Risma Pamer Keberhasilan di Sekolah PDIP, Mengapa Ahok Tidak Diundang?
JURNALTIMUR.COM---Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini didaulat menjadi narasumber
dalam sekolah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang digelar di Kota
Depk, Jawa Barat, Selasa 6 September 2016.
Bahkan
orang nomor satu di Ibukota Jawa Timur ini memamerkan sejumlah keberhasilannya di
depan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan kader partainya itu.
Sosok
yang digadang-gadang oleh tidak sedikit komunitas warga Jakarta untuk maju di
Pilgub DKI 2017 nanti menyebut bahwa saat ini, kesejahteraan warga di Surabaya
membaik dan mulai kebanjiran wisatawan.
"Dulu
itu, di Surabaya ada 163 kelurahan. Saat saya masuk, kemudian saya kecilkan
karena kurang efektif dan memboroskan anggaran, jadi saya buat 154
kelurahan," kata Risma.
Risma
juga membeberkan anggaran yang berhasil ia hemat dari sejumlah pemangkasan di
beberapa institusi. "Dulu itu pengeluaran Rp145.169.338.000, kini sesudah
penghematan Rp102.131.943.0000," katanya disambut tepuk tangan ratusan
kader PDI-P yang berminat menjadi calon kepala daerah.
Dari
sektor pariwisata, Risma mengaku saat ini Surabaya telah mengalami perkembangan
yang cukup pesat. Semua terjadi, setelah pihak konsisten mengubah gaya hidup,
khususnya mereka yang tinggal di daerah pantai.
"Sudah
kita buatkan jembatan, dan kita rapikan beberapa lokasi bersama warga. Dulu
mungkin di Surabaya, orang kaya malas datang karena ecek-ecek, tapi sekarang
sudah berubah, orang-orang kaya mulai berdatangan," kata Risma.
"Dan
ini semua telah berhasil mengubah taraf ekonomi warga sekitar, contohnya yang
tadinya penjual ikan asap meraup keuntungan Rp75 ribu/hari sekarang Rp150
ribu/hari. Sewa perahu wisata yang tadinya Rp50 ribu hari, sekarang Rp150
ribu/hari."
Ahok Tidak Diundang, Ada Apa?
Risma
boleh saja dengan leluasa memamerkan keberhasilannya, sedangkan Gubernur DKI
Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menyebut sangat dekat dengan
sang Ketua Umum PDIP, ternyata tidak diundang.
Sebagaimana
dilansir tempo.co, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristyanto mengatakan,
ketidakhadiran Ahok karena dia sedang sibuk mengurus Jakarta. “Sebagai
gubernur, Pak Ahok sangat sibuk,” kata Hasto di Depok, siang tadi.
![]() |
| Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama |
Hasto
berujar, keberadaan Djarot yang merupakan wakil gubernur dianggap sudah
mewakili Ahok.
Hanya dalam konteks sekolah PDIP, kata Hasto, kedatangan Djarot
lebih sebagai peserta. “Nanti, Pak Djarot juga ada kapasitas sebagai pengajar,
jadi ia akan sampaikan kebijakan pro rakyat,” ujarnya.
Pada
kesempatan yang sama, Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP, Eva Sundari mengatakan
alasan Ahok tidak dilibatkan karena bukan Soekarnois. Eva menyebut Ahok berbeda
dengan Ridwan Kamil. “Walikota Bandung, Ridwan Kamil diundang karena ia
berlajar dari Soekarno,” ujar Eva Sundari. (Fadli)

Tidak ada komentar