BreakingNews

Krismas Bagau Bantah Terlibat Urusan Keuangan Kontrakan Mahasiswa Intan Jaya-Jogja


JURNALTIMUR.COM,- Krismas Bagau (KB), Mahasiswa asal Intan Jaya yang kini tengah mengenyam pendidikan di Yogyakarta membantah dirinya terlibat dalam urusan bantuan keuangan pemerintah Intan Jaya terkait kontrakan rumah mahasiswa Intan Jaya di  Yogyakarta sebagaimana diberitakan Kabardaerah.com, tanggal , 31 Juli 2017, dengan judul “2 Oknum Menggelapkan Bantuan Kontrakan, Mahasiswa Intan Jaya Lapor Polisi”. 


Krismas Bagau
Dalam Berita kabardaerah.com ini dituliskan “Dua oknum berinisial (RS) dan (KB) menggelapkan bantuan kontrakan yang diperuntukkan bagi mahasiswa Intan Jaya, kota Studi Yogyakarta. Hal itu Diketahui ketika kedua oknum berusaha menggelapkan dana bantuan kontrakan oleh Pemerintah”.


Diberitakan kabardaerah.com,  Ketua Mahasiswa Jogja – Solo, Obed Mirip telah melaporkan hal tersebut ke Kepolisian setempat agar diproses secara hukum. Obed menjelaskan bahwa bantuan mahasiswa sebesar 50 juta telah digelapkan oleh kedua pelaku dan telah melarikan diri. Obed Mirip juga mengatakan akan membawa surat ini ke kampusnya (RS) dan (KB), untuk kasih nonaktif atau dikeluarkan dari kampus, sebelum ganti uang 50 juta itu.


Krismas yang menghubungi JurnalTimur, Senin 31/7/2017 lalu, mengatakan dirinya sama sekali tidak berurusan dengan keuangan kontrakan rumah mahasiswa Intan Jaya sebagaimana diberitakan. “Sejujurnya saya pernah mengatakan dalam pertemuan, saya tidak terlibat dalam bantuan kontrakaan ini,” kata Krismas.


Menurut Krismas, RS yang disebutkan dalam berita itu memang teman dekatnya. Tapi kata Krismas lagi, hal itu tidak berarti bahwa dirinya (Krismas-red) juga ikut dalam urusan itu. Begitupun soal urusan kontrakan rumah yang melibatkan RS, kata Krismas memang diketahuinya dari RS, tapi persoalannya juga tidak seperti yang sampaikan teman-temanyang diberitakan media dan menjadi perbincangan di media sosial.


“RS adalah pacar saya sehingga saya langsung menegurnya untuk tidak terlalu jauh terlibat dalam urusan kontrakan itu,” kata Krismas.


Krismas menuturkan, dirinya juga pernah mengirimkan SMS ke Kabag Kesra Titus Agimbau untuk minta penjelasan terkait  dengan RS dalam urusan kontrakan rumah ini. “  Setelah saya telpon tidak pernah menjawab, saya pun sms ke bapa Titus Agimbau lalu ia pun membalas sms saya. Katanya, sudah menjadi beban tanggungjawabnya untuk menyelesaikan pembayaran kontrakan,”kata Krismas.


Krismas menyarankan agar pengurus mahasiswa Intan Jaya meminta penjelasan dari Kabag Kesra Intan Jaya Titus Agimbau sebelum kasus ini dimediakan ataupun dipolisikan. Sebab, tanpa penjelasan dari Bapak Titus dan bukti-bukti yang jelas , kata Krismas terbuka kemungkinan untuk mendiskreditkan orang. 



“Apakah karena RS adalah pacar saya maka semua anggota korwil Yogya menuduh bahwa saya  juga  terlibat dalam pengunaan anggaran ini. Apakah RS sungguh terlibat dan sejauh mana keterlibatan RS? Semuanya perlu kejelasan karena bisa berakibat mediskreditkan orang atau mencemarkan nama baik orang.  Untuk itu, saya mau sarankan bahwa badan pengurus baiknya bangun komunikasi dengan Bapa Titus Agaimbau untuk mengetahui duduk soal sebenarnya,” pinta Krismas.


Sementara itu, Kabag Kesra Titus T Agimbau yang ditemui JurnalTimur di Jakarta, Minggu (6/8/2017), mengatakan baik Krismas maupun RS tidak pantas dikaitkan dalam persoalan ini.


“Saya hanya meminta RS untuk mencarikan kontrakan rumah, dan selanjutnya urusan kontrakan langsung dengan pemilik rumah. Sementara untuk Krismas, tidak ada keterkaitan sama sekali dalam urusan ini," kata Titus.


Titus T. Agimbau, Kabag Kesra Intan Jaya
Titus menyanyangkan beberapa mahasiswa yang telah mendiskreditkan Krismas dan Ruth bahkan ada yang mengancam.  Dengan kejadian ini, lanjut Titus, uang yang telah dikirim untuk biaya kontrakan dikembalikan. 


Titus menjelaskan,  untuk tahun ini memang tidak ada kebijakan Pemda Intan Jaya untuk mengalokasikan dana bantuan kepada mahasiswa di Yogya. Namun sebagai putra daerah yang memahami juga kondisi para pelajar dan mahasiswa, Titus berinisiatif mencari pendanaan dari pihak ketiga  dan meminta RS mencarikan rumah kontrakan tersebut. 


“Saya hanya berinisiatif untuk membantu ade-ade mahasiswa di Yogya terutama mahasiswa dan pelajar putri yang belum memiliki kontrakan,  karena itu saya minta ade Rut untuk mencarikan kontrakan. Selanjutnya urusan kontrakan adalah urusan pemilik rumah dengan pihak ketiga yang memberikan bantuan keuangan itu”terang Titus. 


Lebih jauh Titus menjelaskan bahwa bukan saja bantuan mahasiswa yang terhenti, tapi ada sekian banyak bantuan dibawah tupoksinya yang juga dihentikan, mengingat saat ini Intan Jaya sedang melakukan PIlkada dan beberapa dana dialihkan untuk biaya Pemungutan Suara Ulang (PSU) Intan Jaya.


“Memang pemerintah sangat memperhatikan para mahasiswa Intan Jaya yang sedang kuliah karena hal ini akan sangat membantu ketersediaan Sumber Daya manusia di Intan Jaya yang kini masih minim. Tapi semua itu tetap kembali pada mekanime dan aturan yang ada termasuk kebijakan dari Bupati,” kata Titus.


Titus menjelaskan bagian Kesra yang menjadi tugasnya  menangani beberapa bantuan diantaranya pendidikan, bantuan pemondokan se-Jawa Bali, bantuan keagamaan maupun bantan kegerejaa, dan bantuan bansos. Bantuan telah diberikan selama dirinya  sebagai Kabag Kesra dari tahun 2014 hingga 2017. Dana bersumber dari dana hibah dan merupakan kebijakan Bupati.


“Oleh karena itu sebagai intelektual, mahasiswa harus memahami proses dan pengelolaan anggaran dan cara pelayanan birokrasi. Jadi dengan kejadian ini, para mahasiswa perlu introspeksi diri dan berpikir lebih tenang," harapnya.  (*) 

Tidak ada komentar