Ketua Komisi XI : Pemotongan Anggaran Berdampak Pada Lesuhnya Pembangunan di Daerah
JURNALTIMUR.COM--Ketua Komisi XI DPR RI Mechias Markus Mekeng menilai
kebijakan pemerintah untuk memangkas APBN akan berdampak pada tersendatnya
pembangunan di daerah-daerah. Hal ini dikatakan politisi Golkar dari NTT Dapil
1 ini, Kamis 08 September 2016 di Kompleks Parlemen, Jakarta.
“Sebetulnya pembahasan tentang APBN yang terjadi kemarin, diadakan
setelah Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati baru saja kembali dari
China, mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menghadiri pertemuan
pimpinan negara yang tergabung dalam G-20,” ujar Melchias Mekeng.
![]() |
| Ketua Komisi XI DPR RI, Mechias Markus Mekeng (foto : fadli) |
Mekeng membenarkan bahwa terjadi penurunan ekonomi secara global. Tetapi
kata Mekeng, pemangkasan anggaran itu harus disesuaikan lagi. “Kita tidak mau ada
lagi pemotongan anggaran, sebab akan terasa di daerah-daerah,” jelas Ketua Komisi
XI.
Bagi Mekeng, anggaran yang dipangkas 133 trilliun rupiah memberi
dampak yang terasa. “Pembangunan di daerah-daerah begitu sulit,” ujar Mekeng. “Menteri
harus melakukan penyesuaian, sebab public international menilai ekonomi kita
masih bisa berkembang,” imbuhnya.
Supaya Negara Indonesia tidak seperti Negara-negara di Eropa, contohnya
Spanyol dan Yunani, maka Mekeng mengusulkan pemerintah mengurangi utang. “Kita
tidak mau negara kita seperti Spanyol dan
Yunani yang utangnya lebih besar,” ujar Mekeng. “Kita kurangi utang hingga 3%.
Sebab saat ini masih sekitar 10 %,” jelas Mekeng.
Mekeng juga mentenggarai Negara yang hidup dari utang, sadar tidak
sadar memanjakan masyarakatnya untuk hidup dalam kemapanan. Dan saat krisis
global, mereka turun ke jalan. “Masyarakat di Spanyol dan Yunani turun ke jalan
karena mereka sudah terbiasa dengan hidup mewah,” pungkasnya. (fadli kelen)

Tidak ada komentar