Presiden Diminta Realisasikan Program Ekonomi di Indonesia Timur
![]() |
| Ilustrasi |
Presiden Joko Widodo diminta untuk serius
merealisasikan pembangunan sektor perekonomian di wilayah Indonesia Timur.
Proses pembangunan kawasan atau wilayah Indonesia Timur selama ini masih
setengah hati.
Ketua Umum Dewan Ekonomi Indonesia Timur (DEIT) Annar
Salahuddin Sampetoding mengatakan, Indonesia belum menjadi tuan di negeri
sendiri. Utamanya, dalam pengembangan perekonomian Indonesia Timur, Indonesia
belum sesungguhnya menunjukkan kedaulatannya untuk berdikari secara ekonomi.
“Kita ini belumlah menjadi tuan di negeri sendiri. Kita mau
dan meminta Presiden lebih serius mengembangkan sektor perekonomian di Kawasan
Timur Indonesia,” ujar Annar Salahuddin Sampetoding, di Jakarta (Senin, 30/1).
Menurut dia, pihaknya juga meminta Presiden Jokowi agar
menunjukkan keberpihakannya kepada pengusaha nasional, terutama yang berasal
dari Kawasan Timur Indonesia, agar bersama-sama membangun dan mengembangkan
kawasan sebagai wilayah perekonomian yang mandiri bagi Indonesia, sebagaimana
tertera dalam Nawacita Sang Presiden.
“Meminta agar para pengusaha nasional baik, yang berasal
dari maupun, yang memiliki minat mengembangkan potensi-potensi yang ada di
wilayah Indonesia Timur dengan satu tujuan yaitu demi kemajuan perekonomian di
wilayah tersebut,” ujarnya.
Annar berharap, Presiden Jokowi agar bermitra dengan para
pengusaha Indonesia, baik di tingkat pemerintah pusat dan tingkat daerah, yang
memberikan perhatian serius bagi pengembangan kawasan timur Indonesia. “Serta
menjadi jembatan antara investor dan pengusaha di Indonesia Timur,” ujarnya.
Annar menegaskan, kini lembaga yang dipimpinnya itu adalah
sebuah organisasi mandiri yang tidak dibiayai oleh pemerintah dan tidak
berpolitik. Dia memimpikan bahwa 70 persen kegiatan adalah untuk bisnis ekonomi
dan 30 persen kegiatan adalah sosial.
“Kerinduan kami adalah ada kebersamaan dalam mengembangkan
Kawasan Timur Indonesia sebagai kawasan ekonomi yang mandiri dan harus nyata
bahwa Indonesia harus menjadi tuan di negerinya sendiri,” tandasnya. (Sam)
Sumber :
bisnissyariah.co.id
ekbis.rmol.co

Tidak ada komentar