Wajah Baru Pimpin Demokrat di Flores-Lembata
JURNALTIMUR.COM,- Musyawarah Cabang (Muscab) III Partai
Demokrat yang dilaksanakan secara serentak di Larantuka, Kabupaten Flores
Timur, NTT, pada Senin (27/3/2017), telah berakhir.
Pantauan media ini, delapan wajah baru yang akan duduk di kursi ketua DPC, seperti
David Sutarto (Manggarai), Damianus Arsam ( Matim), Ferdy
Amakae (Nagakeo) Mikael Badeoda (Ende), Yohanes ND Paru (Flotim), Rikardus Jani
(Mabar), Herry Pulu (Ngada), Noce Fernandez (Sikka), Bastian Edo ( Lembata).
Hasil Muscab ini sungguh mengejutkan. Beberapa nama Ketua
DPC Demokrat yang telah sekian lama identik dengan Partai ini terlempar dari
posisinya digantikan oleh figur baru.
Sebut saja, Theodorus Wungubelen, SH yang begitu identik
dengan Partai Demokrat di Flores Timur harus tersingkir dari kursinya digantikan
oleh Yohanes ND Paru, yang merupakan Ketua Fraksi Demokrat DPRD Flores Timur.
Theodorus Wungubelen yang telah menduduki posisi Ketua DPC
Demokrat Flores Timur sejak tahun 2003 ini harus menerima kenyataan kalah telak
dari Anis Paru dengan perbandingan dukungan 11-4.
"Karena angka dukungan
Pak Anis telah melewati 50 persen maka langsung ditetapkan secara aklamasi
sebagai ketua," ujar salah pimpinan sidang Muscab III DPC Flores Timur,
Simon Ruben Lamoren.
Selain Wungubelen, Frans Sukmaniara (Manggarai Barat),
Willibrodus Kengkeng (Manggarai), Haji Pua Saleh, Felix Wodon (Sikka), yang
selama ini begitu identik dengan partai berlambang mercy itu harus rela
menerima kenyataan terhempas dari pertarungan memperebutkan kursi ketua.
Kepada media Frans Sukmaniara menyatakan ketidakpuasan pada
hasil Muscab ini. "DPP Demokrat
secara sadar, dengan tahu dan mau melanggar AD/ART Partai
Demokrat", paparnya.
Menurut Frans, ada peserta Muscab ilegal yang masuk dalam
arena persidangan dan disetujui melalui kewenangan sepihak DPP Partai Demokrat.
"Muscab ini dipandang sangat otoriter dengan menetapkan
PAC yang ilegal disahkan dalam sidang demi menggulingkan para Ketua DPC selaku
petahana menggolkan orang yang dikehendaki seturut keinginan DPP",
tegasnya.
Sementara itu, Nikolaus Wain, salah satu anggota panitia
pelaksansa Muscab serentak wilayah Flores Lembata menilai, Muscab telah
dilaksanakan dengan baik.
"Meski ada protes dari beberapa pihak, terutama yang kalah, saya kira wajar. Itu
dinamika. Lebih dari pada itu wajah baru pasti lebih segar dan semangat Dan,
karena itu saya yakin konsolidasi ke depan akan lebih baik," ujar Wain
bersemangat.
Wain juga menyampaikan bahwa munculnya wajah baru
menyampaikan pesan bahwa proses kaderisasi berjalan baik. "Karena
kaderisasi berjalan benar maka figur baru beemunculan serta bertarung. Dan,
saya kira itu baik bagi Partai Demokrat. Kalah menang wajar dalam kompetisi.
Yang tidak wajar kalah lalu marah atau meninggalkan tanggung jawab sebagai
pemimpin, sebagai kader partai," papar Wain.
Seperti diketahui, dari sembilan kabupaten yang bermuscab
ini, hanya Ketua Manggarai Timur yang
berhasil mempertahankan kursi ketua DPC. Selebihnya kalah dan terpental dari
kursi ketua DPC. (Bol)

Tidak ada komentar