BreakingNews

Bupati Anton Hadjon Mengajarkan DPRD Flotim Untuk Minta Maaf

JURNALTIMUR.COM---Citra politik Balai Gelekat Lewotanah, Gedung DPRD Kabupaten Flores Timur (Flotim), tahun demi tahun tidak pernah menunjukkan potret lain. Pasalnya pada Sidang Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I Tahun Keempat DPRD Kabupaten Flotim tahun 2017, di ruang utama, Kamis (14/9/17), masih ada kursi yang kosong. Walaupun demikian, rakyat Flotim tidak pernah mendengar permintaan maaf dari wakil rakyat.
Bupati Anton Hadjon dan Nyonya
(foto : bereun)
Untung situasi itu diselamatkan oleh etika politik Bupati Flores Timur, Anton Gege Hadjon ST. Pasalnya dalam mengawali sambutannya pada rapat paripurna itu, mantan Wakil Ketua DPRD Flotim ini, terlebih dahulu meminta maaf karena datang terlambat lantaran ada agenda membuka kegaiatan Rencana Tata Ruang Kota dan Lingkungan untuk Kelurahan Weri.
“Saya meminta maaf karena, saya datang agak terlambat. Sebelum ini ada kegiatan rencana tata ruang kota dan lingkungan di Kelurahan Weri,” jelas Bupati Flotim yang akhir-akhir ini makin bertajih dalam blusukannya itu.
Terlihat di ruangan Wakil Rakyat Flotim itu, tersedia 30 kiursi. Hanya sayangnya Rapat Paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Flotim, Yoseph Sani Bethan ini dinodai oleh ketidakhadiran 9 anggota DPRD.  Yosep Sani Betan didampingi Wakil Ketua Mathias Werong Enay dan Wakil Ketua Robertus Rebon Kereta.
Sedangkan Bupati Flotim, Anton Hadjon hadir bersama Pimpinan Forkompimda, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Flotim, Ny Lusia Barek Hadjon.
Selain banyak anggota DPRD Flotim yang tidak hadir, absen juga terjadi terhadap banyaknya pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Flotim, para Staf Ahli dan Asisten. (MR/SF)

Tidak ada komentar