92 Persen Warga Lembata Sudah Tercatat Sebagai Peserta JKN
JURNALTIMUR.COM-Sembilan Puluh dua persen warga Kabupaten
Lembata terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Ditargetkan
dalam tahun anggaran 2017 Pemda Lembata tuntas mendaftarkan seluruh warganya
menjadi peserta JKN.
Kepala BPJS Lembata, Novita Nalle mengatakan hal ini saat
dijumpai di kantor BPJS Lewoleba, Selasa (27/7/2017).
![]() |
| Novita Nalle |
“Sekitar delapan persen warga Lembata yang belum terdaftar
menjadi anggota JKN. Tetapi di tahun 2017 ini, Pemda Lembata sudah menggarkan
8.506 jiwa untuk didaftar menjadi perserta JKN, jadi targetnya dalam tahun
2017 seratus persen warga Lembata
menjadi peserta JKN” jelas Nalle.
Nalle juga memuji Pemda Lembata, dimana menurutnya sangat
antusias dalam mendaftarkan warganya menjadi perserta JKN. Komitmen positif
pemerintah itu dibuktikan dengan mengambil alih 6000 peserta JKN mandiri
menjadi peserta JKN tanggungan pemerintah.
“Lembata dengan kemampuan keuangan daerah yang terbilang
kecil dari kabupaten lain di NTT, tapi hal hal BPJS, Lembata luar biasa. Data
per Juli 2017 sudah sekitar 92 persen dari total jumlah penduduk Lembata
menjadi anggota JKN, bahkan 6000 peserta JKN madiri tahun 2014 sampai 2016
diambil alih oleh pemerintah, tidak itu saja, Pemda bahkan terlibat mengatasi
kekuaran obat di rumah sakit” Puji Nalle.
Nalle juga menjelaskan, peserta JKN dilayani pada dua rumah
sakit yakni, Rumah Sakit Umum Daerah dan Rumah Sakit Bukit Lewoleba. Sementara
rumah sakit Damian baru mengajukan kerjasama namun pihaknya masih harus
melalukan penilain. Menurutnya, untuk bekerja sama dengan BPJS rumah sakit
swasta perlu memenuhi beberapa kriteria sesuai standar yang ditetapkan dalam
peraturan Menteri Kesehatan RI.
Ditambakan pula, kesulitan utama yang dihadapi BPJS Lembata
adalah pengelolaan data pasien ditingkat Puskesmas masih manual, sehingga sulit
membedakan mana pasien JKN mandiri dan mana pasien JKN tanggungan pemerintah.
(Yogi Making)

Tidak ada komentar