Dengan Nilai 82, RS Bhakti Wara Pangkalpinang Lulus Akreditasi
JURNALTIMUR.COM----Dari
Ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dikabarkan perjuangan Keuskupan Pangkalpinang
untuk berpartisipasi dalam pelayanan kesehatan publik melalui Rumah Sakit
Bhakti Wara (RSBW , mendapat apresiasi dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Kepada jurnaltimur.com,
Direktur RSBW, Dokter Melly mengatakan Rumah
Sakit yang dinahkodainya dinyatakan lulus akreditasi dengan nilai 82 %.
![]() |
| RS Bhakti Wara Pangkalpinang, tampak depan |
“Rumat sakit Bhakti Wara lulus akreditasi,
lulus perdana,” ujar Dokter Melly melalui pesan whatshap, Senin 03 Oktober 2016. “Nilai yang diperoleh, rata-rata
82 %,” imbuh dokter Melly.
Kelulusan perdana ini, menurut dr Melly,
diraih karena pihaknya mengikuti akreditasi program khusus. “Akreditas sebuah rumah
sakit ada dua kategori. Kategori pertama, akreditasi regular dan kategori kedua adalah akreditasi program khusus,” jelasnya.
“RSBW mengikuti akreditasi program khusus,” imbuh dokter Melly.
Dokter Melly menambahkan, akreditasi program
khusus ini meliputi empat spesifikasi. “Empat spesifikasi itu adalah, sasaran
keselamatan pasien (SKP), hak pasien dan keluarga (HPK), kualifikasi dan
pendidikan staf (KPS), serta pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI),” jelasnya.
Menurut dokter Melly lagi, masa berlakukanya
akreditasi itu selama tiga tahun. “RSBW dikasih 3 tahun, tetapi tiap tahun disupervisi,”
pungkasnya.
Di kesempatan terpisah, Ketua Yayasan Bhakti
Wara, RD Pieters Patrisius MARS mengaku gembira akan prestasi tersebut dan
berharap kelulusan akreditasi ini bisa menjadi langkah awal menuju perubahan.
“Bagi
saya, kelulusan akreditasi ini merupakan langkah awal untuk perubahan secara
total dari semua karya baik medis maupun non medis dalam peningkatan pelayanan
kesehatan bagi masyarakat sesuai dengan visi misi serta motto RSK Bhakti Wara,”
ujar RD Pieters Patrisius.
![]() |
| Dokter Melly (kiri) dan RD Pieters Patriius (baju hitam) dalam sebuah pertemuan perdhaki (foto : mila) |
Menurut mantan
ekonom Keuskupan Pangkalpinang ini, pasien
sebagai tamu Ilahi hendaknya menjadi fokus dari pelayan kesehatan. “Dengan
adanya akreditasi ini, segala sesuatu harus dikerjakan berdasarkan SPO, UTW dan
proses pendokumentasiannya,” imbuhnya.


Tidak ada komentar