Ahok Disebut Kutu Loncat Politik, Ini Pembelaan Jubirnya
JURNALTIMUR.COM---Apapun mekanisme pembelaan diri Basuki Tjajaha Purnama (Ahok), berpindah-pindahnya ia dari
partai yang satu ke partai yang lain membuat dirinya distigmakan sebagai kutu
loncat dalam politik.
Fakta terakhir
menunjukkan bahwa Gubernur DKI Jakarta ini adalah kutu loncat adalah ketika ia
tiba-tiba memilih untuk meninggalkan kawan Ahok yang sudah mengumpulkan satu
juta KTP dan merapat ke partai politik. Mantan Bupati Belitung Timur ini
akhirnya meninggalkan keinginan menjadi calon independen.
![]() |
| Jubir Tim Sukses Ahok, Ansy Lema |
Menanggapi stigma stigma kutu loncat yang berkembang di masyarakat itu, jubir
tim sukses Ahok, Ansy Lema menyatakan, Anies dan Ahok sebenarnya sama-sama
"kutu loncat" politik. “Yang penting dipahami publik adalah alasan
mengapa mereka jadi "kutu loncat," tutur pengamat politik dari UNAS
Jakarta ini.
Menurut Ansy,
Ahok merintis karir dari PIB besutan Ekonom Sjahrir, lalu pindah ke Partai
Golkar karena PIB partai gurem yang tidak lolos parliamentary threshold. “PIB tidak bisa ikut Pemilu,
konsekuensinya Ahok harus pindah partai,” jelas Ansy.
“Dari Golkar
Ahok pindah ke Gerindra karena Golkar tidak mendukungnya maju di Jakarta,
sementara Gerindra mengusungnya sebagai Wakil Jokowi,” tandas Ansy. Lalu kata Ansy
lagi, dari Gerindra akhirnya ia tinggalkan karena Gerindra mendukung Pilkada
oleh DPRD, sebaliknya Ahok tetap ingin Pilkada langsung oleh rakyat.
Jubir Ahok ini
lantas membandingkannya dengan calon gubernur Anies Baswedan. “Lain kisah
Anies. Anies pernah dekat dengan SBY dan maju sebagai Capres via Konvensi
Partai Demokrat. Saat itu, Anies ikut mengeritik Jokowi yang adalah capres yang
diajukan PDIP. Tapi kemudian dari Demokrat Anies ternyata loncat ke kubu
"Salam 2 Jari," jelasnya.

Tidak ada komentar