KOLOM PASKALIS KOSSAY : KNPI Dulu dan KNPI Kini
Oleh Paskalis Kossay
Pada 23 Juli 1973 KNPI secara resmi dibentuk oleh sejumlah
Organisasi Kepemudaan yang berafiliasi extra kampus antara lain HMI, PMKRI,
GMKI , GMNI dan lain - lain yang tergabung dalam satu atap deklarator dimana
sering disebut kelompok Cipayung.
Sejumlah Organisasi Kepemudaan tersebut menyatakan diri
membentuk sebuah komite bersama untuk menghimpun semua kekuatan dan keberadaan
pemuda dalam memperjuangkan aspirasi pemuda kepada pemerintah. Karena itu KNPI
diberi mandat sebagai organisasi berhimpun serta sebagai laboratorium potensi
pemuda Indonesia untuk mengartikulasi dan mengagregasi kepentingan pemuda dalam
satu arah perjuangan.
Tujuan terbentuknya KNPI sebagai wadah berhimpun pemuda itu
tidak terlepas dari arah dan garis perjalanan perpolitikan nasional di jaman
pemerintahan Orde Baru. Semua sub ordinan supra dan infra struktur politik yang
berpotensi menghalangi kebijakan politik Orde baru mesti diarahkan menjadi satu
nafas sentuhan orgestra. Karena itu seluruh potensi dan kekuatan idealisme pemuda
diintegrasikan menjadi satu dalam sebuah kotak pandora yang disebut Komite
Nasional Pemuda Indonesia.
Dengan terbentuknya KNPI maka semua aspirasi organisasi
kepemudaan disalurkan melalui KNPI kemudian KNPI lah atas nama pemuda Indonesia
bertindak sebagai agen penyalur aspirasi pemuda kepada negara dan pemerintahan
baik kedalam maupun keluar negeri. Semua dinamika kepemudaan diarahkan pada
sistem dan mekanisme yang sudah terbangun sedemikian rupa dalam organisasi KNPI
termasuk hajatan Munas dan Musda diarahkan memang oleh kepentingan penguasa
negara pada saat itu. Calon Ketua pun sudah direstui oleh penguasa sehingga
proses pemilihan hanya dilakukan secara formalitas .
Tetapi KNPI sekarang harus berjibaku dengan keadaan dinamika
jaman. Kini jaman reformasi dimana seluruh sistem politik ketata negaraan
Indonesia sudah mengalami perubahan drastis. KNPI sebagai organisasi pemuda
harus menyesuaikan diri dengan dinamika dan semangat reformasi tersebut.
Maka wajar dinamika menghadapi hajatan Munas dan Musda
begitu tinggi . Masing - masing pemuda coba menonjolkan kemampuan terbaiknya
dan begitu pula menunjukan egonya, sehingga keretakan soliditas sesama pemuda
tak terhindarkan lagi kemudian berakhir dengan dualisme kepengurusan.
Secara organisatoris , sistem dan tatanan organisasi KNPI
masih solid. Para pemuda masih menghargai keberadaan KNPI tetap sebagai
organisasi berhimpun seluruh potensi pemuda. Belum ada satu OKP pun yang
menyatakan keluar dari KNPI. Semua OKP tetap komit dan menghargai KNPI satu - satunya
wadah berhimpun pemuda Indonesia.
Akan tetapi dinamika didalam KNPI pada jaman sekarang cukup
tinggi . Konstelasi tersebut menyeret perpecahan didalam tubuh KNPI. Tetapi
perpecahan itu tidak serta merta membawa konsekwensi buruk yang merubah
paradigma baru dengan membentuk wadah kepemudaan baru yang fungsi dan tujuannya
identik dengan KNPI saat ini. Tetapi patut diapresiasi ternyata pemuda sekarang
tetap mempertahankan fungsi dan tujuan KNPI walaupun banyak diwarnai dengan
hiruk pikuk dinamika politik didalamnya.
Eksistensi sebagai pemuda Indonesia sepertinya tetap
dipertahankan. Hal ini diperlihatkan, walaupun ada dualisme kepengurusan ,
terbukti tetap digunakan KNPI sebagai nomenklatur resmi organisasi. Semoga
sampai kapanpun KNPI tetap dipertahankan sebagai satu - satunya wadah berhimpun
pemuda Indonesia. Soal dinamika internal , itu hal biasa. Apa lagi di jaman
reformasi tentu sudah terbuka bebas ruang demokrasi, ruang beda pendapat dan
ruang adu ide / gagasan antara sesama pemuda. Semuanya sesuatu yang konstruktif
membentuk pribadi pemuda yang benar - benar idealis.
Idealisme pemuda mesti diasa melalui dinamika tersebut
sehingga terbentuk menjadi calon pemimpin masa depan yang diharapkan bangsa dan
negara. Bukan menjadi pemuda yang membeo, tinggal dipermainkan oleh kepentingan
politik praktis sesaat.
Paskalis Kossay, Intelektual dan Politisi Papua

Tidak ada komentar