Masyarakat Wolo Kumpulkan Suku-Suku di Kampung Lama
![]() |
| Seremonial tahunan yang dilakukan masyarakat adat Wolo |
JURNALTIMUR.COM,- Adat dan politik seringkali dipertentangkan.
Sekurang-kurangnya ketika seorang politisi mengunjugi masyarakat
adat, banyak pihak merisaukan terjadinya ekspolitasi budaya yang dilakukan
politisi.
Tapi hal yang
tak bisa dipungkiri, masyarakat yang hendak ditemui politisi selalu saja
merupakan masyarakat adat yang hidupnya dari pagi bertemu pagi selalu dipandu
dalam norma adat. Tidak ada yang salah dari politisi yang terlibat dalam
serimonil adat apalagi dalam seremonial itu ada dialog antara masyarakat adat
dan politisi.
Rofin
Kebelen, Politisi Partai Amanat Nasional Flores Timur yang kini menjadi Ketua
Tim Pemenangan Pasangan calon Bupati dan wakil bupati Anton Hadjon (AGH) dan Agus Payong Boli (APB), Sabtu, 26 November 2016 mengunjungi masyarakat adat di Kampung Lama Wolo Kecamatan Demon Pagong, Kabupaten Flores Timur.
Kedatangan
Rofin bertepatan dengan seremonial tahunan yang dilakukan masyarakat adat untuk mengumpulkan semua suku yang berasal dari
wilayah itu untuk mempersatukan dan membangun kembali persaudaraan.
Menurut Rofin
kehadirnya di tempat seremonial itu atas undangan masyarakat adat yang tidak
terlepas dari aktivitasnya sebagai ketua Tim Pemenangan AGH-APB.
Sebab, pekan sebelumnya,Minggu, 20 November 2016, masyarakat adat Wolo menerima pasangan AGH dan APB di rumah suku tuan tanah Koten, Kelen, Hurint, Maran.
“Saya
diundang untuk hadir bersama masyarakat adat,” kata Rofin.
Dikatakan
Rofin untuk mencapai tempat seremonial di kampung lama, harus mendaki gunung,
karena dahulu masyarakat tinggal di atas gunung sebelum turun dan menetap di
lereng gunung.
Kehidupan
suku-suku yang dulunya menyatu disatu wilayah yang disebut kampung lama. Ketika
masyarakat adat masih hidup dalam jumlah orang yang terbatas, masyarakat seringkali
dipandang sebagai sebuah keluarga karena berasal dari rahim yang sama.
Ikatan
batin dan emosional terus terpelihara walau perkembangan hidup manusia
mengharuskan untuk berpindah, menetap di tempat yang terpisah dan jauh. (Ben)

Tidak ada komentar