Pemerintah dan DPR Sepakat Target Pertumbuhan Ekonomi Tahun Depan 5,1 Persen
![]() |
| Ilustrasi : Rapat Komisi XI DPR RI (Sumber Foto : Merdeka) |
JURNALTIMUR,- Pemerintah dan DPR dalam hal ini Komisi XI menyepakati target
pertumbuhan ekonomi tahun depan sebesar 5,1 persen. Angka ini turun
dari usulan pemerintah yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo pada 16 Agustus
2016 lalu, 5,3 persen.
"Pertumbuhan ekonomi
disepakati 5,1 persen," kata Ketua Komisi XI DPR, Melchias Marcus Mekeng,
saat membacakan kesimpulan rapat kerja antara pemerintah, Bank Indonesia (BI),
dan Komisi XI DPR di Gedung DPR, Rabu (7/9) malam.
Di awal rapat kerja, Melchias
membacakan hasil rapat panitia kerja (panja) asumsi antara pemerintah dan
Komisi XI yang menyatakan kedua belah pihak belum mendapatkan titik temu dalam
hal target pertumbuhan ekonomi tahun depan.
Perkiraan komisi XI DPR ekonomi tahun depan hanya bisa
tumbuh di kisaran 5,05 – 5,2 persen. Sembilan dari sepuluh fraksi menyepakati
angka pertumbuhan yang lebih realistis dan konservatif, 5,05 persen. Hanya satu
fraksi yang masih yakin ekonomi tahun depan bisa tumbuh 5,2 persen yaitu fraksi
Golkar.
Setelah mendengar pendapat dari
anggota dewan, Sri Mulyani melakukan pengkajian ulang atas target pertumbuhan
ekonomi tahun depan. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini akhirnya merasa
lebih nyaman di level pertumbuhan ekonomi 5,1 persen.
“Saya merasa lebih comfortable
[pertumbuhan ekonomi] tumbuh di 5,1 persen,” kata Sri Mulyani.
Berikut usulan asumsi makro yang
disepakati dalam rapat kerja antara pemerintah, BI, dan Komisi XI DPR.
1. Pertumbuhan ekonomi: 5,1
persen
2. Inflasi: 4 persen
3. Nilai tukar rupiah: Rp13.300
per dolar AS
4. Suku bunga Surat
Perbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan: 5,3 persen
Selain itu, rapat kerja juga
menyepakati sejumlah target pembangunan, antara lain:
1. Tingkat pengangguran: 5,6
persen
2. Tingkat kemiskinan: 10,5
persen
3. Gini Ratio 0,39
4. Indeks Pembangunan Manusia
(IPM) 70,1
Sumber : CNN Indonesia
Editor : Ben/Jurnal Timur

Tidak ada komentar