Thobias Bagubau: “Pemkab Nabire Perlu Perhatikan Mama-Mama Penjual Noken”
JURNALTIMUR.COM,-
Ketua Lembaga Pengembangan Masyarakat Adat Suku Walani, Mee dan Moni (LPMA
SWAMEMO) wilayah adat Mee-pago Papua Thobias Bagubau meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire
untuk memperhatikan mama-mama penjual noken yang berjualan di jalan-jalan
seputar pertokoan Nabire. Perhatian pemerintah yang diharapkan seperti
menyediakan pasar khusus dan melakukan program pemberdayaan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.
Permintaan ini tertuang dalam siaran pers yang dikirim
ke Jurnal Timur, Selasa, 20 Desember 2016. “Secara khusus kami meminta pimpinan daerah ini khususnya
Bupati Isaias Douw S.Sos M.Ap untuk
menyikapi usulan program ini dengan serius demi kemajuan pembangunan daerah ini
secara baik menyeluruh dan merata,” kata Thobias Bagubau
Menurut Thobias Bagubau, noken Papua
memang sudah masuk menjadi ajang Nasional bahkan Internasional, namun perlu dipertanyakan apakah kehidupan pembuat noken lebih khususnya mama-mama noken ini sudah sangat sejahtera?
“ Secara kasat mata bila kita berada di
kabupaten Nabire dan berjalan menyusuri sepanjang jalan poros E.E Marthdinata
atau persis di seputaran Taman Gerbang Nun Biru, kita akan melihat mama-mama noken tanpa peduli panas maupun
hujan tetap berada disana hingga jualan tersebut dapat dibeli. Apa yang dikerjakan mama-mama
noken merupakan pekerjaan untuk menambah penghasilan sehar-hari," kata Thobias.
Dijelaskannya,
seharusnya mama-mama noken Papua yang berjualan hasil buah karja tangan sendiri ini bisa mendapat perhatian
serius dari pemerintah setempat sehingga ada pemberdayaan kepada kelangsungan
kehidupan mereka.
“Sekali lagi
pemerintah bisa membantu untuk memfasilitas sebuah pasar ,atau sebuah bangunan
khusus berupa toko atau komunitas yang dikelola pemerintah untuk mama-mama Papua berjualan noken. Bukan hanya noken tetapi juga semua hasil
kelola buah tangan seperti kalung atau anting dan koteka moge (koteka
cawat ) atau khususnya busana asli daerah untuk diberdayakan,” katanya.
Dia berpendapat, perhatian pemerintah yang diberikan pemerintah akan mampu meciptakan daya beli yang cukup tinggi bahkan bisa pula menjadi
sebuah ikon daerah yang akan mengundang
banyak wisatawan lokal maupun wisatawan asing datang di daerah ini sehingga akan menciptakan PAD untuk daerah.
“Dengan
memberdayakan mama-mama Papua yang berjualan noken ini maka secara tidak
langsung kehidupan mereka akan lebih sejahtera, sehingga kedepannya mampu
mewujudkan program kerja bupati sendiri selama 5 tahun termasuk kebersihan
lingkungan kota Nabire untuk menciptakan keluarga yang sehat, kenyang, pintar
serta sejahtera,” katanya.
Dia berharap usulan dari lembaga LPMA SWAMEMO dapat membantu mama-mama noken sekaligus mengembangkan daerah kabupaten Nabire lebih baik lagi
di tahun mendatang.
“Apa gunanya kita memberikan uang milyaran rupiah untuk membangun sebuah gedung bertingkat sedangkan untuk memperdayakan mama -mama asli Nabire yang berjualan noken saja tidak ada,"tegasnya dalam siaran pers itu (*Ben)

Tidak ada komentar