nilai jual yang lebih dan membuat ciri khas
tersendiri dibandingkan produk serupa lainnya. Selain itu, penguatan merek juga
mampu memperluas akses ke pasar internasional.
“Kualitas
produk industri kita sebenanya banyak yang bagus. Bahkan sudah ada yang
menguasai pasar ekspor. Jadi, pelaku industri harus percaya diri dan kreatif
dalam memberikan nama produknya,” tutur Airlangga.
Menperin pun
meminta kepada pelaku industri agar membuat kemasan yang menarik dan unik
sehingga mendongkrak label dan memberikan ‘ruh’ pada produk tersebut. “Kami
akan fasilitasi melalui balai-balai di lingkungan Kemenperin untuk kegiatan
litbang,” ujarnya.
![]() |
| Ilustrasi : Pelaku Usaha Kecil (Foto : FBC) |
Kemudian,
diharapkannya juga, penguatan merek produk industri dalam negeri dapat
mencerminkan tentang kebudayaan atau identitas nasional. Hal ini agar konsumen
luar negeri dapat mengenali asal negara produk tersebut.
“Misalnya
Jepang, mereka membangun industri otomotif di Indonesua untuk basis kebutuhan
pasar dunia. Walaupun kandungan produknya mencapai 90 persen dari industri
komponen kita, tetapi orang mengetahui brand
mobil Daihatsu dan Toyota dari Jepang,” papar Airlangga.
Berdasarkan
indikator kinerja pedagangan di tingkat ASEAN, Indonesia unggul di berbagai
sektor industri seperti industri makanan, tekstil, kimia, mineral dan alat
transportasi. “Sedangkan, dilihat dari revealed
comparative advantage, Indonesia unggul di 100 produk,” sebut Airlangga
seraya mengharapkan sektor-sektor tersebut akan menjadi ambassador industri
nasional di kancah regional sampai dunia.
Menperin
optimistis, industri nasional mampu memenangi pasar MEA karena populasi
ASEAN serta ekonominya didominasi oleh Indonesia. “Negara kita menyumbang 40
persen dalam populasi dan 35 persen dalam kontribusinya terhadap ekonomi.
Sehingga jika dilihat dari populasi dan PDB, kita sudah menang,” tegasnya.
Lebih jauh,
Airlangga mengajak industri dan masyarakat Indonesia agar mendukung dan
menyukseskan program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN). Wujud
dukungan ini baik dengan menggunakan barang atau jasa produksi dalam negeri,
maupun menyediakan barang dan jasa berkualitas untuk mensubstitusi
barang-barang kebutuhan yang sebelumnya didapatkan melalui impor. (*)

Tidak ada komentar