Perlu Gerakan Bersama Atasi HIV/AIDS di Papua
Oleh Paskalis Kossay
Perkembangan HIV / AIDS di Provinsi Papua dari waktu ke
waktu terus meningkat tajam. Tidak pernah kita dengar berita perkembangan
menurun. Padahal berbagai daya dan upaya untuk menanggulangi perkembangan
penyakit yang mematikan ini telah banyak dilakukan.
Upaya penanggulangan penyakit ini menjadi perhatian umum
yang melibatkan peran dari berbagai stacholders baik pemerintah, lembaga non
pemerintah ( LSM ) dan lembaga internasional. Semua menaruh perhatian besar
terhadap penanggulangan penyakit ini melalui berbagai cara , daya dan upaya.
![]() |
| Paskalis Kossay |
Namun faktanya perkembangan penyakit tersebut justru terus
meningkat tajam. Hal ini terbaca dari hasil rilis perkembangan tahunan HIV /
AIDS oleh Dinas Kesehatan Provinsi Papua per 30 September 2018 ( Kompas. Com
1/12/2018 ). Dalam laporan tahunan perkembangan HIV / AIDS tersebut, Kepala
Dinas Kesehatan Provinsi Papua mengungkapkan ada 38.874 orang penderita HIV /
AIDS di Provinsi Papua.
Membaca angka yang sudah mencapai 30 ribuan ini cukup
mengejutkan bagi kita semua. Namun tidak menimbulkan keprihatinan bersama.
Semua orang pasti membaca berita ini , namun tidak terbawa emosi untuk bergerak
mencari solusi bagaimana menanggulangi penyakit menular ini.
Dinas Kesehatan Provinsi Papua pun setelah merilis perkembangan tahunan HIV/AIDS tidak disampaikan langkah konkrit apa yang akan
diambil tahun 2019 ini setelah dipublis hasil kerja penanggulangan tahun 2018
lalu. Sepertinya hanya melempar isu ke publik tanpa diikuti langkah solusi yang
akan diambil kedepannya.
Memang ada banyak lembaga swadaya masyarakat ( LSM ) dan
lembaga resmi pemerintah ( KPAD ) yang perduli menanggulangi penderita HIV/AIDS
ini , namun dalam aktivitasnya masih tergantung pada kebijakan otoritas
penyelenggara pemerintahan di daerah dalam hal ini instansi teknis terkait.
Dinas Kesehatan Provinsi sebagai instansi teknis yang bertanggung jawab
langsung dengan urusan penanggulangan HIV / AIDS ini mestinya merangkul semua
stacholders yang perduli terhadap HIV / AIDS ini untuk duduk bersama mencari
terobosan baru dalam upaya penanggulangan HIV / AIDS ini.
Melihat jumlah penderita yang spektakuler seperti ini ,
tidak bisa ditangani dengan langkah - langkah rutinitas yang bersifat monoton
belaka. Tetapi harus diambil langkah - langkah terobosan yang punya resonansi
luas , mengerakan semua orang ikut perduli mengambil bagian dalam upaya
penanggulangannya.
Langkah - langkah besar yang dimaksud misalnya, ditentukan
thema " GERAKAN PENANGGULANGAN HIV - AIDS PAPUA ". Gerakan ini dikampanyekan terus - menerus selama 1 atau 2
tahun melalui methode : ceramah, diskusi, pengarahan, sosialisasi, simulasi,
pemutaran film (visualisasi ) , simposium, seminar dan lain - lain.
Adapun sasaran kampanye adalah, kepada semua kelompok umur
yang rentan dengan penularan HIV / AIDS, seperti kelompok anak sekolah
tingkat SLTP , SLTA sampai Mahasiswa. Kelompok ibu rumah tangga, kelompok PNS,
TNI , POLRI, karyawan perusahaan, kelompok profesi sampai kelompok masyarakat
umum di kampung - kampung dengan melibatkan Kepala Kampung , Kepala Distrik dan
Kepala Suku.
Untuk menggalakkan kampanye gerakan penanggulangan HIV /
AIDS ini , perlu direkrut potensi generasi muda, tokoh - tokoh
gereja, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh perempuan , LSM, dan aparat
pemerintah instansi terkait. Semua stakeholder ini bergerak bersama - sama
dalam semangat yang sama dan visi, misi yang sama yakin , resonansi
gerakan itu akan bergetar terus menembus pada tumbuhnya kesadaran akan
bahayanya penyakit HIV / AIDS itu sendiri.
Dengan demikian bisa diminimalisir atau ditekan tingkat
perkembangan HIV / AIDS sampai pada titik terendah secara nasional. Memang
gerakan seperti ini, adalah gerakan terbilang gila . Karena harus memerlukan
ketersediaan dukungan dana yang lumayan besar. Namun demi menyelamatkan nyawa
manusia, harus ada mimpi dan kemauan untuk berbuat sesuatu yang berguna bagi
kemanusiaan. Jika ada kemauan , pasti ada jalan. Semoga.
Paskalis Kossay, Politisi Papua

Tidak ada komentar