BreakingNews

Menyabet ‘Penata Musik Terbaik’, Sesado Hokeng Harumkan Nama NTT

JURNALTIMUR.COM---Pada pentas Karawitan Musik Etnik Antar Provinsi yang diadakan  diadakan di Cilegon-Jawa Barat, 2-5 Agustus 2017, di luar dugaan Seminari Menengah San Dominggo Hokeng menyabet prestasi yang membanggakan. "Sesado menjadi utusan NTT, mementaskan tarian musikal  yang bertitel "Mura Gere," ungkap Romo Sirilus Lela Wutun Pr kepada JurnalTimur.com di Jakarta 6 Agustus 2017. 
Romo Sirilus L Wutun Pr di antara muridnya

Menurut Romo Silu, begitulah panggilan akrabnya, pentas yang dibawakan anak-anak didikan meraih juara sebagai penata musik terbaik. 

"Alat musiknya, gong, gendang, suling, siput laut, gambus, giring-giring, bambu," jelas Romo Diosesan Larantuka ini yang sekaligus sebagai penata musik itu. 

Kepada Katoliknews.com, Romo Silu mengungkapkan Mura Gere adalah komposisi musik yang diciptakan dengan bersumber dari kemeriahan pesta syukuran panen dari tradisi etnik Lamaholot, Flores Timur-NTT.

"Tabuhan gong dan gendang serta hentakan ritmis kaki, nyanyian lengkingan sukacita dipadu puja syukur terhadap Tonu Wujo, Dewi Kesuburan dan Kesejahteraan lewat melodi suling khas Lamaholot," imbuh Romo yang juga berperan sebagai penata musik dalam pentas itu. 

Menurutnya lagi, karya ini menghadirkan kompleksitas kegembiraan, syukur, sujud, hormat, dan kedekatan masyarakat Lamaholot terhadap Dewi Padi, Ibu Bumi di tengah kerasnya alam dan curah hujan yang pendek.

Dalam pentas yang disutradarainya itu, kata Romo Silu, musik bukan sekedar ekspresi sukacita melainkan daya hidup, tenaga, gelagak dan harapan terhadap Sang Pemilik Kehidupan.

"Tujuan Konser Karawitan Muda: Mendorong kaum muda untuk mengembangkan rasa seni sesuai kesenian daerahnya masing-masing," ungkap Romo Silu lagi. Dengan demikian, kata Romo mulai menunjukkan bakat seni sejak jadi siswa Sesado Hokeng ini, 
kaum muda didorong untuk olah otak, hati, seni, dan raga. 

Apresiasi Para Alumni

Menanggapi prestasi yang diraih Sesado itu, apresiasi pun mengalir dari para alumni. Romo Dominikus Doni Ola Pr yang selama ini menjadi Vikjend Keuskupan Sibolga, pun turut berkomentar moment ini sebagai hal mengagumkan. “Mengagumkan!! Ketika banyak anak muda ikut arus buruk zaman tanpa mencermati nilai, orang-orang muda Sesado menampilkan nilai cemerlang,” ujar alumni sesado yang menjadi imam diosesan Sibolga ini.
Inilah wajah-wajah anak Sesado
yang mengharumkan NTT

Menurut Romo Vikjend Sibolga ini, anak-anak Sesado telah memberi contoh bagaimana mengisi waktu secara beradab dan membagikannya kepada semua orang dengan langkah ringan dan hati yang riang.
“Kalau semua orang muda berkemauan baja dan senang didampingi generasi tua nan briliant seperti Sesado, niscaya dunia peradaban akan dikedepankan,” tutur Romo Doni.

Sedangkan alumni lain, Romo Anton Blikon SS.CC yang kini menjadi pastor Paroki Waringin Bandung tampak begitu bangga. "Luar biasa Sesadoku. Proficiat buat teman  Romo Sirilus Lela Wutun," tulis Romo Anton Blikon SS.CC di grup medsos alumni Sesado Hokeng.

Lantas, Romo Wens Herin Pr, seorang Pastor Paroki di Kota Lewoleba, mengatakan, proficiat buatmu semua, kami bangga, telah mengharum nama NTT n almamater." (Fano T)


Tidak ada komentar