BreakingNews

Audiensi PMKRI ke Bimas Katolik. Eusabius : "Perlu Matangkan Lagi Pengetahuan Tentang Ajaran Sosial Gereja"

Audensi PMKRI dengan Dirjen Bimas Katolik Drs. Eusabius Binsai. 

JURNALTIMUR.COM,- Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik, Drs. Eusabius Binsasi, menerima audiensi Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI). Jajaran Pengurus Pusat yang dipimpin Ketua Presidium PMKRI Periode 2016-2018, Angelo Wake Kako tersebut, diterima Dirjen di ruang Dirjen, Kantor Kementerian Agama Jl. MH Thamrin, Jakarta, Senin 16 Januari 2017.

Dalam audiesi ini, Dirjen Bimas Katolik  Drs. Eusabius Binsasi mengapresiasi langkah-langkah dan program kerja PMKRI, namun perlu dimatangkan lagi dengan pengetahuan-pengetahuan seputar ajaran sosial Gereja, Gaudium Et Spes atau konstitusi Pastorak tentang Gereja di Dunia Dewasa ini.

Kehadiran para pengurus selain bersilaturahmi dengan Dirjen, juga disampaikan laporan penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional VIII PMKRI yang telah dilaksanakan tanggal 240-031 Juli 2016 lalu. 

Berkenaan dengan kegiatan tersebut, Angelo menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah melalui Dirjen Bimas Katolik, atas dukungan moril sehingga pelaksanaannya berjalan sukses dengan menghasilkan kepengurusan PP PMKRI masa bakti 2016-2018. “Kehadiran kami, Bapak Dirjen, pertama ingin melakukan pertemuan dengan Bapak, dan menghaturkan terima kasih atas dukungan Pemerintah,” ungkap Angelo.

Selain laporan kegiatan, pertemuan juga membahas masalah kebangsaan yang menjadi sebuah isu strategis PMKRI yaitu Radikalisme, Ekologi dan Pembangunan Desa. Ketiga hal pun, memang menjadi priorotas Pemerintah dalam penerapan program pembangunan bangsa.

Menanggapi hal ini, Dirjen juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran para pengurus dan ucapan proficiat atas terpilihnya Ketua Umum PMKRI yang baru. “Terimakasih adik-adik PMKRI atas kehadirannya, dan selamat kepada Saudara Angelo sebagai Ketua Umum terpilih tanggal 31 Juli 2016 lalu. Semoga karya dan pengabdian adik-adik ini bermanfaat bagi Gereja dan Negara,” papar Dirjen.

Dirjen pun menyampaikan, selama ini ormas kepemudaan bercirikhas Katolik, mulai menajamkan eksistensinya untuk berperan aktif dalam pembangunan bangsa dan keberlanjutan Gereja. 

“Perkembangan ini sangat baik, namun perlu dimatangkan lagi dengan pengetahuan-pengetahuan seputar ajaran sosial Gereja, Gaudium Et Spes atau konstitusi Pastorak tentang Gereja di Dunia Dewasa ini. Jangan sampai kita berjuang untuk Gereja dan Tanah Air, tapi dogma atau atauran-aturan Gereja yang mendasarinya, kita kurang paham,” ungkap Dirjen.

 Maka menurut Dirjen, perlu diupayakan pertemuan-pertemuan dengan Komisi-komisi Kepemudaan Hirarki, agar pemahaman kenegaraan sejalan dengan pengetahuan tentang Gereja Katolik.

Selama ini pelayanan bagi stakeholders  yang dilakukan DITJENBIMAS Katolik adalah juga memfasilitasi pertemuan antara Gereja dan umat Katolik. “Kami menjalankan peran di fungsi Agama. Maka program-program yang dilaksanakan menyangkut peningkatan pemahaman agama Katolik, maupun meningkatkan kerukunan antaragama maupun internal agama, menjadi prioritas pelayanan Bimas Katolik,” papar Dirjen. (*)



Tidak ada komentar