BreakingNews

Indonesia Berduka, Presiden Pimpin Doa Bersama untuk Aceh

Gempa berkuatan 6.5 Skala Richter terjadi di Kabupaten Pidie Jaya - Aceh Rabu, 7 Desember 2016

JURNALTIMUR.COM,- Indonesia kembali berduka. Gempa berkekuatan 6,5 Skala Richter terjadi Rabu (7/12/2016)pagi di Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh. Presiden bersama ribuan undangan yang hadir dalam acara sosialisasi Amnesti Pajak yang berlangsung di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) berdoa bersama untuk masyarakat Aceh.

"Telah terjadi gempa bumi di Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh. Oleh sebab itu pada kesempatan yang baik ini mari kita memanjatkan doa untuk seluruh masyarakat Aceh khususnya warga di Kabupaten Pidie Jaya semoga tetap tabah, tetap tawakal, tetap kuat untuk bangkit kembali dan membangun hari esok," pimpin Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden mengatakan bahwa saudara-saudara di Kabupaten Pidie Jaya tidak sendirian dalam menghadapi cobaan ini. "Saudara-saudara semuanya di Kabupaten Pidie Jaya tidak sendirian dalam menghadapi cobaan ini, kita semua akan mendukung dengan doa," ujar Presiden sebelum berdoa bersama selama kurang lebih 30 detik.

Pemerintah juga telah bergerak cepat untuk menanggulangi bencana tersebut. Bantuan pun langsung diberangkatkan pada sore hari ini.

"Saya sudah memerintahkan kepada Kepala Staf Kepresidenan. Saya perintahkan juga kepada Panglima TNI, Menteri Kesehatan, Kepala BNPB untuk semuanya terjun. Karena setiap jam yang saya ikuti, korbannya terus bertambah," ucap Presiden.

Bantuan Logistik Bagi Warga Aceh

Pemerintah melalui Kementerian Sosial telah menyiapkan berbagai bantuan logistik bagi warga Aceh yang menjadi korban gempa. Total nilai bantuan yang akan disalurkan senilai Rp2.096.880.256.

"Berbagai bantuan untuk penanganan di masa darurat sudah disiapkan dan sedang dikirim ke lokasi bencana gempa bumi di Pidie Jaya, Aceh dari Gudang Pusat dan Regional Kemensos Sumatera. Insyallah bantuan sampe lusa, Jumat 9 Desember," ungkap Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa, Rabu di Jayapura (7/12/2016).

Bantuan logistik yang dikirim antara lain, tenda keluarga, tenda gulung, matras, selimut, perlengkapan makan, barang kebutuhan anak, baju, mi instan, makanan kaleng, dan berbagai jenis sembako. Kementerian Sosial telah membuka dapur umum lapangan sebagai bagian dari aksi tanggap darurat. Tiap satu dumlap, mampu menyajikan hingga 1000 porsi makanan bagi para pengungsi.

Bantuan tunai pun telah disiapkan. Masing-masing Rp15 juta untuk korban meninggal dan maksimal Rp5 juta untuk korban luka-luka. Bantuan kepada korban gempa disalurkan melalui Dinas Sosial (Dinsos) Aceh di masa darurat. Pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPPD) setempat agar dalam pelaksanaannya di lapangan terkoordinasi dengan baik.

Sebagaimana data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), telah terjadi gempa bumi dengan kekuatan 6,5 SR di Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh pagi tadi pukul 05.36 WIB, Rabu, 7 Desember 2016. Pusat gempa bumi terletak pada 5,25 LU dan 96,24 BT, tepatnya di darat pada jarak 106 km arah tenggara Kota Banda Aceh pada kedalaman 15 km.

Data Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga pukul 15.00 WIB menyebutkan korban meninggal berjumlah 53 jiwa, (Pidie Jaya 50, Bireuen 2, Pidie 1), sedangkan luka berat berjumlah 73 jiwa (Pidie Jaya 70, Bireuen 3), luka ringan 200 jiwa (Pidie Jaya 120, Bireuen 78).

Sebagian korban luka-luka dirujuk ke rumah sakit Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk Chik Ditiro Sigli. Pos dibuka di RSUD ini untuk memberikan informasi kepada masyarakat terkait dengan korban yang dirawat. Korban meninggal dari wilayah Pidie Jaya berasal dari Kecamatan Meureudu 27 orang, Trienggadeng 18 orang dan bandar dua 5 orang.

Hasil kaji cepat kerusakan akibat dampak gempa ini menyebutkan 163 rumah rusak berat (Pidie 86, Bireuen 37, Pidie 40) dan 105 ruko di Pidie Jaya serta bangunan publik lain, seperti 14 masjid, 1 sekolah dan 1 kesehatan.

3 eskavator dari tadi pagi telah dikerahkan di Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya mulai dari pagi tadi dan beberapa alat berat telah dikerahkan untuk mencari korban yang tertimbun reruntuhan. BPBD setempat dibantu TNI, Polri, dinas-dinas terkait , relawan terus melakukan pencarian dan evakuasi. Sekitar 740 personel TNI berada di lokasi terdampak untuk membantu aktivitas tanggap darurat. BPBD sekitar memberikan dukungan personel untuk membantu tangggap darurat di Pidie Jaya.

Selain itu, untuk membantu tenaga medis menangani korban gempa telah tenaga medis dan obat-obatan dikirim dari daerah-daerah sekitar Pidie Jaya. Enam orang tim medis dari RS Muhammadiyah Lhoksumawe telah dikirim siang ini untuk memberikan pelayanan medis dan melakukan Rapid Health Assessment (RHA). Sedangkan RS Muhammadiyah Medan memberangkatkan 6 personel; 1 dokter, 2 perawat dan 3 relawan. (*)



Tidak ada komentar